The Ritual

Itu foto papa saya, di Shuvarnabumi Airport, Bangkok. Akhir Juni, 2019.

Waktu kecil papa kerap bawa kami ke Singapur. Disela sela business tripnya, hadiah dari kantor untuk liburan, etc.

Dulu saya pernah tulis di blog lama saya, Sebelum pulang ke tanah air, saya punya ritual lho! Berdiri di bawah giant information board ini Changi Airport, membaca satu persatu port of destinations, yang mana jauh lebih bervariasi dibanding dengan information board di Cengkareng.

Terus berharap, semoga suatu saat kesampaian ke kota kota yang namanya ada di buku Atlas.

Saya sempat screen cap tulisan saya dulu..

Waktu saya post itu, tahun 2005, ada blogger lain, Lalu namanya (saya ingat orang Lombok, apa kabar ya dia? Blog nya sudah de activate) bertanya. “Udah ada yang di cross mbak?”

Saya bilang belum hahahaha

Saya baru ingat lagi tulisan lama saya ini waktu lihat papa berdiri, iseng melihat announce board.

Eh, ternyata sudah ada yang di centang! 😉

Yang sia-sia akan jadi makna…

*judul lagu siapa ya?*

Anyway, saya pernah tulis di sini kan, iseng belajar bahasa asing lain. just for the fun of it plus sok-sokan bikin status pakai bahasa tersebut. yah, namanya pencapaian hidup B- bener , yang remeh-temeh  saja ditampilkan.

emang sih, ada perasaan “ish, guna ngga sih?” Ntah kapan-kapan juga saya travelling ke Jerman lagi.

Tapi setelah dua tahun, iseng-iseng saya ada gunanya juga lho! hahahahah. Setidaknya kawan  saya Lay, tah kalo duit koinnya sisa pas dia pergi ke Deutsch speaking countries (yang mana yaa cuma 3) mau diapakan. 

Kenafaaaa?

  • Tiba-tiba nemu saja teman lama (via socmed ya) yang masih tinggal di negara tersebut. jadi kalo whatsappan saya suka latihan juga lho.
  • Ini juga  lucu menurut saya. Saya tulis ya di sini, i followed random people in IG. Jadi saya tertarik (read: kepoh)  seseorang  karena komen  dia di IG teman saya, orang Philipina saya anggap kocak.  Saya dengan orang Pilipin itu, kenal lewat blog juga sih, terus mainan plurk yang sudah almarhum itu sampai ke IG.  Saya klik donk. Akhirnya follow just because he lives in Arizona. Jadi adalah di suatu masa, dimana  ada planning,untuk   saya tinggal di AZ ini. tapi  gagal. Saya berpendapat belum rejeki. Heheheh. Nah si Mr AZ ini ternyata pernah jadi exchange student di jerman waktu SMA. Jadi dia juga fasih. makanya saya rajin berbalas pantun, eh komen pakai bahasa Jerman ini dengan blio. keine Master von Himmel gefallen. Kata blio ke saya.
  • Ini juga seru, meminimal saya anggap seru lah! Waktu ikut tour sepeda Ambarukmo kemarin, saya dapat donk teman baru. Aby dan Ule. Turn out Aby kerja di sebuah PMA dari Jerman terus Ule mix race/indo  gitu. mamanya orang sana.

So what is the maksud of this post? Hahahaha.

rasanya kalau something good, sesuatu yang baik mau kita pelajari, pasti ada aja jalan untuk menggunakan ilmu tersebut. Yang jelas saya harus mulai belajar masak nih! 

And I am pretty sure at least I got two likes from this post 😉