Sedikit cerita

Saya pindah ke perusahaan Jepang awal tahun 2012. Tiba tiba saya ingat lho, waktu Ramadhan Day one.

Waktu selesai sholat dzuhur, doa yang saya panjatkan “Semoga bisa ke Jepang bawa anak anak tahun depan” ūüėÄ saya tulis juga di Tumblr saya.

Aslik! Orang orang minta macem macem saya remeh banget permintaannya.

Mungkin karena terpengaruh lihat teman teman yang sering ke Jepang untuk bisnis maupun liburan.

Beda banget sama temen teman kantor sebelumnya yang mentok mentok Hong Kong. Hahahahah.

Yah, seperti yang diketahui bersama. Doanya waktu itu belum dikabulkan. Tuhan katanya Maha Tau kebutuhan umatnya ya, saya masih harus kumpulin uang dulu buat anak anak sekolah. Minimal sampai mereka masuk SMA (saat itu mereka masih SD kelas 3 dan 2) haahahah

Tuhan juga tau, bawa anak anak ribet seumur itu, saya pasti ikutan capek. Hahahahaha

Doa saya dikabulkan 5,5 tahun kemudian. Bisa bawa ayah saya pulak.

Anak anak karena sudah remaja, bisa bantuin baca peta, pesan makanan ato belanja di Lawson.

Kebayang deh kalo saya pergi ke Jepangnya tahun 2013. Haahhaah encok pasti!

At Kiyomizudera Kyoto

Advertisements

Em Ar Te (read: MRT)

As far as I can remember, first time I took Underground Train slash MRT when I was in 3rd grade, apprx 9 years old.

It was in Singapore, my parents annually took us there.

I went “wooow” since It didn’t exist in Jakarta.

As I said, we kept coming back to S’pore and taking MRT wasn’t fantastic journey anymore. Yet, I always in awe, since the country keeps building new lines, expanding the stations,etc.

For instance, Dhouby Ghout was once a small, quite MRT station. I remembered the station was majorly renovated in 2005, and now it is a huge transit station. I haven’t travelled back to Singapore for 3 years so I have no idea what lines are new.

I’m 41 years old, so do the calculation in what year I took MRT for the first time.

When I was in Singapore for work, I must say, I felt like I was the coolest Tangsel Citizen because hey! I took MRT to work! On daily basis!

Fast forward, Jakarta finally have one! I bet many of you have friends or you- yourself had posted short video or pictures of the long-awaited MRT in your socmed account.

Yet Being overshared I am, I didn’t post any! Tumben kan? Hahahaha

When I took MRT (in Jakarta) for the first time, I feel amazing when it goes escalated. From senayan station to Asean Station.

All the people in the compartment exclaimed “WOOOOOWWWW”

I bet they are just like me, middle class who travelled here and there including Singapore, yet, still in awe in a public transportation that goes underground to bla bla feet above the ground!

If you asked me, the MRT is not feasible for me in term of expenses and time consuming. It’s IDR 15,000 more expensive/trip and extra 30 minutes to get home/office.

But yes, there’s a feeling, a proud feeling that I took MRT to commute in a country where I live!

Lebak Bulus Bound

It is not surprising, that business area near the station goes very very well! People from Sudirman went to Blok A just to eat Nasi Padang. Because it only took 10 mins from their desk now (vs 45 mins by taxi)

Last Friday I asked my colleague to have lunch somewhere,near MRT station. Everybody agreed!

We were in the same elevator with our Irish Boss. He asked where we have our lunch, we explained and his reply was (of course he said this in English)

“Halah! Kalian heboh banget sih sama MRT! gw kira semua kota dilalui MRT, taunya cuma 1 line pendek”

In case google translation doesn’t work : you guys are exaggerating! I thought it is covering the whole city! Turns out only 1 short distance”

Ih misterrr! nunggunya lamaaaa tau!!!

Have you been to Tokyo? I

Di kantor sekarang, next higher saya US citizen of Philippines descendent. Sudah dua tahun di Indonesia, minggu lalu,blio kembali ke Tanah Airnya, pensiun.

Pengganti blio ternyata masih seorang expat. Dari negara pulau kecil di belahan utara, negara asal band The Script.

One day, waktu mau pulang, saya menunggu lift dengan bapak bule ini. Saya tidak tahu, apakah dia pernah ke Indonesia sebelumnya. Yang saya tahu, blio juga baru bergabung di Kantor Pusat tempat saya kerja (masih di Asia)

Terpaksa basa basi. Dia bertanya di mana saya tinggal, saya jawab di pinggiran ibukota.

Him : How do you commute?

Me: by train misterrrr

Him: is the train good? (Mungkin dia pikir di negara berflower ini, transportasi umumnya mirip di India)

Me : *sebagai die hard fans PT Kereta Api Indonesia saya tidak terima pertanyaan ini* Ya ofkors donk mister!! import dari Jepang! mister pernah ke Tokyo ngga? The train looks exactly the same! Ya udah persis kayak gitu keretanya! —> percakapan ini tentu dalam bahasa Inggris

Him : *senyum garing*

Besoknya, saya baru tahu blio sama seperti saya, nope, bukan orang Minang besar di jakarta #krik

Blio juga pernah kerja di perusahaan Jepang dan cukup lama, hampir 1 dekade. Tentu posisi yang dia pegang sebelumnya di perusahaan tersebut membuat blio bolak balik ke negeri matahari terbit. Mugkin dia hapal rute Japan Rail dibanding teman teman yang dulu sering dinas ke sana :))

Cih! Saya jadi malu!

