Terapi Hati

Beberapa bulan lalu, saya merasa anti sosial! Malas ketemu teman lama.jujurly, saya berasa jadi manusia ngga guna deh :))

teman-teman sudah jadi area manager, team leader, ina itu, I’m just a girl next door you only know by name.

Diajak kumpul, tidak pernah datang. I prefered sat even though not so comfortably in my home. Ya akhirnya, teman lama saya menjauh. malas ngajak saya lagi. Not surprise tho! let alone buka puasa bareng. kalo teman-teman di Path pada posting acara bukber mereka dengan keseratus teman terdekat…me? Almost zip – zero – nada!! Rasanya malas basa-basi, terus harus macet macet pulang, belum biaya makan di luar! Teheeeee …alasan terakhir sih kayaknya ya, my salary can’t afford it! Hahahaha! 

Tapi sekarang ini, saya lagi pengen banget ngobrol sama teman lama. Kemaren emang malas basa-basi.  Kerap merasa mereka sudah tidak sepemikiran lagi dengan saya (duileh…) ngga ingin ketemu semua teman lama sih tentunya. 

Ya, ada turning point juga.

Waktu  SMA, saya adalah kenal sama anak SMA lain. Saya di (Jakarta) barat dia di Timur (literally). Saya juga lupa gimana kenal sama blio. tapi saya ingat betul pernah naik Patas 46 dari Slipi sampe Cawang ke rumah dia, dan dia pernah juga main ke rumah saya (naik angkutan umum juga). itu 3x naik kendaraan umum lho. Niat bener.

kami juga lupa, belum jamannya socmed, mutual friend nyaris ngga ada, we still keep in touch. Atau mungkin via YM sesekali?  Saya masih ingat benar di kuliah mengambil jurusan Sastra Jerman. jaman ada socmed gini jadi lebih gampang silaturahminya. Pokoknya lebih gampang komunikasi saja

To make story short, kita akhirnya ketemu lagi kemaren mungkin setelah 7-8 tahun tidak bertemu muka. Tanpa planning. Tiba-tiba saya ingat dia, tapi tidak bisa menhubungi beliau via whatsapp. Selama ini temen saya memang tinggal di far far away land.  Dengan segala pertimbangan, memutuskan kembali ke ibu pertiwi. Pantes nomornya hilang di whatsapp. Tapi akhirnya mendadak bisa janjian ketemu sepulang kerja dengan kata pengantar dari belio pas chatting:

“Loe mau denger sekarang kenapa gw pulang atau tunggu gw nulis” 

Bahahahahahah! Tau aja gw kepoh! 

Teman saya kembali ke tanah air dengan modal minim.  Ngga gengsi kerja apa saja di ibukota untuk bertahan hidup yang buat saya geleng-geleng.
“Malu ngga loe? Kerja kayak gitu?”

“Ngga!”

“pas istirahat rekan kerja loe, yah….gitu donkk…..”

“Iya, tapi gw happy kok. ngga kesepian lagi”

hah!

bahagia itu memang sejatinya sederhana!

Memang benar kata gambar di atas , sometimes drinking coffee with your friend, is all the theraphy you need. Untuk kembali diingatkan hal-hal sederhana namun essensial.

PS : bagaimana saya dan kawan kawan lama yang lain? Masih mau ngajak saya ketemuan ngga ya? Heheheh 

a note to my friend

ex-collega saya, Ito-kun, akhir tahun lalu kembali ke tanah air. Blio sudah menyelesaikan MBA-nya di Boston, sempat kerja di kota tersibuk di Asia, namun  tidak betah. Ketika masa suntuk datang, memutuskan berhenti,blio malah dapat kerjaan baru, di kota bahkan negara yang berbeda, kali ini tidak terlalu jauh dari tanah air.

Kayaknya, saya sering banget ceritain di blog ini on which, old enough to be my son. :)) 

Yep, itu bercandaan kami karena usia kami terpaut jauh…. pakai banget. Tapi seru aja ngobrol ama Ito. Biar masih muda, pengalaman hidupnya menurut saya banyak. Pernah Tinggal di dusun sebelah timur Indonesia, sebuah kampung di negara tempat neneknya lahir, beberapa kota besar dunia pun pernah. Belum lokasi jalan-jalannya! sama menariknya! Dari keluarga sangat berkecukupan namun pekerja keras. 

well, anyway…kedatangan blio bulan lalu, cukup membuat saya kaget with WOW effect.

