Tertampar dan hambar

Hey, it’s a rhyme!

Kemarin malam, saya mau latihan salsa. Buru buru nih dari kantor mengejar kereta. Sampai stasiun Kebayoran, hujan deras! Doh! Ketika kereta tiba di Pondok Ranji, masih deras.

Saya berdiam sebentar di stasiun. Terus BT! Sial nih hujan, bikin rusak saja schedule. Akhirnya cuek menerobos hujan naik ojek ke tempat les Salsa. Ya, kuyub! Walaupun pake ponco (jas hujan)

Lalu saya mesan teh panas di kafe yang menjadi lokasi les salsa. Sempat ngobrol sana sini, dll dll baru saya tersadar! Gelang emas saya hilang! Yang bikin sedih, gelang itu punya almh ibu saya! Hampir nangis sembari mengingat-ingat rentetan peristiwa malam ini. Saya keluar tempat les lagi, menerobos hujan, menuju tempat pak ojek menurunkan saya di trotoar.

And you know what? Gelang saya tegeletak di jalan raya tesebut! Antara tempat les dan toko kue. Kemungkinan jatuh ketika saya melepas jas hujan! Tempat les saya sebelahnya toko kue terkenal, yang tamunya silih berganti! Bisa jadi karena hujan, orang jadi malas belanja. Wah! Untung hujan (Maap Tuhan) permohonan saya dalam hati.

Tadi siang, another sad news come. Le’tape indonesia diundur bulan Agustus. Ini race kedua saya yang diundur setelah Jogja Marathon, yang juga diundur di bulan Agustus. Antisipasi Covid-19. Serupa dengan jadwal awal, acaranya akan selang seminggu. Mood saya drop, sudah malas banget! Karena ada “A classified” Race yang akan saya jalanin.

Mungkin uangnya akan kembali sebagian, kebetulan ikut travel yang diurus oleh rekan sendiri. Saya memilih tidak akan datang di race yang di re-schedule itu. Hilang momentumnya. Anggap saja latihan ke Kopi Daong dan Pura Jagatkarta minggu lalu sarana jalan jalan dan kenalan dengan Agung dan Tony. Lumayan lah ya!ada teman latihan baru! Ahahahha!

Anyway, pas lagi kesal dan menggurutu sendiri, sebuah Whatsapp masuk. Dari travel haji saya, Yang mengabarkan ada kemungkinan antrian saya dipercepat.

Jujur saya bingung saya menanggapinya. Antara senang dan bingung sih lebih tepatnya, tidak usah terlalu detail di sinilah ya! Hahahah

Ternyata urusan ke Tanah Suci ini masih jadi Wow sekali buat saya yang kelakuannya ya-you-know-lah! I know, It’s nothing I should be proud about! Lalu masalah duniawi yang datang, kinipun serasa hambar! Hilang kesalnya.

Sebegitunya Tuhan Maha mebalikan urusan umat-Nya. *kibas jilbab*

2 thoughts on “Tertampar dan hambar

  1. Kalau memang nggak digariskan buat hilang, keknya sesuatu itu nggak mungkin hilang, ya. Saya belum pernah sih ngalamin kejadian emas jatuh di jalan seperti itu. Tapi dulu pernah ngalamin hampir kehilangan dompet di angkutan antarkota. Besoknya pas mau balik ternyata dompetnya masih ada dan nyelip aja gitu di sela-sela kursi. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s