fri-yay fri-dom

I really had a tough week!

Kemarin harusnya bisa melepas kesal dengan berjoget latin, gagal!

Salah perhitungan. nunggu kereta ke Tanah Abang baru datang sekitar 20 menit, akhirnya gw keluar stasiun Sudirman mau ngejar kereta ke Bintaro dari stasiun Tanah Abang

…lupa saya jalanan Jakarta tuh jahanam! Akhirnya dari Sudirman ke tanah Abang naik ojek 40 menit saja! Emang jadi manusia harus sabar! Bahahahah! Akhirnya malah ngga sempat ngejar kereta ke Bintaro sebelum jam 19.30. Tambah sebel jadinya!

But anyway…

Yang ada juga yang bikin saya nyengir Jumat ini. Setelah selesai berenang, saya baru sadar speed renang saya sudah “normal” kembali! Butuh 5 bulan! but okelah!

Jadi tiap Jumat saya rutin renang lagi dengan Elsa Manora, kakaknya Akbar. ngga sempet pulang kantor ke PIM.

Bagusnya kalau saya kesal, pelarian ke

Olahraga (selain makan). trus tadi saya iseng cek-cek portfolio saya.

Duluuuu banget, saya pernah cerita di sini, kalau saya pakai Tabungan Berjangka untuk menyiapkan dana macam-macam. intinya memang harus disiplin nabung sih.

Sejalan dengan waktu, saya tentu belajar lagi, baca-baca lagi, dll…akhirnya sekarang malah tinggal satu (dari 5- an apa ya) tabungan berjangka itu.

Disesuaikan dengan jaman juga lah! Dulu di tahun itu beli Reksadana kan minimal Rp 1,000,000, beli saham 1 lot = 500 lembar. berat buat cash flow saya saat itu kalo beli rutin.

tadi saya baru cek-cek portfolio saya.

Saya (saat ini) mostly simpan uang, di mutual fund sih. Belum berani property atau saham misalnya.

Ternyata dana pendidikan untuk anak-anak saya sudah hampir tercapai (budget saya ya, buat sekolah ke Inggris sih belum!) Hahahha!

Benar juga kata pepatah

“sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit”

cost averaging is good! Saya mulai dari 12 tahun yang lalu!

Dana lain sih masih bolong yaa…hahahah! Masih PR!

Waktu saya ambil kelas Certified Financial Planner pernah ada yang nanya, kapan waktu berinvestasi yang tepat? Jawabnya: sekarang!

Btw, kalau ada yang mau di cek kondisi financialnya, boleh banget. Sayang nih gelar CFP® saya belum berfungsi.

Gratis kokkk! Ternyata masih banyak rekan-rekan saya yang belum paham benar instrumen keuangan ini.

CSR-nya sikiky hhahah

Eh, individual social responsibility ding harusnya.

Advertisements

Yang sia-sia akan jadi makna…

*judul lagu siapa ya?*

Anyway, saya pernah tulis di sini kan, iseng belajar bahasa asing lain. just for the fun of it plus sok-sokan bikin status pakai bahasa tersebut. yah, namanya pencapaian hidup B- bener , yang remeh-temeh  saja ditampilkan.

emang sih, ada perasaan “ish, guna ngga sih?” Ntah kapan-kapan juga saya travelling ke Jerman lagi.

Tapi setelah dua tahun, iseng-iseng saya ada gunanya juga lho! hahahahah. Setidaknya kawan  saya Lay, tah kalo duit koinnya sisa pas dia pergi ke Deutsch speaking countries (yang mana yaa cuma 3) mau diapakan. 

Kenafaaaa?

  • Tiba-tiba nemu saja teman lama (via socmed ya) yang masih tinggal di negara tersebut. jadi kalo whatsappan saya suka latihan juga lho.
  • Ini juga  lucu menurut saya. Saya tulis ya di sini, i followed random people in IG. Jadi saya tertarik (read: kepoh)  seseorang  karena komen  dia di IG teman saya, orang Philipina saya anggap kocak.  Saya dengan orang Pilipin itu, kenal lewat blog juga sih, terus mainan plurk yang sudah almarhum itu sampai ke IG.  Saya klik donk. Akhirnya follow just because he lives in Arizona. Jadi adalah di suatu masa, dimana  ada planning,untuk   saya tinggal di AZ ini. tapi  gagal. Saya berpendapat belum rejeki. Heheheh. Nah si Mr AZ ini ternyata pernah jadi exchange student di jerman waktu SMA. Jadi dia juga fasih. makanya saya rajin berbalas pantun, eh komen pakai bahasa Jerman ini dengan blio. keine Master von Himmel gefallen. Kata blio ke saya.
  • Ini juga seru, meminimal saya anggap seru lah! Waktu ikut tour sepeda Ambarukmo kemarin, saya dapat donk teman baru. Aby dan Ule. Turn out Aby kerja di sebuah PMA dari Jerman terus Ule mix race/indo  gitu. mamanya orang sana.

So what is the maksud of this post? Hahahaha.

rasanya kalau something good, sesuatu yang baik mau kita pelajari, pasti ada aja jalan untuk menggunakan ilmu tersebut. Yang jelas saya harus mulai belajar masak nih! 

And I am pretty sure at least I got two likes from this post 😉

Dear Prince Harry

Dear Prince Harry,

on Early May,

 I entered a world major marathon ballot (yes, of course, the ONE in your country)

Actually, it was my second attempt to do so.

I-100%- believe that winners are randomly chose from all over the world.

But in case you read this…yeah, I’d like to go back there again.

From anywhere in this world I’d live next April. 

With my oldman (similar to what I did in Paris) and Will be taking  the same picture at the same spot.

i really 
Hope my pray come true (and I have the budget to do so!)

PS : Gimana kabar Oma? Sehat?
Ha!

Happy Monday all!

Let’s be Positive aja kitaaaa….! Dan kalo ngayal harus menyeluruh melibatkan orang orang yang kita sayangi!

YIhaaaa….#halusinasi #ngayalbabu

Update: my bad, above passage was inpired by my dearest Malaysian fellow runner, @harrishusni 

So called pay it forward

I am suffering from PLantar fasciitis since last March. But only last week I visited the doctor. I have to undergo 5 therapy.

Last night

I was 45 mins late for my second therapy *thanks to CL unreliable schedule earlier*

Desperately begging mbak Icha- the admission officer – to push whoever in charge, give me a slot – 15 mins before they (suppose to) closed their service.

Fortunately, therapist in charge agree which means she’d be late for home. She was still very friendly. 

Secretly pray these two ladies dimudahkan rejekinya, bahagia dan awet muda selalu dan dikabulin semua keinginanya yang orang2x ngga pernah tau...🙏🏽☺️

And I made promise, I’ll reduce my ramblings, ngomel-ngomel,, when a credit application with ”

URGENT

due date tomorrow” 

stamp arrive at my desk at 5 pm! 😛

.

Because I believe what comes around goes around 😬