#YukNgopi 

Pada nyadar kan ya, akhir-akhir ini coffee shops  literally just around the corner.  Tidak cuma di Shopping Mall atau perkantoran, di daerah perumahan pun menjamur. Ngga beda jauh sama Nasi Padang. Termasuk  di Bintaro. Ye kannn? 

Satu dekade yang lalu, tempat ngopi yang “lucu” di Bintaro cuma satu kayaknya Bakoel Coffee di sektor 3 terus pindah ke depan CIMB. 

Coffee Shops sekarang, tempatnya dibuat lucu-lucu very Instagram-able.  Berikut art latte-nya. Senang lihatnya.

berikut daftar Coffee Shop yang pernah saya singgahi seputaran Tangerang Selatan bagian Bintaro. Hahahahaha

1. Pigeon Hole

Lokasi : Sektor 1 depan rel kereta api. 

desti-kiky-citra



I like its white coffee 3oz

Saya jarang sih kemari. Baru 3x kayaknya. Must visit kalau ke Bintaro lah lalu foto depan dengan muralnya. Maafin foto dalam coffee shop malah ada muka kami! hahahah maapin yak! Foto secangkir kopinya telah terhapus di arsip HP.
2. Routine Coffee

Lokasi : di atas Hanamart, depan Gedung CIMB sektor  7

inside Routine

 

Try its Nasi Goreng Kecombrang kalau lapar. tapi foto yang di bawah Chicken Salad sama Taro Latte. 

Unlike Pigeon Hole, minuman selain kopi  di Routine ini beragam. Kemarin malam saya memesan Taro Latte karena sudah 2 kali minum kopi hari itu.

Taro Latte and Chicken Salad


3. Community  

Lokasi : Ruko depan Lotte Supermarket belakang RS. Premier Bintaro. 

capucino, anyone?

minus : tempatnya agak terbatas kalau mau ramai2x. Paling cuma cukup 10 orang kali ya di ruangan dalam. outside is for  smoking area. Kalau ngga salah, ngga banyak makanan berat di sini.

cinamon roll


4. Neighbourhood Cafe

lokasi Ruko Emerald deretan Mesjid
minus : the owner let the smokers inside. Baru mau buat ruang terpisah. Tapi pas saya kesini (sekitar Agustus ) masih bau rokok banget. Saya baru 1x ke sini. Cemilannya enak-enak. Worth the price lah

interior


5. Laku Coffee

Lokasi Ruko Mahagoni

minus : ngga ada makanan berat kalau pengen makan berat (Agustus 2016) . asli buat kongkow aja.

6.Comodus Coffee

Ini dekat banget sama rumah. Jalan Raya Kasuari menuju British School Jakarta. Baru buka juga. Tapi so-so lah kopinya buat saya. Harganya juga ngga murah murah amat

7.  SAUDAGAR KOPI!!

Lokasi Jalan Maelo Raya depan Mesjid Raya Bintaro Jaya.

JENG JRENG! 
kalau temanan ama saya di Path atau di IG, you must recognized I visited this place 

EVERY … 

SINGLE 

WEEKEND!

After SMR with BTR

tempat paling enak buat kumpul2x setelah Sunday Morning Run sama BTR atau cuma ngemil2x cantik sama keluarga.

Pernah lupa bayar, kasirnya santaiii aja.

“besok juga balik”

Jadi kalau ada rekan maupun keluarga di Tangsel sebalah sini, mau ngopi ngopi, dicoba ya sis and brooo!   ajak saya juga ya! 

Advertisements

#10daysforASEAN the Coffee experience

Ah, Vietnam !
Harusnya, September tahun lalu saya menginjakan kaki pertama kali di negeri ini melalui Saigon (Ho Ci Minh City) untuk lanjut ke Na Thrang.

Di benak saya saat menyusun rencana perjalanan akan selalu mengkonsumsi Po Hoa di pinggir jalan dan ‘nongkrong’ di kedai kopinya di mana saja. Level kaki lima sampai coffee shop yang berpendingin udara.
Di kedai kopi memang tempat yang menarik dan pilihan banyak orang untuk menunggu, reuni dengan kawan lama, beristirahat bahkan mungkin mencari inspirasi. Di rumah sakit swasta pun di Jakarta dan sekitarnya tersedia kedai kopi di lobby. Lokal maupun waralaba asing.

