Mendadak Nge-Trail 

Hola!

Entah kenapa, saya balik lagi galau. mau mengesekusi pilihan hidup maju mundur terus. Biasanya kalau sudah galau kayak anak ABG —tapi umur hampir kepala empat— saya harus nge-trail! 😉

Dari kemarin saya sibuk cari teman untuk ke Pondok Pemburu. entahlah mengapa dari ribuan kawan kawan runners (duileeehhh) tidak ada satupun yang bersedia. Ada yang malamnya sudah ikut lomba Asic Relay di alam sutra, ada yang baru pulang dari Sentul sabtunya, de ell el.

Sampai teman teman runners Bogor pun saya whatsapp pada  ngga bisa. Huaaahh.

Anyway to make it short, ada yang mau latihan MTB plus lari trail di Hutan UI.  nge-brick istilahnya. Dia mau ikut Tanjung Lesung Trail Triathlon. So, hutan UI it is yang pas buat latihan. yes, dalam komplek universitas terkemuka ini. awalnya saya ragu sendirian (soalnya kawan saya mau MTB-an dulu), tapi ya sudahlah…hutan di UI ini. markanya jelas, dan hutan dalam kotapun.

Masuknya dari depan FTUI sanaan dikit. dulu adik saya kuliah di sana (dan saya suka antar jemput dia), jadi masih agak familiar sama komplek itu. 

Satu loop cuma 7.5 K cocok banget buat saya yang sudah hiatus hampir 1 tahun setelah Messastila Half Marathon. 

And I didn’t regret it that I finally drag my heavy butt to have 1 hour trail run!


Karena teman saya telat bangun, jadinya telat berangkat, dan telat pula waktu janjian yang sudah disepakati dan  saya juga malas nungguin dia, saya lari sendiri saja duluan. Dengan alasan di atas, kemungkinan besar tidak akan nyasar, marka track jelas.

lucunya, banyak yang sepedahan kasih muka prihatin sampai komen :

Mbak, berani sendirian di hutan?”

“tau jalan ngga?” 

Ish! ngga tau dia saya alumni BRomo 30K, Messatila 21K dan Halimun  Salak 11K

*congkak*

*padahal race tersebut status saya DNF atau lewat COT*

Hahahahha

Padahal yang jalan santai di hutan bawa keluarga juga banyak sih. macam di Eropa aja wisata ke hutan. 

Anyway, saya belum puas. kelar lari cuma dapat 5K, gampang banget cari jalan potong. ketika saya ketemu teman saya, dia malah baru mau mulai sepedahan. Padahal saya masih ingin 1 loop lagi tapi malas nungguin blio sepedahan.

Plantar saya belum sembuh sih, tapi yaaa! kangen nge-trail!!!! sentul, I’ll be back sooon! 

Ayo Tina atau Mbak Dita temenin saya! diam diam kalian baca  blog saya ternyata! Hih! Kadang penasaran, siapa teman saya in real life (bukan yang kenalan gara-gara ngeblog) baca cerita si kiky ? Hehheheh 

Movievaganza :Dunkirk and The Teacher’s Diary

My #1 chose this movie, on Hari merdeka.Gave me a “huh?” question before I finally agreed. I got used to her always-opposite-to-mine- taste. As much as I love history, I hate this genre of movie.

Name after a city, when UK and French lost the battle during WWII , and Winston Churcil had to save his clueless 400,000 soldiers with invasion from NAZI. they had to waited and tried to survive in the designated beach the best they can do.  Some soilders just got frustated and jump to the sea. I believed the situation was too frustrating for them. 

 War is suck, hope it never happen again in my country and other part of the world. read Yousuf’s story here
And for whoever died, tried to save other’s life, no matter what race or religion they were, may their brave soul rest in peace 🙏🏽

There was one screen showed that one of the survive British Soldiers wanted to come out of the boat.

“I want to see the cliff!” He said

Then the screen play was in Dover. A beautiful white cliff.

After watching this movie, I looked at the map. i’m currious because the British  Chief in Commander (in the movie) always said

“Home is in front of us” with a sad look.

Ahh, it is! I have no clue is not ‘that’ far and Dover Cliff is a beautiful national park!

