Привет, Москва

Hallo Moskow!

Well, here I am, back to Europe.

Many of my friends asked, why Moscow? What is so special??i said “i got promotion ticket from Thai Airways” that is it! I’ve always wanted to see the world, but money has always been the issue :))

That’s the reason, why we had overnight in Bangkok.

It was a 10-hr-flight from Shuvarnabumi to Domedodovo. Imigration process was so so, and yes!

Just arrived

My wish was grand , exactly in time frame! Gusti Allah maha baik!

We took aeroexpress to the city (Praveletskya Station) . And I couldn’t stop smiling.

Stasiun Gambir-nya Moscow

Of course, it took hours how to get to our hotel. Praveletskaya station (and its surrounding) got helped from the local, and boom. Because it’s summer, sun set later, I stay calm. Otherwise I got on my nerves.

Due the jet lag, I slept when I got the hotel.

‘Till later!

Advertisements

Cara mengurus Visa Russia untuk pemegang paspor Indonesia

*yang tinggal di Indonesia, kalo lau tinggal di Melbourne gw ngga ngerti*

Kalau mau baca lengkap dan terstruktur sih, baca di sini. Ahay….Saya bolak balik ngecek tulisan bapak Arif.

Tapi saya update sedikit.

  • Visa Invitation

Untuk mengurus visa, harus ada invitation letter yang bisa didapat dari hotel tempat kita nginap. Tapi, yang ngasih invitation letter ini biasanya, chained hotel yang serta merta saya coret dari list saya…karena (buat saya)  mahal…bayarin 4 orang booo :D. Di hotel max 2 orang.  Harus dua kamar donk.Saya beli di http://www.bronevik.com (resmi kok). Nah, update dari tulisan pak Arief, buat paspor Indonesia kena biaya lagi lho sekitar USD 15/orang. Indonesia dianggap negara berbahaya. Very sad!Cara lain, kalau beli tiket kereta https://www.russianrailways.com adminnya nawarin invitation letter for free. Sepupu saya dapat invitation letter dari situ. Ada tapinya ya: harga tiket lebih mahal, bisa 1.5 kalinya dibanding kalau beli langsung di www.rzd.ru. Jadi situ kalo mau irit, hitung sendiri. Saya karena pergi berempat, selisihnya lumayan jadi kamar 1 malam. Oh ya, dramanya nih, saya butuh 2 hari untuk  dapat invitation letter ini, sempat nyangkut dimanalah. bikin deg degan aja!

  • Booking tiket kereta antar kota

Untuk perjalanan kali ini, saya memilih naik kereta cepat SAPSAN untuk Moscow – St. Petesburg dan kereta malam St- Petesburg- Moscow.Pembelian kereta dari situs resmi www.rzd.ru hanya bisa dilakukan D-90 sebelum keberangkatan.

Ada drama juga nih, saya berkali kali booking gagal terus untuk 4 orang. Sepertinya, kegagalan saya karena saya memilih “child”  (below 21 yrs ) dan “senior”  (above 60) yang bisa dapat diskon. Kayaknya sih, diskonnya hanya berlaku untuk Citizennnya saja ya. Saya beberapa kali jalan jalan, memang banyak banget diskon transportasi umum, museum, untuk young adult dan senior, hal yang masih jarang di negara ini.

Harga tiket sepertinya naik berkala, macam tiket pesawat. Dan perhatikan juga ya, tiap seat beda beda harga di hari pembelian yang sama. Cek situsnya ya.

Untuk naik Capsan, saya booking tempat duduk yang tengahnya ada meja. Harga tempat duduk yang searah dengan jalannya kereta, sama tempat duduk yang berlawanan arah, beda sekitar Rubel 200/seat.

