Short trip : Bandung Again

Since my eldest had secured her seat in uni, my next task is: finding a boarding house a.k.a kost! I thought it was easy, consider there are sooooo many universities in the city, right. It’s not.

Well, may be it is, but she also has standard . L.O.L

Last two weeks we travel again to Bandung, I was driving to and from! Luckily, it was first weekend during Ramadhan, so traffic was oke, Bandung wasn’t too crowded either.

In my surprise, boarding home is quite expensive 😀

My distant relative, who lives in the city have boarding home at their 3rd floor, but surely my eldest doesn’t want to stay there, and I think the feeling mutual. L.O.L. Don’t get me wrong, the family is very nice, the hubby was my late uncle’s very best friend. The thought that having a relative to watch my eldest every now and then quite relieve.

Seems that most of the houses with 5K radius from THAT uni has turn into boarding houses, with 90% occupancy rate.Some houses even turn into semi-apartment or co-living. I just knew it

We have to secure the room soon…!

And my eyes wet to think that my eldest will (finally) live on her own – although – of course, I realize this condition will come.

Blink of eyes, they are adult.

Her future uni – Insya Allah

Also i just realize, even the city is only 180Km from my bed, I barely travel to city. Not even once in a year. Snif sniff.

My nephew’s paternal cousin is going to Unpad, she had also secure her seat via SNMPTN. They went to the same high school. I hope these two girls will hold each other back although they probably live 1 hour away 🤣

Good news at the end of March

Walaupun saya kena Covid awal Maret ini, heheheh, I always love March. It is always my favorite month of the year.

This March delivers good news

The college admission announcement

Yeah, si kakak keterima di salah satu universitas terbaik negeri ini via SNMPTN, tanpa test.

Walaupun kami sudah ada Plan A, Plan B yang sama tingkat urgensinya, tapi siapa sih yang tidak senang keterima di ITB? Hehehehe

Apalagi saya dulu, dua kali di pertengahan 90’s nyoba UMPTN buat masuk ITB. I couldn’t be happier.

Alhamdulilah

Mendadak Bandung

Di postingan sebelumnya, saya mencoba menulis post dalam Bahasa Jerman. Hahahhaha. Sembari isi waktu, dari bulan Agustus saya les Jerman online. Kualitas so-so sih, untuk sekedar familiar sama grammar dan beberapa perbendaharaan kata, oke lah.

Anyway, seperti yang di posting sebelumnya, akhir pekan lalu, habis sepedahan ke Pantai Indah Kapuk sama keponakan saya, lagi golek-golek, tiba tiba kepikiran pengen liburan. Karena si Kakak sudah bisa menyetir, saya tanya mau ke Bandung ngga. Semalam saja. Selama 20 bulan terakhir kami memang tidak pernah keluar kota (Bogor tidak dihitung ya Hahaahha), tidak pernah staycation juga. Saya yang biasa Race-cation sana sini jujur jenuh juga, apalagi setahun terakhir mostly di rumah.

Kami booking hotel untuk semalam di daerah Dago, Four Points karena itu yang masih ada kamar kosong! Kirain era air BnB dan menjamurnya penginapan murah, cari hotel lebih mudah, ngga juga ternyata.

Long story short, sekitar jam 1 siang dari TangSel, ketebak sih, sekitar Jakarta Outer Ring Road menuju Bekasi ya macet dan….saya lupa, sangking jarangnya berpergian, ruas toll Bekasi menuju Karawang sudah elevated! Waduh, bensin tingat setengah ini! Terlalu menggampangkan masalah, karena berpikir akan isi bensin di rest area pertama setelah Bekasi itu!

Toll elevated sekitar 36km, lumayan ya memperpendek waktu tempuh dan bensin masih aman. Melajulah saya menuju rest area berikutnya di Km 70’an yang stuck tidak bergerak! Ah malas! saya memutuskan membatalkan ke rest area dan terus menyetir. Saya mengingat-ingat, sepertinya baru kemarin saya menyetir mobil ke Bandung. BIasanya disupiri! rasanya lama betul, tidak sampai-sampai. Sampai pintu toll Bandung sekitar jam 5, dan bensin sudah tinggal 2 garis. Expected kan macet ya, googling pom bensin terdekat masih 2Km lagi. Duh. Keluar pintu tol Pasteur, setelah lampu merah belok kiri langsung cari pom bensin sesuai yang dikatakan google map. Dapat sih – just in time – tapi balik ke kota lagi, mutar-mutar dan macet juga. Baru kemudian tahu, sepanjang Jalan Pasteur banyak pom bensin berserakan! Jiah! Kena prank google map.

Sampai jam 6 sore di hotel, check in, mandi dll. Saya minta tolong adek untuk membeli makan malam di sebelah hotel, note that, kami bertiga belum makan siang. hahahaahh. Setelah makan saya memutuskan untuk tidur cepat, capek bok! Sementara anak-anak minta ijin ke Braga, mau foto-foto.

Besok paginya, saya bersepeda. Sudah dapat saran rute dari teman kantor dulu, teh Ria. Rutenya dago – arah Braga – arah Soekarno Hatta – Kiaracondong – belakang Gedung Sate, dan karena agak familiar sama daerahnya saya ke Kupat Tahu Gempol, duh favorit. Baru mau mesan, tiba tiba Wawan whatsapp bilang sudah sampai di BikeStory, tidak jauh dari penginapan saya. Saya, Wawan dan Mas Wawank memang janjian bertemu, mereka teman dari jaman PPE, manajemen trainee di bank pertama saya. Kedua Bapak-bapak ini, bertugas di Bandung dan none of them (us) work in our first bank. 😀 Sementara anak-anak ke ITB jalan-jalan. BIkestory di Taman Sari ini lumayan enak makanannya, bakwannya enak banget! Mau nangis makannya! Ada toko kue kecil jualan cookies, enka-enak juga.

