tukang tipu!

Kemaren, Jumat 10 menit sebelum buka puasa, saya dapat telpon dari nomor ini.  jarang banget sebenarnya angkat telpon dari nomor  ngga dikenal (makasih lhoo telemarketing) nomor ini saya angkat Just because  nomornya 0811—telkomsel. saya pikir probably one of my friends in whatsapp group whose  number are not saved. Biar satu WA grup,  tidak semua member saya save  nomornya. Apalagi yang ngga akrab banget dan memang ngga ada urusan untuk japri, etc.

Anyway…

Ketina saya angkat, pihak sana mengaku dari Bank CIMB NIaga yang minta waktu karena ada perubahan tarif. Saya iya iya aja..

“Jadi tarif Go-Mobile mau  naik bu. Dari Rp 500/sms jadi Rp 150000 per bulan”

“Oke…”

“Ibu setuju?”

“Ya ggak lah! mahal”

“Kapan terakhir memakai Go Mobile?”

“Sudah lama engga, error terus pas login” (enakan BC* karena counter party saya rata rata pakai BC*) 😀

“Kalau jarang pakai Go Mobile mending tarif lama aja bu. RP 500/sms, bisa tetap pakai tarif lama. tapi harus verifikasi data dulu”

“Oh oke” ( saya pikir saya harus lapor ke cabang)

“Username ibu apa?”

“Nama saya” ( kurang asupan gula 13 jam terakhir, mendadak bloon)

“Iya apa? Fitri atau yanti?”

“Ya nama saya”

“Enam huruf bu?”

“Ngga inget ih, mas! Telpon nanti aja”

“Harus enam huruf nanti dikirim kode verifikasi via sms”

“Ngga inget kalo gitu” (mulai curiga, kenapa ngurusin kode verifikasi! Ish  rejeki orang shaum). Saya langsung ingat bank CIMB Niaga cukup sering memperingatkan secara berkala nasabah untuk tidak memberikan informasi username atau password atau PIN via sms. biasanya memang saya acuhkan sms ini. pikiran saya “ya kalii saya bakal kasih”

Masih maksa-maksa minta user  name, saya bilang ngga inget.

langsung ditutup telponnya.

Ish, saya langsung merinding. langsung cek saldo Alhamdulilah utuh. soalnya sempat tercetus nama saya sebagai username. oh, ternyata begini modus mereka. 

Kebetulan jumat kemaren saldo memang di atas rata-rata (hail THR!), kan mau bayar zakat, THR satpam komplek, tukang sapu, bayar2xan naik kelas, dll. ngga kebayang kalau sempat terlena.

harusnya pas sadar saya mau ditipu saya bilang aja username  saya:

tanggo satu Papa Unicorn Lantai 0

(Read : T1pu lo) :-/

Atau

Beruang Aloha November Gajah Kilo Tiga

Hehehehehhe

Anyway, 

1/ of course, bank  ggak bakal nanya username and password nasabah. kalo keblokirpun harus urus ke cabang.

2/ naik bunga aja ngga  minta persetujuan nasabah  ( pukpuk yang punya KPR), apalagi naik tarif layanan… :))

So, becarefull guys! Bisa jadi ada permainan orang dalam yang pengen fraud (it happens). darimana dia tau saldo nasabah dan informasi kalau kita jarang log in pakai Go Mobile. jadi pasti ngga mau dibebani  tarif yang one for all.

Terapi Hati

Beberapa bulan lalu, saya merasa anti sosial! Malas ketemu teman lama.jujurly, saya berasa jadi manusia ngga guna deh :))

teman-teman sudah jadi area manager, team leader, ina itu, I’m just a girl next door you only know by name.

Diajak kumpul, tidak pernah datang. I prefered sat even though not so comfortably in my home. Ya akhirnya, teman lama saya menjauh. malas ngajak saya lagi. Not surprise tho! let alone buka puasa bareng. kalo teman-teman di Path pada posting acara bukber mereka dengan keseratus teman terdekat…me? Almost zip – zero – nada!! Rasanya malas basa-basi, terus harus macet macet pulang, belum biaya makan di luar! Teheeeee …alasan terakhir sih kayaknya ya, my salary can’t afford it! Hahahaha! 