Untuk kereta malam, saya pilil=h yang kelas 2. Satu compartment berempat.Kalo ragu, cek youtube aja, banyak traveller kasih tau caranya/ simulasi tempat/ harga dll

  •  Hotel /akomodasi

Perjalanan kali ini, saya nginap di jaringan  Hotel Ibis untuk hari hari pertama dan apartemen di St petesburg dan Moscow sebelum kembali ke tanah air. Waktu saya booking apatement di St Petesburg, pemilik apartemen meminta saya mebayar DP dulu sekitar 5000 Rubbel. Bayarnya via Western Union. Hadeh! Saya sempat kelimpungan cari vendor yang bisa kirim uang pake Western Union. Indomart sudah tidak kerjasama, via bank mahal. Akhirnya di Kantor Pos. Saya ke kantor pos Taman Puring (Mayestik) sudah setengah jam menunggu sebelum ke kantor, petugasnya belum datang! Haduh, alamat disemport boss! Akhirnya siang –lunch break dari kantor saya ke Kantor Pos Jalan Tendean. Kurs untuk western union sedikit lebih mahal. Jadi, kalau kalian di Jakarta Selatan, ingat ya, Kantor Pos yang bisa melayani pengiriman uang Western Union salah duanya di situ. Keep this info, you thank me later!

  • Asuransi Perjalanan

Tidak disyaratkan. Tapi menurut saya ini penting. Apalagi saya berempat! Asuransi ini sifatnya payung sebelum hujan ya, proteksi! Jangan pelit sama diri sendiri! Jangan sampai di claim sih! Hahah. Saya pakai Chubb Insurance, polis dikirim via email. 

  •  Mengurus visa

Untuk pengurusan ini yang saya lampirkan

  • Form Pengajuan Visa yang di download dari http://visa.kdmid.ru  yang ditempel pas foto. Saya salah ukuran pas foto lho! Hahahah 3.5 cm x 4.5cm. Tapi boleh sama petugasnya.
  • Invitation Letter dari Bronevik untuk per orang ya.
  • Bookingan tiket pesawat pulang-pergi. Non refundable.
  • Tiket kereta antar kota (saya ngga tau ini perlu apa engga)
  • Booking hotel yang SUDAH DIBAYAR.
  • Saya lampirkan juga refrensi surat kerja. Ngga disyaratkan sih, tapi jaga jaga. Konon negara dimana kantor pusat saya bekerja sekarang berada, sedikit sakti, bikin takut negara sekitar. hahahhah
  • Dokumen individual (form pengajuan visa, invitation letter, booking tiket pesawat dan kereta) diselipkan di Pasport/orang. Pasti nanti disuruh disusun begitu sama petugasnya.

Jadi…

  • Tidak perlu menyampaikan bukti saldo di rekening. Kesel ya buat #kelasmenengahngehe kayak saya yang asset banyak di mutual fund atau bond. Ya gila aja ada idle money  puluhan juta di rekening bank! Senep kepotong biaya admin aja itu sih.
  •  Saya tidak menyertakan foto kopi paspor, lupa booo!

Lalu sampai kedutaan pagi hari. Pagar baru buka jam 9! Yang mengantri sudah banyak.  Nanti disuruh masuk, letakkan tas di locker. Cuma boleh bawa dompet dan dokumen yang diurus. Ipad/ laptop/hp ngga boleh masuk. Tiba saya di ruang tunggu terpasang  foto sang Presiden, Vladimir Putin dengan tatapan dinginnya . “ape loo ape loo” seolah berkata demikian. hiiii….takut. Intermezzo dikit, duluu pernah lho saya mimpi meeting sama dia, dua kali malah! bikin stress pas bangun tidur! aslik! 

Kedutaan Rusia

 

Ketika tiba nomor antrian saya, dipanggil sama orang  kedutaan. Diperiksa bentar, yang dia cek, ya invitation letter. Jadi fenting banget kayaknya gaees. Lalu dia bertanya.

“Maneh teh  pergi  sekeluarga?” 

” iya,teh. Anak Tangsel saba Rusia teh. Mau ke makam uwak, Michael Gorbacep”

PS : percakapan took place in English, of course…Petugas kedutaan orang Rusia, tapi lancar bahasa Indonesianya.

Oke,  bayar USD 80/orang. Ya, sudah naik USD 10 untuk proses kerja biasa.

