Movie Review : Dangal

yeah….sikiky is back! Unties the knots, time to move on!

if Amir Khan made a movie, I know I have to watch it ( who doesn’t love 3 Idiots or P.K, anyone?) 

Another good movie about father-children relationship I watched this month.

adapted from a real story in India, it was  No surprise, more than half of the audiences were descendent from that country.


As ussual, I won’t tell the synopsis as you may read it somewhere. Some screens that struck me most:

  • Pillow Talk antara Orangtua Geeta dan Babita waktu mereka mau dilatih. Kira-kira gini lah :

Mama : Nanti ngga ada yang mau ngawinin anak kita

Papa : kalau merea sukses, mereka memilih bukan dipilih.

mama : apa kata orang kampung nanti?

papa : berapa lama mereka mau ngomongin kita? 

*coolest dad!*

  • Waktu Bebita nasehatin kakaknya.

“Walaupun papa marah sama  kamu, tetep saja dia papa kita, kamu anak kebanggannya”

Geeta terus menelfon papanya, nangis dan minta maaf. thing she barely do in such a long time.

Asli gw ikutan nangis jugaaaa….
—-

a spoiler Geeta Kumari had match in Jakarta, but she lost. 

Her dad (played by Amir Khan) re-watch the match and did many corrections….remotely! 

and …forget about the Joget India things. you wont see it in this movie.
PS : Dangal = wrestler = pegulat

Movie Review : Cek Toko Sebelah

Kayaknya gw udah lama ngga nulis review di blog. Kebanyakan galau :D.

Gw kan suka banget ya film Drama Comedy Thailand, apalagi dari produksi GTH macam Bangkok Traffic Love Story, Hello Stranger, ATM, terakhir yang gw nonton I FIne, thank you, love you . Yang terakhir gw nonton, streaming gitu, terjemahannya jelek. Jadi aja garing jatuhnya. Padahal kalau gw baca review orang-orang sih…bodor pisan!

Gw suka film2x Thailand tersebut,  karena menurut gw ngga lebay, mirip keseharian masyarakat sana yang mendekati kultur orang Indonesia juga NO fancy make up, rumah tinggal biasa aja, dan lain lain…dan lain lain. (sok tau aja sih ini, secara belum pernah tinggal di Thailand).

Anyway, setelah baca status path adek ipar gw, adek gw, bahkan sepupu ipar (blio nikah sama adek sepupu gw maksudnya), pada komen film Cek Toko Sebelah ini bagus banget. Apalagi ada anaknya presiden sebagai cameo. Aslik…pengen nonton.

 

cek_toko_sebelah

Gw sih ngga ngikutin ya, sepak terjang Ernest Perkasa ini. Gw cuma tau dia stand up comedian, pernah juga diributin di twitter ntah karena dia nginjak foto tokoh politik siapalah. Lupa-lupa inget gw (malas juga googling!)

Anyway, ternyata emang benar tuh kata adek-adek gw. Film ini berkesan banget! Dari nyengir, ketawa ngakak, terharu, nangis berlinang air mata bisa diulang sampe 18x dalam satu film. Dari semua film Comedy Thailand yang gw suka, KALAH sama film ini! 😀

Apaalagi setting ceritanya Indonesia banget. Judulnya aja Indonesia banget menurut gw.

 Cerita Engko Afuk — etnis Tionghoa—, yang punya toko kelontong buat supplai warung-warung kecil ataupun masyarakat sekitar dia usaha. Siapa sih yang ngga familiar dengan kondisi itu selama loe tinggal di Indonesia? Jaman gw SD, gw sekolah di Sekolah Katholik yang 95% siswanya Etnis Tiongha, banyak banget temen gw yang Popo/Kukung/Papinya punya toko kelontong, pas liburan sekolah mereka harus bantuin jaga toko. Ngga semua orang Indonesia keturunan Tiongha tuh anak cucu Eka Tjipta, Katuari (wings Group), Hartono (Djarum), etc. Banyak dari mereka sama rakyat jelata juga kayak kita-kita. Dan ini ditampilkan di film, mereka suka ngumpul sekalian taruhan, misalnya.

