If you can’t stop thinking about it…

Don’t stop working for it…

Kalau kata google sih, kata katanya Michael Jordan. Mungkin kurang pantas nulis di sini, tapi blog memang buat saya mengingat apa rencana, pengalaman bahkan pembelajaran buat saya. Besides, writing keeps my sanity.

Ya sejujurnya sih, saya suka kepikiran hutang saya sama almh Ibu saya.

Saya pun suka becanda mau kuliah di Negara Scandinavia tapi bahasa pengantar bahasa Inggris. Komen-komen saya sama Ashar, teman saya yang awal 2000’an kuliah di Perancis kayak gini.

Minggu lalu, teman saya – ID-, lagi menunggu hasi Post Graduate studynya. Tahun lalu Master dia selesai, blio ke Amrik, btw.

Terus bicara kuliah, terus komen gini di grup:

img_1045

saya sampai nulis di twitter, hitung umur anak-anak dan umur saya, kayaknya saya baru lega bisa leluasa punya pengeluaran besar di mid 40. That year, both my kids will be in college. Will it be too late or will I be too old?

Sampai Imel bilang teman blio ada yang S1 di usia 60’an. :)) Hebat semangat belajarnya.

Akhirnya saya iseng browsing2x sampai saya buat spreadsheetnya.

Isinya

Nama Universitas

Program Study

Durasi study

Biaya study

Link Univ tersebut

Requirement (TOEFL, GMAT/GRE)

Ini dari program study yang mendekati background saya. Kebetulan di satu negara.

untuk negara lain, saya bikin tab page lagi. Ingat! Kalau ngayal harus detail!

img_0977-1

GMAT nya paling kecil 550! Duhhhh hahahahah. Udah mau nyerah saja rasanya. Belum mikirin Tuition Fee.

Oh ya, saya baru tahu juga, di Austria, Master program relatif affordable buat program study yang mendekati background saya. Sekitar Euro 400/semester dan total 4 semester. Ada satu program study yang saya incer di negara itu (yang bahasa pengantarnya bahasa Inggris).

Requirement mereka juga lebih tinggi, tentunya. Yet considering, I have time, harusnya punya persiapan lebih matang.

Living cost bisa hampir mirip dengan living cost saya sekarang, paling mahal biaya sewa rumah. Dan ini diaminin Doni, sahabat SMA saya yang phD di Itali dan Inggris.

Hmm….we’ll see! Terima Kasih teman-teman twitter yang sudah menanggapi draft novel kehidupan saya! Hahahaha!

11 thoughts on “If you can’t stop thinking about it…

  1. Go Kiki Goooooo ayolah jadi inspirasiku lagiiii hahahaha kau kan menginspirasi dengan lomba lari pertamamu yg lelet itu duluuuu untukku menyelesaikan thesisku yang terseok seok 🤣😝😘

  2. bisaaaa… semangat ya mbak…

    I started mine after 40, seringnya paling tua sih di course2 sempet minder aja, misal kemampuan baca dan begadang yg ngga sekuat anak2 muda, jadi seringnya bikin essay berdasar pengalaman =)

  3. Good luck, Ky 🙂 Walaupun gue belum punya anak, pemikiran gue kok sama ya sama loe…baru lega bisa leluasa punya pengeluaran besar plus mengejar impian pribadi gue di mid 40, bahkan kalau gue pribadi mungkin di early 50…Tapi gue orang yang percaya kalau ga ada kata terlambat untuk mengejar cita-cita kita…Sekali lagi, good luck with your future plans and wishes 🙂 Oh iya satu lagi, boleh izin reblog ya, Ky 🙂 Lagi ga ada ide posting, tapi baca ini jadi pengen reblog 😀

  4. Never stop dreaming Ky, laksanakan.

    Gw dulu sekolah S2 disini pas “opspek” ada bapak2 usia 50an yang rambutnya udah putih lho. Biasa aja. Plusnya master di scandinavia adalah pengantarnya bhs inggris semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s