Ternyata, cita cita lama blio adalah membuka perpustakaan di seluruh Indonesia! his pioner libabry in his mother’s house. Untuk mendukung noble-act nya itu, blio butuh donor buku! Jadilah kami bertemu sebentar di gedung kantor,  having conversation with “life-lately” topic πŸ˜‰  two person with QLC and MLC,  and of course I donate the children books I have, yang umur buku itu…hampir sama dengan umur Ito! :))


he’s the man with cap, btw! And my female single readers, he’s single btw. I dont know whether taken or not, but you can follow him on his IG @chrisel181 to support his noble act. πŸ™‚ …and probably go ask yourself! he lives near by now. 

anyway, waktu blio masih sekolah di belahan dunia sebalah sana, blio menulis ini ketika saya ulang tahun…


hmm….buat yang tadi malam whatsappan sama saya sampai hari mau berpindah, well yeah…the last sentence of his words struck me the most…..in some way πŸ˜€

and dear Ito-kun, I know you read my blog every now and then! Happy Birthday little brother! all the best! 

menjelang wiken

ini lucu lucuan aja, yes? kalo kebetulan blog hopping lalu sampai di postingan ini sih, ngga perlu baca sampe lengkap. Jauh dari penting!

Jadi gini, gw pernah stalking satu account. Dia mantannya temen gw. Temen gw cowok btw, katakanlah nama temen gw Bambang. Bambang sih ngga pernah bilang nama mantannya siapa, cuma sekelibat sering cerita.

but hell yeah…

Si Bambang nge-tag dia at every other of his post, macam kasih informasi Matahari Terbit di Timur ngga sih??

To  make story short, adalah status si mbak Pangeran (begitulah nama blio kalo ditrenselet ke dalam bahasa Indonesia). Status ini di post waktu blio berulang tahun. 

Kira-kira: 

“hey gaesssss, maap baru respons ya. Gw seharian sama anak-anak gw di -Suatu Tempat Bermain- trus gw lelah. Baru baca messages kelennn” 

Gw berguman : “owhh, udah nyiapin diri jadi bapak tiri nih si Bambang. Kasihan amat sampe putus!”

gee! Things I don’t need to know! Gw kesel sendiri sih pas baca…honestly! 
eniwei buswei…temen gw ini beda tipis ama gw, suka posting foto foto dia dan #pertemanansehat #jangankasihkendorshayyy. Sampai akhirnya gw familiar di suatu wajah. Sebut saja namanya Mark (biar agak keren lah) 
Bapak Mark ini sama Mbak Pangeran temenan juga, btw. Gw acap kali melihat mereka dalam satu frame. Darimana liat fotonya? Ya dari foto foto yang ditayangkan si Bambang lah…

Gw lagi bengong di kereta, nge-klik donk donk donk profil Bapak Mark ini. emang udah tua aja doi. Ternyata Bapak Mark ini sekeluarga suka olahraga. sampe buat kolam renang sendiri di rumahnya.How do I know?  Ya adaaalah di postingan Bpk Mark. *asli stalking niat amat mbak*
Pendek kata kedua, minggu lalu si Bapak Mark posting foto (oh ya, blio nge blog juga) suatu bangunan dan ada tulisan di bagunan itu.

Otak gw kerap kali mengingat hal yang ngga perlu gw ingat.

Kali ini gw penasaran, kapan ya gw pernah baca nama gedung ini.

..*hanjes….berasa hidup rekarnasi dari elang hutan….*
lalu gw teringat…

“oh iyaaa, pas hari lahir si Mbak Pangeran kan dia main main ke situ sama anak anaknya….”
kesel ngga baca post ini? buang buang waktu 😝

 
 

alice and white rabbit

Salah satu rekan saya, minggu lalu berpulang. 

Kepergian rekan kantor lama yang usianya jauh di bawah saya itu, tentu saja menyentak banyak orang.

Saya sempat bertanya, kenapa tidak pernah ketemu beliau lagi di stasiun. Ternyata selama ini dia sakit, dan saya juga beberapa teman terlalu ignorant untuk menyimpak postingan alm di Path yang bolak balik check in di Rumah Sakit. Konon hasil lab yang merujuk penyakit yang diderita 4 bulan terakhir baru ketahuan setelah belio tiada.

Malam sebelum kepergian blio, saya sebenarnya pengen sekali besuk. Tapi RSCM cukup menantang jika dijambangin di malam minggu dari Serpong dan hujan. Karena sedang meyiapkan rumah baru, saya terlalu sibuk di pagi hari.

Apa daya, keesokan pagi ketika saya ingin menjenguk janjian dengan beberapa kawan lama dapat kabar belio sudah dipanggil “Big Boss” kembali. Meninggalkan hutang saya kepada blio untuk membelikan action figure yang merupakan kegemarannya jikalau saya travelling.

Saya tentunya menangis dan banyak kawan kami yang lebih dekat dengan alm melakukan hal yang sama.

Membaca Facebook beliau, banyak sekali pujian kepada rekan saya ini. Anaknya baik, tutur kata baik, pintar, korporatif ditambah wajah belio yang memang tampan. Semua masalah tampaknya dihadapin tetap dengan senyum khas-nya. 