Sinopsis cerita sih banyak beredar lah ya…bisa baca sendiri. Fokus cerita /tokoh utama emang ke Erwin sih, tapi my favorites line from the movie justru keluar dari adegannya Yohan.

  • Waktu Yohan yang lagi boncengin Ayu hampir tabrakan dengan mobil, Yohan yang ceritanya temperamen ngamuk ke yang nabrak. Yohan lalu teriak, “Emang negara punya bapak loe, apa?” Keluarlah sosok yang nabrak itu yang pasti loe bikin at least nyengir. ====> Indonesia banget ini, both makian maupun muka yang nabrak =)). Harus liat sendiri, ngga lucu kalo diceritain.

 

  • Waktu Yohan terpaksa pinjem duit ke bapaknya bikin hati gw greges2x gimana gitu. Gw inget, gw terpaksa melakukan hal yang sama ke bokap gw. Ada 2 yang harus gw kasih makan sama sekolahin, sampai bayar asisten gw  udah malas,  mending gw kerjain sendiri, budgetnya buat yang lain!  Pas Yohan dapat imbalan kerja, dia datang ke toko bapaknya. Terus bapaknya bilang (tanpa liat muka Yohan, karena ceritanya mereka ngga akur) “Simpan aja buat kamu. Uang orang tua buat siapa lagi kalo bukan buat anaknya” ==> maknyess banget kan….ucapan persis sama dikeluarkan orang tua gw.

 

  • Waktu Ayu, istri Yohan bilang pengen pindah ke Jogja buat bikin toko kue, tapi lokasi toko itu punya mantan pacarnya Ayu tanpa Ayu harus bayar sewa. Yohan bilang “Yang berkewajiban untuk mewujudkan mimpi kamu tuh saya, bukan orang lain”  ===> huahhh….meleleh aku meleleh….
  • Waktu Yohan dan gang judinya ngumpul. Yohan sempat curhat, toko bapaknya dikasih ke Erwin. bla bla bla…temen-temannya ngomong “Biar loe Cina Miskin ngga punya toko, kita tetep mau kok temenan sama elo” ==> sianjisss…kocak bener pas ini….gw paling suka adegan mereka ngumpul-ngumpul sekalian taruhan/judi, makan indomie, becanda garing, dll. Acara kumpul-kumpulnya Indonesia banget lah….

What I love about the movie:

  • Film ini ceritain banget perjuangan orang tua buat anak-anaknya dan pentingnya keluarga. Bait lagu “Harta yang paling berharga, adalah keluarga…” (pada ingat ngga sama nih lagu? Si Erwin dan seketaris boss sih ngga tau…hahahah. Anyway, bait lagu ini diulang berkali kali sama bosnya Erwin dengan suara cemprengnya.
  • Yohan dan Ayu, dengan segala keterbatasan, saling sayang namun ngga ada adegan mesra norak gimanalah selama film ini. Padahal mereka (ceritanya) suami istri.
  • Gw pernah bilang sama temen gw orang asing, dia belum pernah ke Indonesia. dari Australi cuma ke MY terus Thailand.  Gw bilang ke dia, intinya, loe kalo ke sini (Indonesia), even baru pertama kali dan ngga ngerti bahasa Indonesia, loe pasti tau bedanya orang dari Indonesia bagian barat sama yang dari bagian timur. Ada banget di film ini. Kaya rayanya negeri ini….

 

Wajib tonton, pakai banget!!!!

Movie Review : Surat Dari Praha

images

 

Letter from Prague

Accidentally heard in radio that there would be some Indonesian Movie within the week and my friend Sinta made short review about this movie on her Path account, can’t wait to watch this! Unfortunately, near by 21 Cineplax didn’t have this movie on their theatre! Near by rumah gw maksudnya .  Ah!! I have to wait until weekend then….unfortunately, some of the theaters within TangSel are were no longer has this movie on their theatre! What! Film Indonesia kok ya sepi peminat sih! 😦

To be honest, the reason why I want to watch this movie is the setting. PRAGUE! PRAHA! kalau bahasa Indonesia-nya! The most beautiful city  I visited on my last trip. Here for the recap ^_^

Well, you can read the plot of the movie online, here my take on the movie, copy paste from my FB account with a bit modification.