THE TEACHER’s DIARY

Another Thai’s movie I watched and this one also from GTH production. I watch many of its movies.

the Story is about Mr Song and he is a teacher in remote area in Thailand. don’t know which part of Thailand though. he is replacing Ms Ann who quit the job earlier that semester because her boyfriend asked her to (they want to get marry soon).

As an Indonesian, I could relate to a teacher must teach in poor-rural-area. Hero! 

 I can imagine Ms Ann’s lonely soul, living in with poor infrastructure area and she wrote all her galauness in diary to kill time, which she accidently left at school before she left for good.

 By reading her diary, Mr Song fell in love with Ann , a woman he never met…and so did Ann to Song later on…a man she never see in person but the four students keep mentioninh his name.

 trust me, this isn’t cheesey love story movie.

At least, at the end of movie Song yelled “SAWADIKARP P’ANN”

Anyway, here’s the trailer…The movie is very sweet! 

Review santai : sunday at Tiffany’s

Seperti yang sudah saya cerita ceriti, I sold my preloved items via OLX and Instagram. Terpaksa merelakan buku-buku saya untuk diadopsi sama yang ingin punya. No space in new house.

Selain itu, kenapa saya jual…karena saya merasa kalau ada yang mau beli, he/she really wants to read it.

Nah, salah satu teman saya yang pindah ke Amerika kemarin,  koleksi buku juga. Karena mau pergi, blio nitip jual di akun saya sebelum dia berangkat. Ya sudah saya  iya-in. Terus biasa deh, namanya pembeli macem-macem kan. Ada yang pesan buku ini Sunday at Tiffany’s.

Sudah saya siapkan, calon buyer menghilang! #KZL

Anyway, jujur saja, kemampuan saya membaca sudah menurun jauh! I blame my stupidity towards socmed and whatsapp! Guilty as charged!

Tapi entah mengapa, dari beberapa buku blio yang belum terjual (ada yang saya sisihkan dulu, sebelum blio berangkat) saya tertarik baca buku karangan James Paterson ini.


Seperti dugaan saya, bukunya bertema Cinta.

adalah seorang Jane Margaux (8 tahun)  bersahabat baik dengan Michael. Michael teman  curhat, body guard dan satu-satunya teman Jane. Orang tua Jane, Vivian Margaux dan bapaknya Jane ceritanya sudah pisah. vivian ini sibuk banget tidak ada waktu buat Jane. Makanya Jane sangat tergantung sama Michael, which is…her imaginary friend. 

Pas Jane ulang tahun ke 9, Michael “pamit”. Dia bilang jane pasti lupa sama Michael, karena tugasnya selesai.

fast forward 23 tahun kemudian, Jane masih tinggal sama ibunya (which is uncommon ya buat orang-orang di Ameriki) bahkan kerja di kantor ibunya. DIa punya pacar aktor ganteng tapi sengak namanya Hugh.

One day pas mereka lagi dining, tiba-tiba (nah ini gw lupa) either Jane atau Michael melihat penampakan salah satu dari mereka and “BUMMM”. pas pulak hubungan Jane sama Hugh lagi tegang-tegangnya karena sifat kasar Hugh.

Well, the rest is typical love story..but remember, saya penasaran karena Michael pun bingung kenapa dia bisa “nongol lagi” 

Anyway.. pantes aja saya tertarik baca. settingnya di ……..New york 😉 argh! i hope I’ll see you soon Big Apple! 

Dan saya baru tahu, buku ini sudah di filmkan. Saya belum nonton sih, cuma kalau liat trailernya banyak beda dari buku (as always) yang main Alysa Milano! Teens grew up in 90’s pasti pernah mengidolakan beliau waktu main di series “Who’s the boss?”

Anyway lagi, kalau minat buku ini bisa di beli di akun Instagram Garage Sale  saya #bahahahahah #ujung ujungnya Jualan.

Masih ada banyak buku contohnya ini :


Cek TKP ya, gan! 

So called pay it forward

I am suffering from PLantar fasciitis since last March. But only last week I visited the doctor. I have to undergo 5 therapy.

Last night

I was 45 mins late for my second therapy *thanks to CL unreliable schedule earlier*

Desperately begging mbak Icha- the admission officer – to push whoever in charge, give me a slot – 15 mins before they (suppose to) closed their service.

Fortunately, therapist in charge agree which means she’d be late for home. She was still very friendly. 

