Day 28: write about loving someone

Yang terlintas di otak saya saat baca topik hari ini, cinta seorang ibu benar sepanjang jalan. (At least, most of ibu-ibu). Walaupun saya yakin ngga cuma saya yang sering selisih pendapat sama ibunya, karena acap kali mereka – somehow-merasa lebih tau yang terbaik buat anaknya.

Saya jadi ingat sebelum berangkat umroh, ibu saya rencana masak buat bekal saya ke kantor (saat itu saya sudah mid 30’s, tinggal jajan padahal). Hal kecil-kecil itulah.

Pun saya ke anak-anak saya! Saya yakin doa yang terbaik pasti ibu-ibu siapkan di sela-sela waktu. Kerap mengesampingkan keinginan pribadi (misal yang paling simpel, belanja) tapi “lemah” kalau buat anak.

Ada meme yang melintas di linimasa saya beberapa waktu lalu, “mother’s love is unconditional, butbher temper is another story

Day 27: someone who inspire me

Banyak sih, tapi let me break it down

As working mother: atasan saya sekitar 6 tahunan di kantor pertama saya. Mbak Yessi. Dari dia saya belajar, jadi ibu dan ibu bekerja buat orang “selevel” kita itu pilihan. Maksudnya “selevel”, kita dengan sadar memilih untuk bekerja di luar rumah dan harus siap sama konsekuensinya. Dari blio saya belajar, memanfaatkan waktu jam per jam biar semua seimbang. Jadi saya ingat tuh, jaman makan siang dia pakai untuk belanja groceries atau keperluan sekolah yang diminta anaknya. Jangan coba2x hari senin nelpon dia nangis2x “maap mbak, anak saya sakit bla bla bla….ijin ngga masuk”

She’d asked you question : “kamu kemarin kemana?”

Rekan saya : “ya kemarin tamasya pergi bla bla bla bla”

Blio : “kamu tau kan ini musim hujan, bla bla bla dikondisikan semuanya. Ngga adil sama yang ngga punya anak, ngga bisa pakai alasan ini. Potong cuti!”

Ngerti kan maksudnya? 😉 Blio luar biasa bijaksana dan helpful. Orang pasti ada kekurangan, tapi kekurangan itu bisa ditutupi dengan ribuan kelebihannya.

As seasonal runner: kayaknya sering cerita juga di awal awal saya lari. Saya tuh pingin kayak ruthi. Dulu dia nge-blog juga di keluargahamdani kalau ngga salah. Indonesian family live in San Fransico. Anak laki2x kami seumuran. Ruthi nih sering banget ikut race. Lagi “jemur” Josh anaknya sembari lari pagi. Trus liat foto-foto blio pake medali, macam keren banget ih! Pengen kayak Ruthi! Sampai sekarang kami belum pernah kopdar!

Udah ah! Segitu aja! Mau meeting!

Day 25: inspired from 11th image of your phone

Foto ke 11 terakhir, 3 dari atas. Foto saya di perkampungan Parigi ketika jalan pagi hari ini. Dengan latar belakang bunga matahari.

Sekitar 3 minggu lalu, saya jalan pagi tanpa tujuan (toh masih sekitaran Pondok Aren, hahahaha) blusukan jalan kampung lalu ketemu daerah kolam ikan dan bunga matahari. Bunga mataharinya bermekaran! Duh, kepikiran balik lagi, ingin foto seperti rekan saya Citra, waktu blio bertugas di Jepang.

Apadaya, ketika balik lagi, bunga mataharinya pada layu. Tapi ada di pojokan yang masih bermekaran. Hahahah jadinya maksa. Di Jepang sebelah kanan dan di (belakang Sekolah International) Jepang. Beneran lho, check aja google. Sekolah International Jepang adanya di kelurahan Parigi, kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan. 😀