Saya duduk lagi, nunggu bentar lalu dipanggil lagi kasih kwintansi. Waktu nunggu ketemu Bapak muda mau liburan lebaran sama keluarganya karena dia buka toko. Jadi toko tutup karena lebaran, karywan libur, beliau jalan jalan. Kayaknya yang liburan, hampir semua dapat promo dari maskapai yang sama. Jadi coba kalian cek bebi cek gaesss.

Nah, pas ngambil pasport, perhatikan waktu pengambilan. Saya pas mau ngambil 3 minggu kemudian, ngga lihat jam operasional. Makan siang dulu di Pasar Festival pas kelar, udah tutup loketnya. Bah! Balik lagi Seninnya. Hari kerja kedutaan juga diperhatikan, tidak selalu kita libur mereka libur juga, and vice versa. 

Deg degan banget…begitu buka passport! Alhamdulilah!

спасиба Mr Putin!

Doakan perjalanan saya lancar ya, yang minta dikirimin kartu pos, ditunggu ya!

 

PS: thank you buat Riana, yang kasih inspirasi dan terima kasih banyakk banget sama Anggi, yang sering saya whatsapp pas urus urus visa ini. Blio juga yang kasih saya ini! Rupanya ini pancingan ;).

Semalam di Bangkok

Hi there again!

I’m back to Bangkok, my favorite city in the region.

this time I take my dad and kids with me. It’s (kiddos) first time.

this time around, we took airport link from Shuvarnabumi Airport, then MRT then BTS to commute.

after we arrived at our hotel, off we went to the newest mall, ICON SIAM, by the side

Of Chao Praya.

Just wonder, if Jakarta able to build such an iconic building at the side of Ciliwung/Pesanggrahan river.

Icon Siam

We had dinner at Sook Hiam. My mouth was watering. There’s a halal corner in this area.

For me it looks like Asiatique Front River minus the ferris wheel.

my intention was to eat whatever I saw! On third food, I realized I have limited Thai Baht. All I had was the money left from my last trip to Bangsaen last February.

Then i think, I’d draw money from

ATM, until I realized I left my purse at the hotel :((

So I skipped cruising Chao Praya with boat. Failed to do this on second time.

I squeezed time visit Siam Area again, to have pic with this

SIAM

A proof that Jakarta is sooo left behind.

Taking 10 pm train back to hotel, I found this train is still packed with people! From many nationality with their shopping bags.

Buat saya ya, tanda satu kota udah maju, banyak orang asing menggunakan transportasi umum! For me, we can call a city well-developed, when the foreigners comfortable enough to use its public transportation.

Till next post 😉

Cerita lebaran

I guess, this is what Hari Raya/ Eid Festive is all about. To gather your extended families.

A simple reminder, how important silaturahmi is.

I can’t remember, when was the last time I visit this house, to my mom’s oldest cousin. There were only two of them lived in suburb Jakarta, others still live in Riau or Sumatra Barat. The only brother she would like to talk to. Dua Adik ibu laki laki, tapi yaa gitu deh, ngga nyambung aja ngobrol ama ibu saya.

Since my mom passed away, I don’t think I’ve visit this house again, dad didn’t remind me either. Well, until last March, when his beloved wife of 53 years passed away, which make this year, his first Eid Fitr without his spouse.

If it is not because of hari raya, I don’t think I’d visit him on purpose. Gathering with his family members whom I barely met.

Seeing him getting old (81 years), lost almost all his teeth, barely walk, etc. talking to him for few mins, asking the same questions over and over again, broke my heart. But probably I’d be like that if I live long enough to hit that number!

Anyway, quick catch up with old relatives is nice, it warms my heart.

Akhir kata,

Taqaballahu Mina Wa Minkum

Eid Mubarak 1440H

Enjoy the rest of the holiday!

datuk pangeran and his family

PS : yes, I cooked Sayur Godog ala mamanya Anis again this year, I even made my own ketupat. Duh, ribet masak ketupat ya, ngga lagi lagi deh 🙂

Making Ketupat

Sedikit cerita

Saya pindah ke perusahaan Jepang awal tahun 2012. Tiba tiba saya ingat lho, waktu Ramadhan Day one.

