Tour Mesjid dan Keraton

OK, where was I?
Ah ya…
Sampai ke parkiran, tukang parkir akan menawarkan buku seharga Rp 25.000 dan bilang bersedia mau mengantar keliling mesjid. Pret…!!!!
kita akan dibawa ke Marbot mesjid…dia ilang.
Anyway, like I told you, mesjid ini dibangun sekitar 5 Abad yang lalu oleh Sunan GUnung Jati, Syarif HIdayatullah.
Beliau satu satunya wali yang berasal dari daerah Pariangan.
mesjid1Di dalam mesjid terdapat Beduk yang *kalau saya tidak salah* dibuat sekitar tahun 1800-an.

Mesjid “inti” sendiri, berdinding bata merah dengan pintu-pintu yang lebih rendah dari tinggi manusia. Sekedar mengulang, daerah didalam mesjid hanya dipakai (berjamaah) untuk sholat Jumat dan sholat ied, tapi kalau mau sholat duha diperbolehkan.
Tiang-tiang kayu di mesjid sekarang “dipagar” oleh besi supaya lebih kokoh. Soalnya mesjid ini tidak di renovasi hanya di re-storasi. “eh, apayah istilahnya?mesjid2
Terdapat mimbar yang dibangun sekitar tahun 1800-an  juga, dan dua tempat sholat yang dipagar satu untuk Sultan Kasepuhan satu untuk Sultan Kanoman. Sekedar mengulang juga, kedua tempat sholat ini emang taktik Belanda untuk mengadu kakak beradik ini.

mesjid3Diluar mesjid “inti” , ada satu pasak yang terdiri dari bermacam-macam kayu.
Hikhmahnya, bahwa peran kecil apabila disatukan dapat menjadi besar/berguna secara signifikan

Selesai dari mesjid, kita ke Keraton Kasepuhan.
Sama dengan mesjid, istana yang berada di areal +/- 25.000 m2 ini juga dibangun sekitar 5 abad yang lalu. Gue baru tau kalo semua istana itu menghadapnya ke alun2x, which is dibagian utara-nya. (termasuk keraton di Jogja).Jadi kalau ada “acara” raja kan duduk di “tribun utama”, sebelah barat pasti mesjid. Dari utara juga bisa terlihat apabila ada kapal datang.
Harga masuk keraton murah bow, cuma RP 3.000 buat orang dewasa dan Rp 1500 buat anak-anak, pas nyampe keraton “abdi dalem” dengan batik cireb0n akan menemani kita.

keraton1 copy

Napak keatas daerah Keraton itu tempat raja, permaisuri dan petinggi2x negara duduk kalau ada acara di alun-alun, lalu turun tangga lagi ada pendopo kantor petinggi tersebut, ada musholla yang dipakai untuk menyiapkan acara maulidan lalu sumur sedalam 5 meter yang airnya tidak pernah kering.

Masuk lagi areal kedua, pertama kita diajak ke museum dimana terdapat Kereta Singa Barong yang dulunya kendaraan operasional yang dibuat sekitar tahun 1529!  Simbolnya gambar dengan belalai Gajah (India-HIndu), sayap (mesir/Islam) dan kepala Naga (China).

keraton2

Konon kabarnya Cirebon itu berasal dari “caruban” atau campuran, asmililasi berbagai etnis dan agama/kepercayaan. Kereta menurut gue keren banget, ada shock breaker, suspensi, roda belakang dibuat “cekung” sehingga kalo ada lumpur ngga kena badan kereta, bagian belakang kereta ada ukiran dengan  ada motif mega mendung, motif yang menjadi ciri khas batik Cirebon.

mega mendung

Kereta ini tidak dipakai sejak 1942 dan tersedia replikanya yang dikeluarkan ketika acara maulidan atau acara kesultanan lainnya.