 

  • A piece of Indonesia’s history that I never know. Gw baru tahu in 50’s – 60’s negara-negara blok Timur banyak memberikan beasiswa kepada pemuda Indonesia  dan mereka dikirim ketika Pemerintahan Soekarno. Waktu Orde Baru berkuasa, mahasiswa tsb dipaksa mengakui pemerintahan saat itu atau dicap komunis then become stateless!  Ngga bisa pulang ke Tanah Air. Some casts in this movie are actualy those students 😓 sedih kan mereka sudah tua yaaa! When I post this in my timeline, my friend send me the link about this students during Soekarno Era. Oh My Goodness, negara ini kok gini banget ya. Problema-nya itu itu aja ngga maju maju! 😦 Being a melancholic thinker who think too much I am, gw mikir perasaan mahasiswa itu waktu Ceko pun berevolusi. Kan negara ini pernah jadi Ceko trus gabung sama Slovakia jadi CekoSlovakia, terus misah lagi kan ya? Ngga hafal sejarah negara negara Eropa saya…anyone? Itu kan pasti deg-degan banget, mau pulang ke tanah air ngga bisa. 

 

  • I don’t think Om Tio Pasukodewo  (as Om Jaya, one the scholarship students during Soekarno era) and Tante Widyawati  (as Sulastri) are ever aging! They look as fabolous as they were decades ago 
  • Setting tentunya Kota Praha yang kecenya minta ampun pake banget itu! I heart this city so much. My favorite screen is when Om Jaya and Laras (Jullie estele) strolling in a bridge over Vlatava river with Prague Castle as the background *garuk garuk kursi bioskop*
  • OST songs composed by Glen Fredly *no need to explain*😉
  • My favorite quote was Om Jaya to Laras :

“Waktu saya mau berangkat ke Praha, saya berjanji ke Lastri dua hal
Pertama segera pulang ke tanah air segera untuk menikah dengannya. Kedua, mencintasi Lastri sampai akhir hayat saya. Takdir hanya mengijinkan saya untuk menepati  janji saya yang kedua”

*MELELEH ….AKU…… MELELEH*

Some screen of this movie made me smile :

  • Laras has to bargain for taxi fee in Prague! *yeah, we did too*
  • Laras lost her passport and money and came to Indonesia Embassy yet can’t get the replacement  very soon. “Saya disuruh tinggal sama anda!” Laras said to Om Jaya. heheheh, “lagu lama” yang kerap gw dengar dari teman-teman yang living abroad about staffs in the embassy.  😀
  • The local products, candies and instant coffee  which are the sponsored  of this movie. Ngga ganggu juga sih…

YOU GOTTA WATCH THIS MOVIE!

Here, a pic of my sister  in Prague! 😉

DSC_0332

Check out my flickr account for more pictures. Rasanya gw pengen bisa ke kota ini tiap 3 bulan! 

 

Film yang kutonton dan buku yang kubaca

seems a while gw ngga update blog tentang category ini :p

Jadi setelah 15 bulan di kantor sekarang jadilah gw dan colleagues pergi nonton. tadinya gw ama Anto mau nonton GI Joe jadi berbelok arah nonton Oblivion yang dibintangi Tom Cruise.

20130414-150312.jpg

Cerita tentang si jack harper yang berdua sama partnenya Victoria memonitor aliens lewat Robot-robot setelah aliens menghancurkan bumi. American style banget lah. Si jack sama Victoria tinggal di menara dan dimonitor lagi sama Sally yang tinggal di markas besar Ted.
ketika lagi memonitor robot yang rusak si jack liat pesawat ulang alik meledak yang ternyata ada beberapa sleeping capsule yang berisi manusia. Semuanya di tembakin si robot kecuali satu a/n Julia. jack merasa pernah ketemu sama Julia ini waktu bumi belum hancur.
Sebelum Julia dibalikin ke sally, jack sama julia ketangkap orang2x asing yang dipimpin Morgan Freeman (lupa gw nama dia siapa)
Mereka punya misilah…

And my take on the movie?
Si Witty nangis nonton film ini “lamaaa bener sik?” Isaknya :))
Si Toper gw lirik buka redit dari tab-nya
Gw…nanya2x mulu sama toper sampe ito-san ngomong
ntar Ironman 3 loe ngga usah ikut ya!!
Riki-kun…sempet tidur..intinya sih kami bosen :p

