To the North

Next morning, I wanted to run again to Gorky park. But unfortunately I was late, and it was tooooo damn hot just like Jakarta.

To make it even worse, Gorky Park was closed since there would be an event.

Long story short, we checked out from Hotel at 12 pm, the hotel staff ordered us taxi, off we went to Leningradsky Station. Stasiun gambir-nya Moscow lah, and it’s HUUUUUGEEEEEEEEE!

This will be my very first time taking bullet train a.k.a сапсан

We were heading to St Petesburg, the second largest city in Rusia and trip took 4 hours and so.

I booked an apartment in Nevsky Avenue, the busiest district in this city. It is more like the famous Orchard Road – Singapore to me.

It took a while to meet the person who was in charge in my apartemen booking and the owner is not really nice either she complained why we we were so long after we arrived. Gee! I wonder if she travels! Doesn’t it took a while where to go after we reached our destination especially it’s first visit.

The manager doesn’t speak English, thanks God there is such a thing as Google Translate.

I welcomed myself again to Europe when I realized there was no elevator on the apartment and of course, no AC! It was summer and these middle-class tropical kids automatically looking for AC remote.

Anyway, we dragged luggages all the way to 3rd floor. Again, the owner doesn’t pay detail, she only gave us 3 towels.

But the room was nice.

Sunset at 10.30 pm and I woke up at 3 am, sun had raised!

Giling! Gimana yang Ramadhan di sini ya?

In front of Gorky Park

Leningradsky Station

Off to санкт Петербург

Out side Moskvoretskaya Station so hectic

Inside Sapsan

Mamang Galon at Nevsky Avenue
Advertisements

Привет, Москва

Hallo Moskow!

Well, here I am, back to Europe.

Many of my friends asked, why Moscow? What is so special??i said “i got promotion ticket from Thai Airways” that is it! I’ve always wanted to see the world, but money has always been the issue :))

That’s the reason, why we had overnight in Bangkok.

It was a 10-hr-flight from Shuvarnabumi to Domedodovo. Imigration process was so so, and yes!

Just arrived

My wish was granted , exactly in time frame! Gusti Allah maha baik!

We took aeroexpress to the city (Praveletskya Station) . And I couldn’t stop smiling.

Stasiun Gambir-nya Moscow

Of course, it took hours how to get to our hotel. Praveletskaya station (and its surrounding) got helped from the local, and boom. Because it’s summer, sun set later, I stay calm. Otherwise I got on my nerves.

Due the jet lag, I slept when I got the hotel.

‘Till later!

Cara mengurus Visa Russia untuk pemegang paspor Indonesia

*yang tinggal di Indonesia, kalo lau tinggal di Melbourne gw ngga ngerti*

Kalau mau baca lengkap dan terstruktur sih, baca di sini. Ahay….Saya bolak balik ngecek tulisan bapak Arif.

Tapi saya update sedikit.

  • Visa Invitation

Untuk mengurus visa, harus ada invitation letter yang bisa didapat dari hotel tempat kita nginap. Tapi, yang ngasih invitation letter ini biasanya, chained hotel yang serta merta saya coret dari list saya…karena (buat saya)  mahal…bayarin 4 orang booo :D. Di hotel max 2 orang.  Harus dua kamar donk.Saya beli di http://www.bronevik.com (resmi kok). Nah, update dari tulisan pak Arief, buat paspor Indonesia kena biaya lagi lho sekitar USD 15/orang. Indonesia dianggap negara berbahaya. Very sad!Cara lain, kalau beli tiket kereta https://www.russianrailways.com adminnya nawarin invitation letter for free. Sepupu saya dapat invitation letter dari situ. Ada tapinya ya: harga tiket lebih mahal, bisa 1.5 kalinya dibanding kalau beli langsung di www.rzd.ru. Jadi situ kalo mau irit, hitung sendiri. Saya karena pergi berempat, selisihnya lumayan jadi kamar 1 malam. Oh ya, dramanya nih, saya butuh 2 hari untuk  dapat invitation letter ini, sempat nyangkut dimanalah. bikin deg degan aja!

  • Booking tiket kereta antar kota

Untuk perjalanan kali ini, saya memilih naik kereta cepat SAPSAN untuk Moscow – St. Petesburg dan kereta malam St- Petesburg- Moscow.Pembelian kereta dari situs resmi www.rzd.ru hanya bisa dilakukan D-90 sebelum keberangkatan.

Ada drama juga nih, saya berkali kali booking gagal terus untuk 4 orang. Sepertinya, kegagalan saya karena saya memilih “child”  (below 21 yrs ) dan “senior”  (above 60) yang bisa dapat diskon. Kayaknya sih, diskonnya hanya berlaku untuk Citizennnya saja ya. Saya beberapa kali jalan jalan, memang banyak banget diskon transportasi umum, museum, untuk young adult dan senior, hal yang masih jarang di negara ini.

Harga tiket sepertinya naik berkala, macam tiket pesawat. Dan perhatikan juga ya, tiap seat beda beda harga di hari pembelian yang sama. Cek situsnya ya.

Untuk naik Capsan, saya booking tempat duduk yang tengahnya ada meja. Harga tempat duduk yang searah dengan jalannya kereta, sama tempat duduk yang berlawanan arah, beda sekitar Rubel 200/seat.