Waktu selesai sholat dzuhur, doa yang saya panjatkan “Semoga bisa ke Jepang bawa anak anak tahun depan” 😀 saya tulis juga di Tumblr saya.

Aslik! Orang orang minta macem macem saya remeh banget permintaannya.

Mungkin karena terpengaruh lihat teman teman yang sering ke Jepang untuk bisnis maupun liburan.

Beda banget sama temen teman kantor sebelumnya yang mentok mentok Hong Kong. Hahahahah.

Yah, seperti yang diketahui bersama. Doanya waktu itu belum dikabulkan. Tuhan katanya Maha Tau kebutuhan umatnya ya, saya masih harus kumpulin uang dulu buat anak anak sekolah. Minimal sampai mereka masuk SMA (saat itu mereka masih SD kelas 3 dan 2) haahahah

Tuhan juga tau, bawa anak anak ribet seumur itu, saya pasti ikutan capek. Hahahahaha

Doa saya dikabulkan 5,5 tahun kemudian. Bisa bawa ayah saya pulak.

Anak anak karena sudah remaja, bisa bantuin baca peta, pesan makanan ato belanja di Lawson.

Kebayang deh kalo saya pergi ke Jepangnya tahun 2013. Haahhaah encok pasti!

At Kiyomizudera Kyoto

Tidak berjudul

Tadi siang, sepupu saya dari pihak almh mama berpulang karena sakit. Saya diberitahu ipar lewat whatsapp.

Awalnya, saya masih mengira Tante saya (ibunya) yang berpulang, sampai saya baca berita itu sekali lagi.

My heart sank to the very bottom.

After years not having any communication, I did text her last week. our first chat after so many years…and unfortunately our last.

Saya menanyakan no telpon tante saya, salah satu kakak ibu saya.

Jahatnya, saya tidak menanyakan kabar blio. Kalau lihat IG sih, life as usual.

Kabar yang saya terima, blio sakit jantung. Theoretically, a female who still get period less likely to get heart attack.

Well, I was wrong. Almh memang ada kelainan jantung dari kecil, kalau ngga salah sampai tinggal kelas karena lama tidak sekolah jaman dia SD. We are about the same age, she’s few months older than me.

I haven’t erased our whatsapp chat, and I looked at it again

She was waving her final good bye 😦

Tried to find ticket to either Pekanbaru or Padang, sold out. Adapun baru tanggal 1 jumi dengan harga tiket lebih mahal dari ke Eropa!

Selamat jalan uni, say hi to my mom if you see her.

Kansai Trip : Before Heading Home

Tadi malam saya baru buka buka foto Kansai Trip yang dari kamera (nowadays, I prefer take picture from phone than camera). Then I remember, I haven’t completed by travelling story to Kansai! Lhahahah!

It was on Saturday I guess, we took trip to Osaka Castle, the city’s landmark. It was built in 1500’s. Such an old building! The enterance fee was JPY 1000/person, yet kids under 16 and senior paid lesser fee.

Istananya ada 8 lantai, tapi ada satu lantai skip gitu, jadi total 7 lantai kali ya? Nah, kalau mau masuk, semua pengunjung harus ke lantai paling atas, The Observation Deck! Tenang ada lift.  Jadi kami antri lift.  And of course, it was holiday, such a long queue. I lost my patient and started to climb the stairs! Yes, all the way to 8th floor!

View this post on Instagram

We were waiting for the elevator that took the visitors to 8th floor of the castle, it was holiday season… so as my friends may guess, I lost my patience. The line was toooooo long. . Then I told my dad that I want to climb 7 levels (it doesn’t have 5th or 6th floor, I can’t recall). PS : all the visitors must go to 8th floor first, then seeing the museum by walking down the stairs. . “Just wait for the elevator, I’ll see you inside!”. He replied “I’m going with you!” “This is an 8-level-building!” “So?” . I insisted for him to stay in the line, he insisted that he’s still strong enough to climb! . And he made it, I was the one who was out of breath 🤣🤣🤣🤣 . So blessed to be his daughter! Stay healthy old man! i hope we can land in DME sometime later this or next year! 🙏🏽 #wheninOsaka

A post shared by CиKики (@sikiky) on

Well, that what happened!