Tapi sekarang ini, saya lagi pengen banget ngobrol sama teman lama. Kemaren emang malas basa-basi.  Kerap merasa mereka sudah tidak sepemikiran lagi dengan saya (duileh…) ngga ingin ketemu semua teman lama sih tentunya. 

Ya, ada turning point juga.

Waktu  SMA, saya adalah kenal sama anak SMA lain. Saya di (Jakarta) barat dia di Timur (literally). Saya juga lupa gimana kenal sama blio. tapi saya ingat betul pernah naik Patas 46 dari Slipi sampe Cawang ke rumah dia, dan dia pernah juga main ke rumah saya (naik angkutan umum juga). itu 3x naik kendaraan umum lho. Niat bener.

kami juga lupa, belum jamannya socmed, mutual friend nyaris ngga ada, we still keep in touch. Atau mungkin via YM sesekali?  Saya masih ingat benar di kuliah mengambil jurusan Sastra Jerman. jaman ada socmed gini jadi lebih gampang silaturahminya. Pokoknya lebih gampang komunikasi saja

To make story short, kita akhirnya ketemu lagi kemaren mungkin setelah 7-8 tahun tidak bertemu muka. Tanpa planning. Tiba-tiba saya ingat dia, tapi tidak bisa menhubungi beliau via whatsapp. Selama ini temen saya memang tinggal di far far away land.  Dengan segala pertimbangan, memutuskan kembali ke ibu pertiwi. Pantes nomornya hilang di whatsapp. Tapi akhirnya mendadak bisa janjian ketemu sepulang kerja dengan kata pengantar dari belio pas chatting:

“Loe mau denger sekarang kenapa gw pulang atau tunggu gw nulis” 

Bahahahahahah! Tau aja gw kepoh! 

Teman saya kembali ke tanah air dengan modal minim.  Ngga gengsi kerja apa saja di ibukota untuk bertahan hidup yang buat saya geleng-geleng.
“Malu ngga loe? Kerja kayak gitu?”

“Ngga!”

“pas istirahat rekan kerja loe, yah….gitu donkk…..”

“Iya, tapi gw happy kok. ngga kesepian lagi”

hah!

bahagia itu memang sejatinya sederhana!

Memang benar kata gambar di atas , sometimes drinking coffee with your friend, is all the theraphy you need. Untuk kembali diingatkan hal-hal sederhana namun essensial.

PS : bagaimana saya dan kawan kawan lama yang lain? Masih mau ngajak saya ketemuan ngga ya? Heheheh 

Then and Now 

In my previous post, I had a picture of me with my late mom when I was little near Statue of Liberty.

I cleaned up the old house (againnnn, for zillion times) and found two coats.


Oh em gee…

Can’t believe the coats are still here  :-/ 

Movie time : Critical Eleven

Pagi-pagi nunggu kereta, this was the conversation in one of my WA group


Sebagian Teman gw mau road trip setelah Chicago Marathon Oktober ini. tiba-tiba gw inget..

“Eh iyaa, film CE kan settingnya ada yang di Brooklyn Bridge yaa”

Waktu gw bilang pengen nonton film ini (because I read the book,)…

Intermezzo dikit : although the book was okay…I don’t think any field engineer who work in offshore behave like Ale….I have a lot of friends who work in offshore rig…both women and men…dan itu teman gw yang mau ke NY  juga Field Engineer,  pernah kerja di Alaska sana. But yeah, it’s a fiction after all! nikmatin aja.

Ok, balik lagi. My friend, Pricilla, said this movie is not my cup of tea. Still, I did see the movie because….kan settingnya di New York!!! ada central park ada Brooklyn Bridge! New York gitu lhoooo…the concrete junggle where dreams are made of! Gw kayaknya gampang terpengaruh sama settingnya film di mana ya? Hahahah. Alasan  nonton Surat dari Praha  atau Tiga Dara-remix karena lokasi syutingnya. :))



And unfortunately, Pricilla was right.

