What I do (part 2)

When I have plenty of time at home 😉

Gardening!

my late mother had green thumb, well mine is black :)). She had a very neat garden with lot of plants and even flowers!

When we moved to current house 3 years ago, I brought some of her plants. However, since barely care about them, I took those plant for granted and our side yard is a mess!

Well not until recently whenI can’t contact the part-time garderner a.k.a tukang rumput panggilan, since he had traveled back to his kampong for Partial lock-down anticipation.

I decided to chop the grass, by myself! Manually with grass scissor! Meine Hand tut weh! My hand hurt and it took two days to trim the grass! I chopped two papaya trees that grow uncontrollably.

Then, since it was weekend, I can’t go anywhere, I clean up some of the plants. This messy aloe vera in one pot, for instance!

All stacked on one pot, I parted them
Saving my mom last anggrek, the least I can do

Cute eh?

And separated Snake Plant ( Sansiviera) to many pot! I ran out of pot, I ordered on line! Now I have this inside the house!

Not only that, I put some on my bedroom too! Ha!

And in my surprise, it was relaxing! Of course I opted for easy-to-manage-plants! I even discussed this with Kak Indah and De and planning to swap plants when this pandemic over!

Still I wonder how people neatly arrange its indoor plants!

Found in twitter

what I do…

when I spent the whole day at home. NONTONIN YOUTUBE! hahah. Nah karena ngga bisa kemana-mana, saya nontonin yang bagian jalan jalan lah. Terus tertarik sama channel Rusian Plus.

Awalnya karena bagian dari mati gaya kebanyakan jam kosong (on weekend, on weekday sih tetep depan laptop) , saya baca cerita seorang kenalan, Pak Albert namanya. Saya kenal blio waktu menjemput anak saya sholat Jumat di St Petersburg Mosque. Long story short, saya nemu IGnya dan suka dengan cerita keluarga kecilnya. Istrinya orang Vladivostok. Saya awalnya ngga tau nih kota letak persisnya dimana hahah. Pas tau, ih jauhnya mereka merantau!

saya kan suka ingin tahu ya, what is like on the other side of the world, what do they do for living, how do spent their days, kayak gitu gitu deh hahaha. jadi aja tertarik nonton youtube si Rusian Plus ini

ih, kok kotornya, infrastrukturnya ngga jauh sama Jakarta! hahahahah!

lalu tertarik lagi nonton video Kazan. sebenarnya waktu ke Rusia kemaren ingin mampir sini, tapi budget saya kurang. Namanya iseng browsing tiket dapat yang affordable, langsung merem beli. Itternary selanjutnya menyesuaikan ketersediaan tabungan. teheee….

terus iseng liat video St Petesburg, hahahahah. Baru sadar dibalik Church of Spilled Blood ada taman keren. Padahal waktu itu sempat istirahat sebentar, tapi ngga explore tamannya lagi. Plus, ngga mengunjungi gedung tertingginya! Tourism spot yang lain, didatangin sih. hahahah iseng banget lagian kayak ujian nge cek ulang jawaban.

Habis melihat tiga video di atas, tetap aja sih, belum tertarik kembali kesana. Murmansk mungkin, but who knows?

Tertampar dan hambar

Hey, it’s a rhyme!

Kemarin malam, saya mau latihan salsa. Buru buru nih dari kantor mengejar kereta. Sampai stasiun Kebayoran, hujan deras! Doh! Ketika kereta tiba di Pondok Ranji, masih deras.

Saya berdiam sebentar di stasiun. Terus BT! Sial nih hujan, bikin rusak saja schedule. Akhirnya cuek menerobos hujan naik ojek ke tempat les Salsa. Ya, kuyub! Walaupun pake ponco (jas hujan)

Lalu saya mesan teh panas di kafe yang menjadi lokasi les salsa. Sempat ngobrol sana sini, dll dll baru saya tersadar! Gelang emas saya hilang! Yang bikin sedih, gelang itu punya almh ibu saya! Hampir nangis sembari mengingat-ingat rentetan peristiwa malam ini. Saya keluar tempat les lagi, menerobos hujan, menuju tempat pak ojek menurunkan saya di trotoar.

And you know what? Gelang saya tegeletak di jalan raya tesebut! Antara tempat les dan toko kue. Kemungkinan jatuh ketika saya melepas jas hujan! Tempat les saya sebelahnya toko kue terkenal, yang tamunya silih berganti! Bisa jadi karena hujan, orang jadi malas belanja. Wah! Untung hujan (Maap Tuhan) permohonan saya dalam hati.

Tadi siang, another sad news come. Le’tape indonesia diundur bulan Agustus. Ini race kedua saya yang diundur setelah Jogja Marathon, yang juga diundur di bulan Agustus. Antisipasi Covid-19. Serupa dengan jadwal awal, acaranya akan selang seminggu. Mood saya drop, sudah malas banget! Karena ada “A classified” Race yang akan saya jalanin.

Mungkin uangnya akan kembali sebagian, kebetulan ikut travel yang diurus oleh rekan sendiri. Saya memilih tidak akan datang di race yang di re-schedule itu. Hilang momentumnya. Anggap saja latihan ke Kopi Daong dan Pura Jagatkarta minggu lalu sarana jalan jalan dan kenalan dengan Agung dan Tony. Lumayan lah ya!ada teman latihan baru! Ahahahha!

Anyway, pas lagi kesal dan menggurutu sendiri, sebuah Whatsapp masuk. Dari travel haji saya, Yang mengabarkan ada kemungkinan antrian saya dipercepat.

Jujur saya bingung saya menanggapinya. Antara senang dan bingung sih lebih tepatnya, tidak usah terlalu detail di sinilah ya! Hahahah

Ternyata urusan ke Tanah Suci ini masih jadi Wow sekali buat saya yang kelakuannya ya-you-know-lah! I know, It’s nothing I should be proud about! Lalu masalah duniawi yang datang, kinipun serasa hambar! Hilang kesalnya.

Sebegitunya Tuhan Maha mebalikan urusan umat-Nya. *kibas jilbab*

Ride to Pura Parahyangan Jagatkarta

Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya rencana ikut Le’tape Indonesia. Perlu latihan nanjak! Akhir pekan lalu, saya dan tiga rekan lain ke situ dari Sentul City naik sepeda! Total 55K pp.

Letaknya di Tamansari,Bogor, di kaki gunung salak. Menuju Pura, berat banget! Tanjakannya sadis! Sampai di atas sejuk banget udaranya! Dan jangan lupa, mampir di warung makan depan pura. nasi merah sambal kecombrangnya enak banget betttt!

Sejujurnya, saya baru tahun lho Pura ini ada. Kayaknya dulu Anta, teman kuliah S2 yang beragama Hindu-Bali pernah sekilas cerita, tapi ngga nyimak banget.

Oh ya, karena kami bukan Hindu, tidak boleh masuk melebihi gerbang di atas. Tapi kalau lihat foto di google, bagus banget. Namanya juga di puncak ya. Pura ini juga terbesar kedua setelah Pura Besakih.

Senang banget sih, cuma yang sebel trafficnya emamg! Mana saya takut turunan, belum harus sigap sama angkot, motor dll yang lewat.

The Struggle is Real
(Kayak)
PaspFoto Keluarga Besan :))
Enak Banget gilaaaaaa!!!!