IMG_0689

Observation Deck

Lalu turun tangga dan mengelilingi bangunan bersejarah ini yang terdiri dari diorama diorama sejarah Jepang dan sejarah dibanggunya Osaka Castle ini.

Agak lama di sini, kami mengisi perut dulu. Nah, saya kan belum lari nih di Jepang, so saya pinjam sepatu Nike anak saya (kebetulan pakai jaket lari hari itu), so I ran in the middle of the day, around Osaka castle. It was 11 degrees, btw! 

IMG_5896

Enter a caption

Osaka Castle Park is (as expected) nice ! Banyak yang jualan makanan juga. Kenyang jajan rasanya kita ngga makan siang lagi deh. Langung pindah ke tujuan berikutnya UMEDA SKY BUILDING.Letaknya tidak jauh dari Osaka Main Station.

Tapi karena masih agak sore, we had coffee in small shop.

Masuknya lupa saya bayar berapa, rasanya JPY 1000/yen juga, dan dibawah 21 tahun dan senior lebih murah juga. Jadi yang bayar full, saya saja.

Why we (I) bother to climb here? for this!!!!

IMG_6037

Sunset from UMEDA SKY BUILDING

 

IMG_5981

Before Sunset

Karena saya kesini musim dingin, sun set at 5 pm. Kalau mau lihat sunset di sini, di cek juga magribnya jam berapa (((magrib))). Karena bagusnya memang pas sunset sih. 360 degrees view of Osaka City. This is 41st floor I guess, there is a restaurant below, complete with sofa and…charging station. 

Lalu kami balik lagi ke Namba, makan malam di sana dan kembali ke Dountobori Area. Sebelum balik ke penginapan, kami beli tiket kereta dulu untuk esok hari. Cari yang semi express, it was JPY 1400/person.

IMG_6087 Keretanya hanya stop di tiga stasiun (dari Namba Station). There is unwritten rule, saying that you have to be very quite on the train. No speaking (loud) allowed (both with mobile phone or person to person). 

And on every trip, I get a bit melancholic I guess, sad to leave since little time to explore.  Seeing thru the windows of Osaka’s suburb and silently saying good bye.

hahahah!

Tempat lain yang menarik di Osaka konon, Osaka Aquarium dan Giant Ferris Wheel. Next time, perhaps.

 

Kita transit di Shang Hai, for four hours and arrive back to Jakarta at 11 pm. AKhirnya nambah cuti sehari anak anak malah ketiduran. Sejak pulang dari Jepang ini we had no domestic helper at home. Si bibik pulang ngga balik lagi karen ngga boleh sama anaknya *curhat* Males juga nyari asisten rumah, kriterianya harus sama dengan si bibik sih. hahahha. Lama lama terbiasa. Bagus juga buat anak anak mandiri dan memanage waktunya.

Saya ingat komentar adek saya di pertengahan 2017.

“Ke Jepang gih, mumpung masih kerja di Bank Jepang. Biar dapat feelnya!” Beneran, pertengahan tahun 2018 saya dapat tawaran kerjaan baru! hahaha! Cenayang juga dia! Jadi ini kantor saya sebelumnya, cabang  yang di Kyoto.

IMG_5502

Former Office

Oh ya, teman saya, Agnes baru balik dari Jepang bulan lalu, dia komen

“Sudah ke Jepang, jadi malas ke negara lain ya?” 

Is it true? saya pribadi sih masih pingin re-visit Tokyo, ke Shirakawago (at any season) dan Hokaido pas winter. Walaupun orang Jepang jarang yang bisa bahasa Inggris, tapi di sana mudah sekali. Jajanannya enak.

Anyway, kata-kata saya di caption IG itu, bisa jadi kenyataan sih 😉 Semoga kesampaian, ada yang ingin post card? atau untuk anak Jabodetabek, saya give away Tumbler Starbuck deh! hahahhahahah