Jangan Injak Lantai Merah!

Tadi siang, saya baca tweet seseorang nongol di timeline.

Saya ketawa kecil, lalu ingat pengalaman sendiri sekitar awal-mid 2002.

Saya ingat banget, waktu itu, saya dan kawan kawan ODP kantor pertama saya lagi di Mall Taman Anggrek. ntah mau makan atau nonton film Amelie. Ada 10-an orang lah.

Yah namanya Mall ya, lantainya kan mozaik gitu.

Image Source: propertydata.com

Terus nih, lagi jalan di hallway tidak begitu ramai, tiba tiba Lubeck teman saya ngomong

“jangan injak Lantai Merah

terus dia loncat loncat yang tegelnya selain warna merah.

Terus saya dan Fajar ikut-ikutan, lompat lompat antar tegel sembari teriak teriak “Jangan injak lantai merah!”

We were on our early 20’s live the fullest :))

Minus ya kelakuannya, kayak anak kecil!

Dan…

Saya ingat banget ada keluarga dengan dua anak kecilnya sekitar 8-10 tahun melihat kelakukan kami bengong gitu. Aneh banget nih kelakukan mbak dan mas ini, begitu kira kira pikiran mereka.

Menyadari kami jadi tontonan, kami berhenti. Saya ingat Tino, yang akhirnya mengembalikan karir dia sebagai oil and gas specialist (jadi dulu dia engineer, terus belot ikutan MDP Bank, tapi ngga selesai dapat panggilan dari oil company gitu).

Tino nyamperin kami sampe bilang “bikin malu aja nih calon officer Bank (tempat saya kerja)”

kami bertiga sih cengenges2x aja.

Sejujurnya saya lupa ada kejadian itu, sampai baca tweet tadi.

Terus kepikiran, kalau sampai 2 bocah yang melongo melihat kami saat itu dan ingat kejadian belasan tahun lalu, jangan sampaaaiiii mereka sekantor dengan salah satu dari kami.

Malu kan yaa :-/

where does it go?

Back in 2012, I signup for Personal Financial Planner class, held by the famous @mrshananto company.

Being breadwinner to raise two kids is some-what tough ūüôā manageable tho!

They sent us spread sheet from excel,we listed down our portfolio and they told us how to reach your financial goal, including Hukum Waris and Zakat.

I took the Syariah Version back in that time, the class was also held during Ramadhan. In that class, I decided to cancel my dream to visit Japan on next summer…because I have short-term financial goal to fulfill.

Anyway, long story short, if your read this blog now and then, you know what happen  to the postponed Japan Trip.

I reviewed my portfolio on quarterly basis, how far did I go, have I reached them, etc, then semi annually for the next three years I guess, then it became annually when I wanted to count my Zakat Mal, dsb.

later on, I found, I’m half ¬†closer to ¬†my financial goal :D. ¬†I wrote it here.

Anyway, after reading some (financial) literature, considering this and that, if you’re curious, I stopped buying Mutual Fund, I invest directly to Stock and Bond now (So Far, is ORI 15 and Saving Bond Retail 004) . Why you better buy Government Bond, is another story tho’ .

I started to invest in property as well,  actually  I did give a hint about this in previous posts.

But the bad thing is, now that I’m so relaxed about investing. I checked my portfolio last month, see how far it goes and I was surprised that it didn’t grow a bit (except for ¬†the capital gain).

I wonder where does my money go?

then I remember it all went here….

YYYAAA GIMANA MAU NAMBAH ASSETNYA TIAP DAPAT REJEKI LEBIH KEPAKE BUAT BELI TIKET DAN HOTEL!

*tobat financial*

but anyway, how often you think we should travel? in your opinion?  I regret none of those trips above.

another adjusting

ini enaknya blogging dibanding socmed lain, it kept details and memories. 

Jadi, hampir 7 tahun yang lalu, saya menulis ini.  waktu itu saya baru 2 minggu bergabung dengan sebuah institusi keuangan yang kantor pusatnya di negeri matahari terbit, a.k.a Japan. Karya saya di tempat itu, saya hentikan bulan lalu. biasalah, halaman orang lain lebih menarik. :))  Lanjutan postingan yang ini, deh.