Untuk kereta malam, saya pilil=h yang kelas 2. Satu compartment berempat.Kalo ragu, cek youtube aja, banyak traveller kasih tau caranya/ simulasi tempat/ harga dll

  •  Hotel /akomodasi

Perjalanan kali ini, saya nginap di jaringan  Hotel Ibis untuk hari hari pertama dan apartemen di St petesburg dan Moscow sebelum kembali ke tanah air. Waktu saya booking apatement di St Petesburg, pemilik apartemen meminta saya mebayar DP dulu sekitar 5000 Rubbel. Bayarnya via Western Union. Hadeh! Saya sempat kelimpungan cari vendor yang bisa kirim uang pake Western Union. Indomart sudah tidak kerjasama, via bank mahal. Akhirnya di Kantor Pos. Saya ke kantor pos Taman Puring (Mayestik) sudah setengah jam menunggu sebelum ke kantor, petugasnya belum datang! Haduh, alamat disemport boss! Akhirnya siang –lunch break dari kantor saya ke Kantor Pos Jalan Tendean. Kurs untuk western union sedikit lebih mahal. Jadi, kalau kalian di Jakarta Selatan, ingat ya, Kantor Pos yang bisa melayani pengiriman uang Western Union salah duanya di situ. Keep this info, you thank me later!

  • Asuransi Perjalanan

Tidak disyaratkan. Tapi menurut saya ini penting. Apalagi saya berempat! Asuransi ini sifatnya payung sebelum hujan ya, proteksi! Jangan pelit sama diri sendiri! Jangan sampai di claim sih! Hahah. Saya pakai Chubb Insurance, polis dikirim via email. 

  •  Mengurus visa

Untuk pengurusan ini yang saya lampirkan

  • Form Pengajuan Visa yang di download dari http://visa.kdmid.ru  yang ditempel pas foto. Saya salah ukuran pas foto lho! Hahahah 3.5 cm x 4.5cm. Tapi boleh sama petugasnya.
  • Invitation Letter dari Bronevik untuk per orang ya.
  • Bookingan tiket pesawat pulang-pergi. Non refundable.
  • Tiket kereta antar kota (saya ngga tau ini perlu apa engga)
  • Booking hotel yang SUDAH DIBAYAR.
  • Saya lampirkan juga refrensi surat kerja. Ngga disyaratkan sih, tapi jaga jaga. Konon negara dimana kantor pusat saya bekerja sekarang berada, sedikit sakti, bikin takut negara sekitar. hahahhah
  • Dokumen individual (form pengajuan visa, invitation letter, booking tiket pesawat dan kereta) diselipkan di Pasport/orang. Pasti nanti disuruh disusun begitu sama petugasnya.

Jadi…

  • Tidak perlu menyampaikan bukti saldo di rekening. Kesel ya buat #kelasmenengahngehe kayak saya yang asset banyak di mutual fund atau bond. Ya gila aja ada idle money  puluhan juta di rekening bank! Senep kepotong biaya admin aja itu sih.
  •  Saya tidak menyertakan foto kopi paspor, lupa booo!

Lalu sampai kedutaan pagi hari. Pagar baru buka jam 9! Yang mengantri sudah banyak.  Nanti disuruh masuk, letakkan tas di locker. Cuma boleh bawa dompet dan dokumen yang diurus. Ipad/ laptop/hp ngga boleh masuk. Tiba saya di ruang tunggu terpasang  foto sang Presiden, Vladimir Putin dengan tatapan dinginnya . “ape loo ape loo” seolah berkata demikian. hiiii….takut. Intermezzo dikit, duluu pernah lho saya mimpi meeting sama dia, dua kali malah! bikin stress pas bangun tidur! aslik! 

Kedutaan Rusia

 

Ketika tiba nomor antrian saya, dipanggil sama orang  kedutaan. Diperiksa bentar, yang dia cek, ya invitation letter. Jadi fenting banget kayaknya gaees. Lalu dia bertanya.

“Maneh teh  pergi  sekeluarga?” 

” iya,teh. Anak Tangsel saba Rusia teh. Mau ke makam uwak, Michael Gorbacep”

PS : percakapan took place in English, of course…Petugas kedutaan orang Rusia, tapi lancar bahasa Indonesianya.

Oke,  bayar USD 80/orang. Ya, sudah naik USD 10 untuk proses kerja biasa.

Saya duduk lagi, nunggu bentar lalu dipanggil lagi kasih kwintansi. Waktu nunggu ketemu Bapak muda mau liburan lebaran sama keluarganya karena dia buka toko. Jadi toko tutup karena lebaran, karywan libur, beliau jalan jalan. Kayaknya yang liburan, hampir semua dapat promo dari maskapai yang sama. Jadi coba kalian cek bebi cek gaesss.

Nah, pas ngambil pasport, perhatikan waktu pengambilan. Saya pas mau ngambil 3 minggu kemudian, ngga lihat jam operasional. Makan siang dulu di Pasar Festival pas kelar, udah tutup loketnya. Bah! Balik lagi Seninnya. Hari kerja kedutaan juga diperhatikan, tidak selalu kita libur mereka libur juga, and vice versa. 

Deg degan banget…begitu buka passport! Alhamdulilah!

спасиба Mr Putin!

Doakan perjalanan saya lancar ya, yang minta dikirimin kartu pos, ditunggu ya!

 

PS: thank you buat Riana, yang kasih inspirasi dan terima kasih banyakk banget sama Anggi, yang sering saya whatsapp pas urus urus visa ini. Blio juga yang kasih saya ini! Rupanya ini pancingan ;).