Lesson learned from plants

Melanjutkan cerita saya di sini, ada dua tanaman rumah favorite saya

Spider Plant dan Kuping Gajah.

Tanaman murah (waktu itu – ngga tau sekarang), bahkan kuping gajah ini dikasih Tina.

Kenapa saya suka? Karena si Spider Plant itu awalnya rimbun, saya letakkan di rumah. Di atas lemari. Refrensi yang saya baca, tanaman ini cocok untuk di dalam rumah.

Foto sekitar bulan Juni 2020, lalu saya lupa siram, karena posisinya di atas. Jadilah dia layu, daun rampingnya kering.

Saya coba pindahin keluar, ngga banyak perubahan. Lalu saya ganti potnya, ganti media, dan dia kembali rimbun. Seperti foto di atas. Saya suka anak tanamannya yang menjuntai. Buat saya bagus.

Sama dengan Kuping Gajah di atas (Anthurium). Plant-nya stress, sempat mati, tapi masih ada akar. Saya pindahin pot, ganti media and voila jadi rimbun banget. Bahagia banget tiap minggu suka lihat daun daun baru.

Makanya itu favorite saya! I saw them dying, buy they didn’t give up on themselves.

And this morning I said another affirmation to myself, that I won’t give up on myself, either.

One thought on “Lesson learned from plants

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s