Rekan saya yang lain lagi, Adit, memposting foto di atas di socmed beliau. Dengan caption

A dear reminder that life is short and being happy is just a smile away.

Post card from Papua

biak

NO, I am not the one who travelled there πŸ˜€

disclaimer:

THESE ARE Β NOT my pictures.

These belong to Wawank, my former colleague who now works in Jayapura Branch at one of Stated Owned Enterprise Bank .He shared these in our whatsapp group.

Since he’s not a socmed whore, (unlike..yeah, you-know-who!) I can’t help not to share these beautiful pictures!! he already gave permission.

Indonesia is dangerously beautiful!

Jayapura City

pantai mansinam – monokrawi

view behind his office! WHAT!!!!???

JayapuraΒ 

oh em gee…

Ich brauch Urlaub so zweimal im Jahr sechs Monate!
I need holiday, twice a year, 6 months each

Flirting

This might be a very touchy yet entertaining conversation yang pernah gw denger. Nyaris netesin air mata plus komen “elu tu yeee” sembari nyengir.
Ngga persis bener, namun kira kira begini :

——–xxx——–

Situasi :Β  salah satu temen baik gw nungguin ayahnya yang kritis, jam-jam terakhir sebelum ayahnya pergi. Lagi chatting sama temen gw yang lain. Both parties are single and available πŸ˜‰
T(ante) : elu pokoknya jangan pergi. Be there besides your dad. Mungkin dia nungguin semua anaknya kumpul.
T(emen) G(w) : iya. Disaat dia kritis, he still looks very handsome
T : pastilah. Nurun kok ke anaknya

Gw (pas diceritain) : –“

to dearest late colleague

many interesting things happened this weekend, but allow me to write this. This post, the third person was mas Agus, who passed away earlier this evening due to cancer. He’d be 42 this April, share the same birthday date with my kiddo. sebenernya gue beberapa kali juga cerita tentang blio walopun sekilas di blog ini. One screen pop up a moment after I learn about this news. gue dah cerita tadi di twitter…

Siang, di bulan Ramadhan biasanya gue isi dengan dengerin ceramah di musholla B5. Intinya, sang ustad mengingatkan kalo hijab itu mutlak bagi muslimah. Gue belum berjilbab waktu itu…pas keluar mushola ketika pengajian usai, gue ketemu mas Agus.

“jadi kapan elu pake jilbab. Loe ngga denger tadi ustadnya ngomong apa?”

gue cengir-cengir aja. Btw, mas agus ini gaya ngomongnya memang nyelekit rada ngebentak gitu. Style-nya memang gitu. Kalo udah biasa denger dia sih udah tahan banting. Lalu gue jawab sekenanya : “ntar, abis mbak XXX (anak buahnya)” sambil nyengir bego. Gue inget gue pake rok berapa cm diatas lutut waktu itu ;))

“Loe pikir masuk neraka pake nomor antri?” sengit dia lagi, terus kepala gue ditutup pake Sajadah dia dari luar mushola B5 itu sampe B1 depan lift. Kira-kira 15 menit jalan santai deh. He-eh…Sajadah booooo….

yang bikin berkesannya…ya…blio ini yang ngomong, suka hedon every now and then dulu =)). kayaknya itu ramadhan terakhir gue ngga pake jilbab deh…ihihhiih….Dan tiba2x ada cerita sajadah yang gue inget lagi…

di bulan ramadhan sebelumnya, 1-2 tahun sebelum kejadian kepala gue ditutup sajadah alm, gue abis buka puasa di intercotinental sama nasabah dan tim dia. Abis makan malam, pulang jam 8 biar kalo taraweh di rumah ngga kemalaman. Waktu itu di hotel ada pameran dari timur tengah gitu deh. Gue tengah mengagumi sajadah merah dari Turki waktu itu. cakep aja…bahannya halus. motif dan warnanya….gue suka banget. Jangan ditanya harganya…udah import dari turki…di hotel pulak..ketika gue lagi meraba2x mengagumi tuh sajadah…dia bilang “loe mau? gih ambil, gue bayarin…pake tuh buat tahajud”. bo…gue ampe nganga dengernya….tapi akhirnya tuh sajadah gue kasih mama πŸ˜‰ .

Trus pernah juga all in sudden siang hari dia nelpon gue ke meja “eh, gue siapin salad nih buat elu…” waktu itu dia kesel liat badan gue besar banget ngga keurus gitu…jadilah gue makan di cubicle blio , entah salad dengan macam2x dressing yang ended up gue bilang “ngga kenyang deh gue…” beberapa tahun kemarin blio ditugaskan di cabang SG sana, harusnya awal tahun ini kembali bertugas di lantai 6. Cuma Allah swt punya rencana lain.

Ah, you’ll be missed 😦

PS : sorry for fixing my Vinci shoes on your “authentic” LV bag ya mas πŸ˜€.

pic is his FB profile picture.