Sebelum check out kami memutuskan menginap semalam lagi, cari hotel yang lebih murah! Lalu kami visit Om Yan dan Tante Rosa, kerabat dekat alm Om dan almh ibu saya. Mereka sudah tahunan tidak bertemu anak-anak. Lalu kami ke hotel berikutnya. Sedang menunggu lift, saya bertemu Cici Yos, rekan di kantor yang sama dengan Teh Ria. Beliau lagi mengantar anak bungsunya tanding tenis di GOR Saparua. Sepertinya, kondisi berangsung normal ya. Sudah mulai ada sport match lagi, meski penonton dibatasi.

Besok paginya saya keliling saya jalan kaki sekitar 5Km. Enak sekali udara Kota Bandung saat itu, dingin, seperti lagi musim gugur. Hahahah #halu. Ci Yos whatsapp saya, katanya ketemu anak-anak di tempat sarapan dan dia menawarkan voucher sarapan dia yang tidak terpakai. Wah, saya sudah di Kupat Tahu jalan Gempol, macam wajib makan ini di Kota Bandung. hahahaha Akhrinya saya pakai juga buat minum kopi dan bubur ketan hitam ketika keadaan ruang sarapan sudah mulai sepi. Chaos banget lihatnya. Dan suka sebal lihat tamu yang ambit makanan banyak-banyak lalu tidak habis.

Saya sampai les Jerman dulu, si Kakak ketemu Temennya di Braga, sekitar jam 12 kami check out dan makan siang di Braga sekalian jemput Kakak.Saya janjian lagi sama Wawan. Setelah makan siang, lalu kami menuju Pasteur dan pulang.

Nah, sekitar 1Km menuju elevated toll di daerah Karawang, Kakak yang saat itu menyetir nabrak pinggiran bahu jalan. Ban Mobil kami di sebelah kiri sobek! Alhamdulilah saat itu kondis tidak ramai dan dapat segera menepi. Kami telpon pihak Jasa Marga. Cut the story, anak-anak ikut mereka membeli ban di Karawang untuk menggantikan ban mobil yang sobek. Baru saya sadar , ban belakang belum diganti dari pertama kali beli mobil. Astaga! Lalainya saya selama ini.

What a trip! singkat dan penuh kenangan!

Der Ersten Post auf Deutsch

Ganz auf Deutsch 😉

Halo zussamen!

Last wochende, Ich habe ein Kurzreise nach Paris…..van Java! Es war impulsiv dass Meine Totcher kann fahren. Ich habe ein Zimmer in Dago bestellt für ein Nacht und wir angekommen in Hotel am 18.00 Uhr. Es was Four Point Hotel.

Nach Abendessen ich ins Bett gehen aber Meine Kinder ins Braga gegengen.
Am Morgen habe ich kurzreise mit meinem Fahrrad für 20Km, aus Dago nach Kiaracondong. Dann habe ich meine alten Freunden von PPE getroffen in BikeStory. Wir haben Coffee with Sunquist, Bakwan aund Bubur Ayam gegessen und Meine Kinder nach ITB gefährt.
Nach dem Hotel checkout besucht wir meine Relative. Es was eurer esrten Zeit um meine Kinder nach 7 Jahren zu sehen, vielleicht 8 aber 9 ? Ich vergesse.

Dann wir wollten für einmal Nacht, in Dago auch.
Am Montag habe ich Kurzlaufe fur 5km und natürlich Kupat Tahu Gempol gegesen. Ich liebe es, meine Liebelingessen in Bandung.
Zurück nach Tangsel nach Mittagessen, wir haben Unfall, flat tyre im Km 100’s aus Bandung. Oh Nein! Es braucht zwei Stunden den Reifen reparien. ich verstehe dass dem Reifen sind 6 jahre alt!

3sixty
Das Frühstück

Back to the pool

After the C**** outbreak on March 2020, pools (of course) were closed, it was re-opened, but things got worse back then. My team were practicing in an apartment’s pool once as alternative but since I was unvaccinated back then, I never came.

Yesterday was marked as my first time, pool swimming again with an old squad whom I never met for the past 18 months. Additionaly, I’m glad my swimming wear still fit me and I didn’t lose the buoy, fins and paddle hahahaha! Only my open water google was broke, torn into half.

I came late due to heavy traffic as a subsequent of heavy rain! (Pheww Jakarta!) so I missed the warm up session – i did it alone! Then I hugged the coach spontaneously!

My coach gave me different swimming set, i did it all alone, but then I stopped, gave Parvita and Dondok a hug in the middle of the set ~~~ in the middle of the pool 😅

Dondok was a C***d survivor. I never thought the reunion could be soo sentimentil! I mean, our practice was twice a week back then. On weekend, sometimes we went out for dinner. However, I wasn’t that close to them, but not seeing them for almost 20 months is different story! I’m glad we “made it” some how.

Glad things slowly return to normal and I am able to reunited with my swimming squad again. I thanked God for that!

The pandemic tought us how short life is.

Back after 20 months!
Quick dinner and catch up after the practice