granted

 My wish just granted, too bad I caught cold…
packing dulu ya….

Advertisements

ketika Tuhan sekali lagi mengingatkanku untuk pasrah dan ikhlas…
melihat keceriannya lenyap, terduduk lemas…
*mohon doa teman2x, Kevin masuk rumah sakit karena demam tinggi yang naik turun*

MP-ers nambah satu

ikut-ikutan kak indah

lubeck, salah satu rekan seperjuangan waktu masih jadi Manajemen Trainee di tempat kerja sekarang, menjadi blogger juga akhirnya.

Pernah dua kali jadi topik di postingan gue, pertama kali waktu satrawan Pramodeya meninggal — dimana dengan spontan doi nulis kekagumannya tentang almarhum (yak…tulisan itu gue kopas dari emailnya) dan yang kedua tentang namanya yang unik.

Dari dulu gue udah nyuruh dia nulis, pemikirannya selalu out of the box.Di milis rekan2x MT, ulasannya blio yang paling ditunggu, tapi dulu dia ogah..sibuk katanya, sibuk nyuci.

Mungkin karena sekarang (baru) nikah, cucian ada yang ngurusin ya,beck…hahahha

ok, guys, go check out his MP! He’s so much fun!

not that boy

It was a thought that ‘anak jalanan’ is rude and impolite,
since their life is tough,
we often ignore their existence,

but not that boy,
I arrived early at the train station this morning,
i bought a-thousand rupiah-newspaper- to kill the time,
I pay with the money that left at my right pocket,
and walk away to the opposite peron.

a minute latter,
“bu, ini kembaliannya”
he gave me my nine thousand

I thought I gave him a thousand,
turned out I gave him a-ten-thousand
I didn’t notice it,
but he did,
and he gave the change back.

he must need the money badly,
if he doesn’t,
why he sell the newspapers before he goes to school?
but he did return the amount that he didn’t deserve.

I hope he can be a senator one day.
amin

tablih akbar ngga masuk akal

Seriously,

Di belakang rumah mama, ada yayasan bernama Islami,

Punya jamaah sangat banyak,

Sering ngadain tabligh akbar, sepertinya sebulan sekali

Dimana ruas jalan sepanjang 1 km ditutup…

Dan jalananpun disemuti dengan pria berjubah putih, berjanggut plus celana 7/8.

Panas terik tak meraka hiraukan dalam mendengar ceramah sang uztad.

Fine!

Itu siang hari, biarpun kalo mau kerumah mak muji si tukang pijit saya harus memutar.

Malam hari akan banyak “customer”

Sepertinya salah satu petinggi yayasan itu bisa mengobati.

Dan membuka pengobatatan alternative,

Dulu saya ingat, lokasi disitu situasinya sama dengan lokasi sepanjang Jl. Raya itu,

Sekaarng rame dengan tukang bakso/minuman plus tukang parkir

mungkin juga preman, mengatas namakan restribusi keamanan.

Tetapi tadi malam,

GOSH,

Tabligh akbar apakah yang digelar dari Jam 12 malam sampai waktu shubuh tiba?????

Rumah orang tua yang berjarak setengah kilo aja sangat jelas mendengar jeritan semangat sang Uztad untuk berjihad dan bertobat,

But please

Jam 12 malam sampai jam 4 pagi,

Waktu sebagian besar masyarakat istirahat

Coba kalo didekat situ ada anak balita yang lagi demam…

Ato ramaja sakit gigi?

Ato yang ngejar flight pagi2x, dan benar2x butuh tidur pulas…

Apa tambah ngga bisa tidur?

Anak2x saya aja yang sehat terbangun jam 3 pagi mendengar “jeritan” si uztad,

walaupun untungnya ngga pake acara rewel seperti biasanya, malah happy dan main-main.

Duh,

Inget postingannya pak syamsul,

Katanya agama ini bukan agama yang cuek,

Yeah…you tell me!