movie review : bangkok traffic love story

Salah nge-tweet tadi. Film tanpa embel2x “trafficnya” sepertinya film “berat”. Plotnya sederhana, dimana seorang Mei Li, in her late 20’s trying to find her soulmate. Apalagi sejak Ped, sahabat terdekat (dari kecil, satu sekolah, satu kampus sampai akhirnya satu kantor) memutuskan berhenti bekerja sejak menikah, Mei LI makin kesepian.

Ped teman Li terakhir yang menikah.

Awalnya, ketika mabuk wine setelah pernikahan Ped, Mei LI yang sedang menyetir menabrak semacam warung makan gitu dan bertemu Loong, dibantu sama Loong.  Setelah itu, Mei Li di hukum sama ayahnya tidak boleh bawa mobil lagi. Then Li uses all mode of transportation in Bangkok then ketemu lagi sama Loong.

Mei Li merasa Loong ini pria yang selama ini dia cari, tapi dia terlalu takut untuk make a first move . Akhirnya dibantuin sama tetangganya, dengan akal2xan jail tetangga ini yang pacarnya banyak ini, malah si tetangga ini yang dapat no telpon Loong. Setiap ketemu, selalu saja Mei LI ceroboh dan barang-barang Loong rusak seperti kacamata, lap top, dan kamera.

“Perjuangan” Mei LI  untuk “try to fix her mess” digambarkan konyol sehingga mengundang tawa . Ketika akhirnya Mei Li mencari akal untuk membatalkan kepergiannya ke China bersama orangtua dan neneknya (sampa pura2x menghilangkan passpornya) agar dapat menghabiskan liburan Sakrom (Thai’s new year) bersama Loong, Mei LI secara tidak sengaja tau kalau Loong mau melanjutkan studi di Jerman. So sad…

Yang saya senang dari cerita ini walaupun plotnya sederhana, kisah cinta anak manusia , settingnya biasa banget. Yah, lebih sesuai kali sama keseharian orang Indonesia kalo dibandingkan dengan cerita2x romantic comedy-nya holywood. Dari keluarga Li yang hobi nonton opera soap (read: sinetron lebay), infotaiment, keseharian transportasi dengan menampilkan Bangkok ya padat merayap itu, dll. Yang saya “takjub”, settingan rumah, kantor, tempat makan, bahkan dandanan Mei Li natural aja, ngga “lebay” kayak sinetron kita, tapi tetap menarik.

Tontonan ringan nan lucu,cocoklah buat refresehing bentar 😉

Eh tapi tetep lho, biar saya lagi memuju film Thai…saya doakan tim merah putih menang melawan tim gajah putih malam ini.

Advertisements

9 thoughts on “movie review : bangkok traffic love story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s