Untuk lucu-lucuan, saya tulis lagi ya, penyesuaian saya…dulu saya nulis…

  • They don‚Äôt allow Ipod/Ipad/Laptop on work! bweuh..gue yang biasa make niy semua pas kerja rada stress booo
  • Absen pake finger scan, in which¬† 10 tahun gue kerja sebelumnya ngga pernah ada. Pernah hari kedua gue mau jalan pulang, nunggu bus TJ mau ke kantor lama, keluar lagi gara2x lupa finger scan‚Ķcihuy berat deh ah‚Ķ..mana antri TJ lama banget lageee ūüė¶
  • Lunch time strictly 1 hour‚Ķ.suseh dah, ngga ada acara ke PP, PS, Sency, Plangi apalagi mall ambas deh kalo gini. But they have dining room ada microwave ama dispenser segala‚Ķgue rada norak pas pertama kali ke sini hahahhaha‚Ķ.
  • No starbuck-ing sore2x sambel ketawa2x seringnya gosip bikin dosa,pantes yang kerjanya setara sama balaraja pada baek hati¬† sama anak marketing deh. bikin kopi di meja aja gue takut ditegur hahahhahah :D. Besides, no Starbuck in the building adanya Coffee Bean Tea Leaf, dah gitu gue mau bawa ke meja sebelum jam kantor pun yak, gue taro di tas‚Ķabisnya ngga ada yang bawa paper cup gitu ke kantor‚Ķhuhuhuhuu‚Ķbuat coffee lover macam gue rada sakit kepala nih.
  • Desk should be clear! yak‚Ķkalian tau betapa berantakannya meja gue pan ya booo‚Ķini pernah gue twitpic dulu waktu ngerjain proposallnya si @veddy . ada juga penamakannya di postingan gue yang ini. ==>¬†baru nyadar nulis ini. @veddy sudah berpulang hampir 2 tahun lalu.¬†
  • email ngga bisa ke luar‚Ķuhuy‚Ķkebayang deh kalo gue masih kuliah yang kerjaan kuliah dikirim lewat email kantor pas diskusi sama teman2x satu kelompok‚Ķhahha
  • Selain meja kudu clear, segala sampah kita yang beresein sendiri deh ya :p. New for me tiap desk ada tempat sampah dan tanggung jawab ama tuh sampah ūüėÄ
  • ini yang spektakuler gue belum adjusting‚Ķ.sekarang masuk jam 8 pastinya gue ngga bisa naik KRl 7.40 lagi! ya sudah naik yang jam 6.50‚Ķnah adjusting-nya ya‚Ķbiasa 6.30 am baru bangun sekarang dah harus berangkat¬† *icon ngantuk* dan ngga gue aja yang adjusting, anak2x terpaksa juga hahahah biasa baru bangun jam 6.45 dan masuk mepet bel sekolah sekarang paling pertama di sekolah hahahhaha

Walaupun hampir 7 tahun berikutnya, sudah banyak berubah seperti ngga ada Coffee Bean dan Tea Leaf lagi di gedung tersebut, terus saya ngopi di coffee stall kecil seharga IDR 15,000/cup. kalo mood drop pasti ke sana gosip gosip, masuk akhirnya jam 9 pagi, jadi bisa naik kereta jam 8.15am bahkan bisa les renang dulu paginya.

But now..

  • Masih absen pakai finger scan, tapi ngga terlalu strict macam sebelumnya, yang bisa buat saya lompat tangga 3 anak tangga kalau baru sampai gedung kantor 8.58 am :))
  • No ngopi-ngopi lagi, karena jangankan coffee stall,¬†Indomaret aja ngga ada :))
  • Sampah sekarang ada yang buang! hahahahahah! Saya hari pertama ribut cari¬†paper-shredder.¬†ternyata di sini mah….bebas….
  • Pantry-nya mini, berikut kulkas dan meja makan. Kebayangkan culture-shock nya saya dari ruang sebesar ini ke 1/15 nya. #lebay.
Pantry Lantai 4
  • Masuk 30 menit lebih awal, dimana yaaaa berjibaku lagi dengan kereta yang padat penumpang. Kereta jam 8.05 keberangkatan Serpong itu Surga deh! Sepi bettt! huuhhuuhhu.
  • Dan akhirnya, berjibaku 14 tahun di stasiun Palmerah, saya tidak turun di Stasiun itu lagi, tapi satu stasiun sebelumnya. Penting lho ini :))
  • Ngga boleh pakai Jeans di hari Jumat. uhhh….cry….! Di tempat lama sejak 3-4 bulan lalu dibolehkan pakai jeans, saya akhirnya bela-belain beli deh. hahaha
  • Saya punya cubicle lagi sekarang! Happy! :)) *iya belum jadi boss*

Tapi tetap seru lah, it’s learning process.

Dan tentu, si kotak pensil kayu saya bawa donk….hahahhaha!

M

Oh ya, boss saya yang memberi kotak pensil itu sebentar lagi pensiun. How time flies! Minggu lalu saya sempat bersilaturahmi dengan blio dan beberapa mantan anak buahnya. Jadi kami sekalian reuni.

CRMG crews 2007 – 2011

When there was no social media

Obviously, there was no Instagram nor Facebook in 1980’s, this is how my dad kept his memory !Dad in HoustonThe Caption

Manually tag the location.

I found it sweet…he still kept in touch with the one from south Africa until early 90’s. i remember peeling out the stamp from the envelope.

I think he should try to find Mr. Makete via FB then.