Books
spain on shine by Michelle jellen
Gw beli ini to kill time aja nungguin anak-anak

20130414-144205.jpg

cerita tentang anak SmA yang introvesrt, Ellena yang jadi exchange Student di ( as subject) Spanyol. Blio tinggal sama keluarga Cruz dan kemudian ada anak lain jenna yang ikutan tinggal disitu karena dorm-nya rusak.
kemudian cerita hari-hari di sekolah, hang out dan tentunya percintaan khas anak remaja 😉
Tapi abis itu gw males ngelanjutin, cuma 2/3 doank. ada yang berminat sama buku ini? I’ll give it for free.

Autumn once more – kumpulan cerpen

20130414-144740.jpg

Yang dijadiin judul karyanya Ilana Tan, cerita sisipan kali ya dari novel blio sebelumnya Autumn in paris. yep cerita tara dupont dan tatsuya.

Semuanya ada 13 cerpen dan yang gw paling suka jack daniel’s vs orange juice by harriska adiati

Cerita tentang Dennys yang naksir anak pak haji tetangga sebelah. Gaya bahasanya sinis namun lucu, gw paling suka gaya bahasa kayak gini :)). Akhir ceritanya ‘nampar’ lah. Sayang informasi tentang penulisnya minim.

Terakhir…
travel 101 writing

20130414-145428.jpg
Yang ngarang kebetulan kenal hahahah
Isinya, tentu saja bagaimana membuat catatan perjalanan bisa wisata kuliner, belanja, sejarah, alam…you name it agar lebih mantap dibaca.
Sayangnya (karena alasan ongkos cetak mungkin) foto2x nya ngga berwarna.

Movie review : TaleNTime

20121119-171939.jpg
I had this DVD since almost 2 years, waktu ke Penang, tapi baru ditonton kemarin 🙂

a puppy love between Mahesh, pemuda bisu tuli berdarah India yang dapat tugas antar jemput Melur, gadis melayu campuran yang ikutan lomba adu bakat. They fell in love, dimana hal ini dianggap tabu oleh ibu Mahesh yang tidak suka ras melayu dan muslim.

Disisipi pulak cerita tentang haviz, teman Melur yang ikutan lomba adu bakat ini, selilsih pendapat dengan teman Cinanya (lupa namanya), karena si teman menyangka haviz curang dalam ujian. haviz juga harus mengurus ibunya yang sekarat karena kanker. Adegan percakapan haviz dan ibunya sangat menyentuh :(( man… You  wish your parents would live forever!

Back to the love birds, ibu mahesh pas tau anaknya suka sama melur jadi marah besar…

i love yasmin ahmad movie (and her advertisements! ) , sering mengingatkan kembali makna keluarga and races ( sepertinya di MY masih masalah ya between races ini ? )

For example, waktu ibunya melur jalan2x mengajak temannya yang sebel banget sama helper di rumah melur, auntie ling yang berdarah cina.
ibunya melur “meh ling is moeslem, she had convert”
Teman ibunya “why she didn’t change her name,”

Disahutin sama adiknya melur yang jutek : “she convert to moslem not arab or malay”

Very beautiful movie…and I love all the songs!*cari ah CD OST nya*

Kalo nonton filmnya, gw jamin nangis lihat  clip yang ini

(asian) movie reviews

Another Thai Movie I watch Fabulous 30 (30 Gum Lung Jaew) -2011

Image

*sign language*

If there is a million people in this world are missing you,I would be one of them. If there is 100 people in this world, I’m still one of it.

For Por(asit) , Ja is his  Love at first sight since he was high school while for Ja, Por is just a little kid next door who is 7 years younger. 

Months before turned 31, her 7-year-relationship-boyfriend, Nope, a handsome pilot dumped her because Nope wasn’t ready to settle down. Ja was depressed and confessed through truth of dare kinda game when she celebrated her 31st birthday with her close girl friends. Por showed up on the party after weeks training in offshore to visit her grandma who lives in Bangkok.