😀

Sorry for die hard fans! Maaf yaaa buat yang nonton sampai 3-4x.

mana pace film-nya slowww gitu, sampai adegan Ale ngajak pulang Anya ke Jakarta, gw pun rasa ingin pulang ke Tangsel.

Tho I was thinking “Ale kerja di rig Mexico,  kenapa tinggal di New York ya? kenapa  gga di Houston? ” —> being  melancholic thinker who thinks too much I am…

setting di Offshore rig was my favorite scene keren banget. suka banget gw! Waktu business trip ke Pulau Matak,Natuna,  hampir 10 tahun lalu, gw ngga sampai rig-nya. Apalagi pas di bagian helipad situ! haduh keren banget!! pernah teman gw yang field engineer,  posting foto  sholat ied di Helipad Offshore Rig. Syahduuuu mennn! 

And I do admit, both Reza Rahardian and Adina Wirasti are super große Schauspielerin! A very great actress! 

Mainnya bagus banget! Benar benar kayak orang tua yang kehilangan buah hatinya. Gw emang suka banget sama mereka berdua, terutama Reza, main tokoh apa aja (My stupid boss, for instance) totalitas gitu ngeselinnya! 

Okeh, that’s all I have to say. ayo nonton film Indonesia! Gw ngga nulis movie review karena memang ngga nulis resensi. dan yang belum nonton, jangan bawa anak-anaknya ya! Some of the scenes are inappropriate for them. 

Until next movie!

And meanwhile, I wish I could fly back to this city again…or drive ! 😉 Can I get the Amin? 










Bebikinan : Oatmeal Pancake and Butterscotch Sauce

menu ini pasnya buat sarapan sih ya…tapi gw kalo sahur agak sulit makanan berat. bisanya buah + oatmeal aja. Ngga lemas kok. Santai aja…tapi makan overnight oatmeal bosen juga ya…kemaren gw bikin ini aja buat sahur. Anggap aja sarapan kepagian.

Resep comot di pinterest. Kalo resep kue gini, saya lebih suka resep bule, pakai cup instead of gram-graman. malas nimbang-nimbang. Cepat bin praktisss….

Oatmeal Pancake 

1/2 cup all-purpose flour

1/2 cup quick cooking oats

1 tablespoon white sugar

1 teaspoon baking powder

1/2 teaspoon baking soda

1/2 teaspoon salt

3/4 cup buttermilk ==> gw pakai susu fullcream + 1 sdm perasan lemon. Diamkan dulu 5 menit. jadi baiknya dikerjain duluan.

1 teaspoon vanilla extract –> gw pakai bubuk vanila biasa

2 tablespoons vegetable oil

1 egg


How to :

  •  blender sebentar 
  • Panggang di wajan. Kalau gw kemaren panggan di cetakan roti bakar/waffele gitu. Malas nyuci nyuci wajan 😀

Untuk resep ini, saya dapat 12 pcs pancake, kalau dipanggang dengan cetakan waffle itu. Masih boleh dibilang pancake ngga ya kalau bentuknya jadi segitiga?  Btw? Heheheheg

Butterscotch Sauce

  • 4 sdm mentega. Mentega ya bukan margarin.
  • 3/4 cup brown sugar
  • 1 cup heavy cream (gw pakai 1/2 cup whipped cream Anchor, 1/2 cup susu UHT)
  • Garam dikit

How to

  • Lelehin mentega
  • Masukkan brown sugar aduk aduk. Jangan sampai gosong. 
  • masukin susu. Aduk terus sampai semua  bahan tercampur.
  • Kasih garam sedikit
  • Sesudah adonan jadi, biarkan dingin lalu tuang toples kaca.

Isinya memang “dosa” semua sih….tapi enak lahh….di cocol ke pisang, roti  atau dijilat gitu aja enak…apalagi es krim vanila.