Secretly pray these two ladies dimudahkan rejekinya, bahagia dan awet muda selalu dan dikabulin semua keinginanya yang orang2x ngga pernah tau...🙏🏽☺️

And I made promise, I’ll reduce my ramblings, ngomel-ngomel,, when a credit application with ”

URGENT

due date tomorrow” 

stamp arrive at my desk at 5 pm! 😛

.

Because I believe what comes around goes around 😬

Tapi kan…

Baca postingan cici Inly di sini, bikin gw ngakak waktu itu. 

Gw jadi ingat cerita sendiri waktu lagi jalan-jalan keliling TangSel urus roadbike kita, cari helm, makan makan bareng temen gw. panggil aja Bebebs. Yaaa, nickname dia gitu lah. so, kalo kalian ada di Path saya terus saya reply komen seseorang pake “bebebs” ya itu dia..#penting

pokoknya waktu itu setengah hari berduaan deh. mesraa..

Anyway, yang nyetir waktu itu dia. Blio ngoceh seperti biasa. mau seriusin sepeda, ceunah!  intermezzo bentar, si Bebebs ini…saban hari…literally Every day, Jeden Tag, posting foto-foto dia abis ikut kelas GYM. Bisa back to back kelas RPMnya…warbiasyak!!! Blio lumayan berada yang mana kami tidak segan-segan menfaatkan kekayaannya. terutama di bidang logistik (makanan). Aslik…kulkasnya penuh pisan. Suka gw bawa pulang sebagian isi kulkasnya kadang-kadang.

Sementara gw desek-desekan di KRL, nyari ojek, meja berantakan, kertas sana sini, salah nge print, dll dll terus liat posting si Bebebs lagi selfie die Gym…ishhh suka #KZL #duniatidakadil #tapiberlakukesemuaorang #soitisfairafterall

Memang benar komen-komen di postingan Inly itu, bikin racun hati socmed itu kalau ngga bijak. #ceileh

Terus gw cerita ama dia:

“Loe gampanglah seriusin sepeda! Loe kan rajin  nge-gym. building core. Endurance elo udah tjiamik deh! Asli gw iri ama loe tiap pagi bisa nge-gym. Mantepin sepeda Tinggal ngeluncur di jalan…cussss!” 

Kira-kira gitu deh!

Terus ngalor ngidul kemana mana lagi, sampai gw cerita gosip di salah satu WA grup gw. Orang-orang di WA group ini, si Bebeb kenal semua. Cuma dia ngga masuk grup itu karena…grup ditujukan buat kami yang cari emas berlian atau saham (TLKM diprediksi 5,000 akhir tahun, gan! Hahahah)  di Jakarta, tinggal di tangsel buat nanya nanya jadwal Commuter Line. Yaaa tapi yang diomongin ngga cuma kereta doank lah! Gosip gosip hits seputar orang-orang ngga penting juga kita bahas, 😉 oh, grupnya cewek cowok lho! 

 termasuk janjian makan siang bareng. heran juga sih! Rumah deketan, sabtu minggu juga sering ketemu, di kereta ketemu, masih pengen makan siang bareng! Suka Bela belain walo kantor ngga semua deketan. 

Nah, abis gw ceritain gitu, tiba-tiba si Bebebs  komen:

“Ihhh, gw tuh sirik deh sama kalian! Suka seru ya denger kalian cerita tentang kerjaan makan siang bareng di Jakarta.  Gw suka iri deh sama yang kerjanya di sudirman-kuningan situ! Gw pengen  banget dari dulu bisa kerja di kantor yang dingin, pake baju bagus. Apalagi elo, di perusahan asing. Bisa meeting sama orang asing. Kayaknya Keren banget deh”

Haaaaaadezighhhhg! 

Rumput memang lebih hijau di pegunungan! :))

Anyway, foto di bawah ngga ada hubungan sih. Ini pas sebagian besar grup bisa makan siang bareng di Cahaya Kota-Gondangdia. sup ikanny enak banget boooo! Sehr lecker! 

inilah kami, gold digger from Suburb yang mengadu nasib di Hauptstadt! Lalu rutin menggunakan kereta api. Kecuali yang kanan gw (emang aslinya cantik banget, awet muda, padahal anak sudah mau kuliah)  yang lain ngga ada yang keren juga kan? Tetep aja ada yang iri! Bahahahaahahah