He bravely trying to win Ja’s heart while Ja was confuse every now and then. When she gave Por a chance, Nope showed up again. Ja was kinda in between, realizing Nope wouldn’t wanted to be father of her future kids, while Por is… just a kid!

And I said, this is why I love Thai movie. Every little thing is natural 🙂 No lebay setting or what so ever . Anyway, plot is very simple and kinda slow.

Mungking karena beda rumah produksi sama BTLS, Hello Stranger and ATM, kinda so-so buat gw. Cendrung cheesy. Jadinya ngga menarik banget, perbedaan umur antara Por dan Ja yang jauh lebih tua kerap diangkat, tapi pointless. Mungkin kalo pake adegan2x apa ya…beda selera musik karena beda zaman, (ye.. ye.. macam gw sama Ito-san, gw cerita berbusa2x tentang Mili Vanili, dia bengong), ato tekologi kali ye, semestinya orang seumur Por ngga pernah kenal floppy disk 3.5″ kali ya, mungkin jadinya lebih menarik, kocak ato konyol (sok tau aja gw… hahahhaha) seperti produks GTS di tiga film yang gw dah nonton yang konyol.

Next movie : Kal ho Naa ho (There May Or May Not Be A Tomorrow)- 2003Image

Kalo sekarang Reza Rahadian ada di every other film Indonesia, tahun-tahun  segitu Sharurk Khan ada di every other film Indihe yaa…

Settingnya di New York, Naina tinggal sama ibu, nenek, adek laki2x yang maniak basket walaupun ngga bisa main basket karena kakinya disable dan adek angkatnya Gia. Nenek dan ibunya kerap bertengkar, sehingga Naina jarang banget terlihat tersenyum ikutan judes. Dia berteman baik dengan Rohit teman kuliahnya yang terkenal playboy.

Ibu Naina selain pusing sama ibu mertuanya, pusing juga sama bisnis restorannya yang mau bangkrut. Belum lagi dadi (nenek) yang benci banget sama Gia. Next days, datanglah tetangga depan Amman (Shahruk Khan) memberi warna sendiri terhadap keluarga Naina maupun extended family, relasi, etc.

Amman juga yang memberi ide untuk menolong usaha ibu Naina, brings Indian food to NY instead of selling american food. Naina yang awalnya judes banget sama Amman tiba2x ngerasa jatuh cinta. While Rohit, setelah lelah mengejar perempuan akhirnya sadar bahwa Naina adalah wanita yang dia cari.

Yaaaa…cerita cinta gitu deh…tapi mengharu biru, ngga cuma cinta segitiga ini tapi cinta seorang ibu sama anaknya yang di wakilin ibunya Aman w/ Amman, and ibunya Naina w/ her kiddos specially Gia. very unconditional love! netes2x air mata gw nontonnya…

 

movie review : Perahu Kertas

Waktu baca buku ini, gw dah feeling buku ini pasti di filmkan 😀 So when actually the writer translated her best selling novel, gw bela-belain nonton deh 🙂 biar paginya ngantuk berat jam 6 pagi sampe kantor gara2x kebagian tugas office checker.

Film dibuka dengan pengenalan tokoh Kugy yang muda (yee, lulus SMA gitu loo), cuek, bakal jadi anak baru di Bandung. *man, I like her teenage mutant ninja turtle watch!*  She stays with life time best friend Noni, Noni’s funny boyfriend..then met Keenan.

Ceritanya hampir mirip sama di buku ya, dan sebagai emak2x gw sibuk bertanya sama temen gw “yang main jadi ini siapa sih?” , “yang main jadi itu siapa sih?”…

Anyway, sayangnya Tio Pasukodewo ngga pas meranin orang bali, logatnya ngga dapat. Terus ini kan settingan thn 1999-an ya, Kugy sama Ojos udah sms-sms pake hp Nokia seribu umat jaman dulu itu. gw inget banget, sms-an (antar operator )  itu baru 2001 deh 😉 sebelumnya cuma telkomsel pasca bayar yang bisa saling kirim sms-an :)) *mendadak merasa uzur dewasa* well, that’s minor, I enjoyed the movie as well as its soundtrack! Tokoh Eko juga bikin film ini kocak dengan celetukan2x dia.

er…do I need to write spoiler here? 😉