On the wheel…

For the past one month, I made two highlight with my road bike.
Went back to Km O – Sentul, 10Km with elevation gain 500m. The second time to  km 0 yet the first tine with my cleat on. Pertama kali sepedahan ke km 0,  3 tahun lalu belum pakai sepatu sepeda. Jadi agak ngeri ngeri sedap. Takut jatuh karena berhenti sebelum sempat melepas cleat sepeda.


it was disaster! i stopped countless time to gain my breath as well as walk instead of riding my bike for some time.

Sampai di Km 0 sudah ditungguin Imel, Vitri, Thya dan Riyana.

And to make it worst, on the way down I was terribly afraid. Takut banget, sampai saya hampir jatuh. Ketemu dua cyclits yang melihat saya hampir jatuh. Gemeterrrr rasanya. Akhirnya beberap spot yang curam, I walk down with my bicycle. Beberapa kali juga lepas pasang cleat sepeda.

Then the next two weeks

Yeah…. as stated on the picture, I made it to my first century ride a.k.a 100K. of course, it was in pleton with my BTR friends.


We just had our first cycling jersey. jadi event launching jersey baru, kita buat 100K ride di Bintaro. Macam penting aja dunia harus tau BTR punya jersey baru ….haqhaqhaq!

Anyway, of course, we didn’t do the whole 100K non stop. we had 2 stops on which the last stop I wanted to give up. MY lessson to be learned, my fueling strategy was a mess! i didn’t respect the distance. probably because I was thinking it was in Bintaro anyway, I can go home whenever I want. thing that surprised me was…

The good cyclist like Adit, Rizky, Pak Hasbi, Vitri, Maya, Imel and Sunu didn’t allow us to go give up. :)) #meh

Jadi kalau ada yang kececer, dipepet lagi suruh kejar pleton di depan.

However, the last 12 km, I gave up yet complete the remains distance by  myself. From 28-30 kph dropped to 20 kph.

Beginner tips to ride in pleton.

1. patuh sama Road Captain

2. Baris berjajar, dua cyclist in one row. jangan  nyelonong jadi orang ketiga. Bahaya

3. jangan nyusul/nyelak dibelakang.

After the ride, Pak Hasbi noticed that my gear shifting was a mess. Jadi waktu pindah pindah gigi demi memudahkan genjot sepeda, ada momen dimana saya terlambat. Sehingga kesulitan  ngejar pleton. Something wrong with my bike. i took my Giant have it serviced.

And yeah, the housing shifter, housing brake and RD pulley all worn out! i have to replace them with  new ones.

Last weekend, I climbed km 0 sentul again.

yes, I did stop here and then. But just stop to drink and wait  for Manda. Si bule agak gila. It was her first time to Km 0. i did better this time. Much better. NO nuntun sepeda this time! tepuk tangan donk! 😉


Riding downhill still scare me. but i didn’t freak out like last month. however, pas turunan justru saya berhenti lebih banyak dari tanjakan.
Need more practice of course. But for time being, since it is Ramadhan, in trainer we trust! 

kintsugi


And just like Life.

Pertengahan tahun ini, saya akan kehilangan teman main. She will leave for nothern globe and doesn’t plan to return. She’ll take her kids with her. To a la la land.

Teman main saya every now and then, yang bisa pop up “Jemput gw di stasiun ya, abis itu makan di Taman Jajan”

Pertengahan tahun sebelumnya, something bad happened to her. Beliau sampai sempat berpikiran bunuh diri. aslik! Teman saya ini memang rada ajaib.

Tapi dia berpikir cepat. Dijatuhkan Tuhan hidupnya ke titik terendah, dia tentu sempat down, marah, dll. Tapi akal sehat juga yang buat dia cepat bangkit, sampai dapat rejeki pindah ke luar negeri. Asli, prosesnya cepat dan lancar  sekali. bahkan jauh lebih dulu dari kawan kami yang lain yang telah merancang rencana yang sama sejak 3 tahun sebelumnya.

Padahal kami – teman teman mainnya-  sempat sangsi, tidak pernah bekerja formal dan keadaan finansial standard. (Oh yeah, we know every cent of her saving) 😉

But GOd is testing your faith, not your bank account. 

Dia-lah, crafter Kintsugi sesungguhnya

20 more sleeps until I know what to do next