Saya dan kopi mempunyai status in a relationship. Walau tak candu, saya tetap merasa perlu mengkonsumsi kopi, hampir setiap hari. 🙂

Teman saya Hanny, selalu memberikan oleh oleh kopi ketika beliau travelling. Ntah kenapa saya suka kopi Flores walaupun rasanya sedikit asam. Kopi Flores ini oleh-oleh Hanny ketika berlibur di Pulau Komodo.

Cara saya menyiapkan kopi non instant, meyeduhnya dengan Moka Pot. Moka Pot adalah penyeduh kopi dari Italia, dimana anda meletakkan bubuk kopi disaringan teko bagian tengah. Di bagian dasar teko, diisi air lalu dibakar di kompor. Air yang mendidih akan mendorong serbuk kopi ke bagian atas.
Di bagian atas moka, secangkir kopi siap anda konsumsi sesuai selera.
Sensasi bau kopi yang terbakar is ultimate experience.
Saya biasa menambahkan susu.
Oh, kopi yang dihasilkan dari Moka Pot bebas ampas.
Unik kan cara menyajikannya?

Pun dengan kopi yang di Vietnam disebut Ca Phe.

Saya pertama kali mengetahuinya di restoran kecil bernama sabang 16.
Vietnam Drip kalau tidak salah nama alat penyaji kopi ini.
Kalau dengan Moka Pot, kopi dialirkan dari bawah keatas dengan bantuan energi panas, kalau Vietnam drip, as it is sesuai hukum gravitasi.

Bubuk kopi diletakkan dalam dry filter lalu dipadatkan/di press lalu ditutup kembali dengan saringan lain. Setelah itu dituangkan air panas pada bagian atas, kemudian air kopi menetes satu demi satu melalui penyaring. Konon, kabarnya waktu 4 menit adalah yang paling baik untuk menikmati secangkir kopi ala Vietnam ini.
Sama seperti Moka Pot, kopi yang dihasilkan bebas ampas.

Saya tidak tahu, kopi di Sabang 16 memakai kopi jenis apa tapi saya tetap menikmatinya. Saya menambahkan susu dan es untuk mendapatkan Ice Coffee Vietnam sesuai selera.
Ini gambarnya, maaf buram.
20130830-103617.jpg

Sajian kopi ala Vietnam ini tampaknya sudah menjamur di ibu kota.
Jadi, bisa saja kita memakai kopi lokal untuk disajikan dengan Vietnam Drip ini.
kombinasi yang menarik, seperti saya menyajikan kopi Flores dengan Moka Pot.
Penikmat kopi jutaan orang di seluruh dunia, tidak mengenal kasta, gender atau apapun.

Dengan dunia yang sudah border less’ memang hal yang wajar untuk mengkombinasikan cara A dengan cara B.
Tidak saja dalam penyajian makanan, dalam alunan musik dan model busana misalnya, hal yang biasa mencampurkan unsur etnik B dan etnik C.

Kembali ke masalah kopi ini, tentu saja jika ingin memasarkan kopi lokal untuk pangsa pasar yang luas harus dari kopi terbaik.
Produsen dan distibutor terbesar di Vietnam, yang mempunyai merek dagang Trung Nguyen Coffee mempunyai sertifikasi EUREGAP , standard internasional . Intinya sih pengelolahan kopi merek ini dari perkebunan sampai proses pengelolahannya sudah aman dan ramah lingkungan.
Ya, lagi-lagi PR untuk produsen kopi lokal Indonesia 🙂

Penutup: ah, next time Uncle Ho! Saya akan naik kereta dari Ho chi Minh City – Na thrang – Da nang untuk ke Hanoi.

PS: kalau saya sedang latihan rutin, berlari dengan target 10km, maka Nike+ ketika selesai di km ke 5 akan memberitahu
‘5 km completed half way point’ 🙂
Half way point juga untuk “lomba Blog #10daysforAsean dari http://www.aseanblogger.com”