Di musium ini juga ada lukisan Prabu Siliwangi yang dilukis sebelum era kemerdekaan. gue lupa tepatnya kapan.
yang ngerinya ,boww,tuh mata si Prabu Siliwangi seperti “ngikutin” kita. kita ke samping dia ke samping, liat dari depan, dia sepertinya melihat kedepan juga. Pas ditawarin mengambil foto lukisan Sang Prabu gue menolak…hahahhhahah!
keraton7

Nah, kemudian sampelah ke Bangsal tempat, tempat kaki saya yang (kembali) bersepatukeraton8 merah menginjak tegel aslinya. PIntu depan tertutup untuk umum sehingga kta masuk dari pintu samping, Nah ke samping ini ada gerbangnya lagi PIntu Bacem (foto kami bertiga) karena konon kabarnya emang direndam semalaman.

Masuk ke Bangsal Pringandani kita bisa melihat arahnya serong dari pintu masuk, yah dari dulu ajaran Feng SHui udah terkenal.Dengan menyampingnya bangsal dipercaya apabila rejekin lancar masuk, tidak lancar keluarnya.
Disini “homy” banget deh keratonnya, lampu kristalnya diimpor dari Perancis sekitar tahun 1700-an.

Ini namanya Bangsal Panembahan, tempat Gusti Panembahan duduk. Kalo inget film2x kolosal jaman kerajaan ada adegan Raja menerima tamu dan sebagainya itu, nah disinilah sultan bertemu abdi dalemnya. Pengunjung tidak diperkenankan keatas Bangsal ini. Bangsal ini masih dipakai pada acara maulidan.

keraton5

Perhatikan tegel yang menghias anak tangga , ada karikatur. Karikatur ini tidak sembarangan lho. Tegel sendiri didatangkan dari Belanda sekitar akhir 1600-an awal 1700-an berisi gambar2x nabi, semua Nabi (dari 24 Rasul yang diyakini umat Islam, minus Rasul Muhammad saw) termasuk gambar Nabi Isa yang menggendong salib. Kesamping dikit ada sambungan dari tiles ini ini disusun berbentuk kubah mesjid.

keraton6

Setelah ini kami masuk musium lagi tempat alat-lat kesenian, senjata perang, meriam bahkan rompi perang dari tahun 1600-an yang beratnya…kurus deh kalo gue pake ini keliling Stadium Senayan 2 x…10 kg!!!!

That that the end of our keraton trip.
Dari bincang-bincang dengan Tour Guide ini (maaf pak,saya lupa namanya) , Subhanallah…abdi dalem ini dibayar RP 50.000/bulan!!!! Gue ulang sekali lagi Rp 50.000 sebulan! Mampus ngga lo!
gue jadi mikir, gimana meraka bertahan hidup ya? berapa orang sih yang berkunjung ke keraton.  Kemaren sedikit ramai karena hari libur panjang, coba kalau hari biasa, belum tentu semuanya dapat giliran menjadi tour guide (hiks…hiks)
sedikit tips dari saya:

  1. siapakan air mineral ya, lumayan capek jalannya. Tapi tukang jual teh botol ada siy menjelang masuk ke arah museum pertama.
  2. Ini penting banget : siapkan uang kecil agak banyakya…kalo bisa Rp  1000/Rp 5000 sebanyak 20 lembar. Tiap sudut di museum maupun  dalam keraton (daerah bangsal itu) ada kotak amal yang ditujukan untuk pemeliharaan kreaton dan mungkin gaji pegawainya. Penjaga di setiap sudut museum akan mengingatkan untuk mengeluarkan uang sukarela, cuma kalao nga ngasih agak mutung mereka.

yah gue siy mikirnya dengan harga tiket RP 3000 per orang what du yu expect, Super Pell aja berapa? ya kan…? berapa orang siy yang mau bolak balik ke keraton atau museum gitu?

yang bikin surprise, disini boleh moto2x lho…xixixixiix

Advertisements

4 thoughts on “Tour Mesjid dan Keraton

  1. wak asyik banget jalan2nya..sambil belajar juga tuh 🙂
    Ntar kalo mudik lg ke indo ..mauu ahh kesana 😀

    ==> yep mbak, belajar banyak dari masa lalu :D. Alternatif lain selain ke Bandung 🙂

  2. Jadi pengen ke Cirebon, apalagi kalo ke Trusmi ya, pasti lebih seru lagi krn kalap belanja, hehe..

    ==> Go go go! Agustus ada libur 3 hari tuh…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s