Jangan remehkan, pria yang naik angkot itu…

Ceritanya, saya sama beberapa teman mau ngopi di pojokan jalan Tulodong Atas. Kita punya setengah jam free time sebelum jam istirahat berakhir. teorinya. Prakteknya suka molor…hahahaha

Kita jalan kaki nih, terus ketemu dua anak kinyis kinyis a.k.a generasi milenial ….anak kantor juga. keduanya perempuan. Kami ajak gabung.

Yang satu, seketaris direktorat kami sebut saja Andrina šŸ˜‰ – memang nama sebenarnya. Satu lagi temannya, sebutnya saja Reni.

Andrina memperkenalkan Reni ke saya yang ruangannya beda lantai.

“Mbak, boss-nya Reni cakep lho!!!” Katanya setengah promosi

“Ohh, pak siapa?”

“pak Andi” (tentu, bukan nama sebenarnya…)

“Ohh… tau! Dulu dia dan istrinya sekantor sama saya. kos-kosan saya dulu sedaerah sama kos dia dan pacarnya — yang sekarang jadi istrinya” saya nyerocos tanpa titik koma.

“Dulu tiap pagi, Andi jemput pacarnya ke kos. Terus mereka jalan kaki bareng sampe ujung jalan raya, naik angkot sama sama ke kantor. Saya suka nunggu angkot bareng mereka. Hampir tiap pagi dulu suka ketemu”

“Dulu kapan mbak?” Tanya mereka antusias…

“Duluuu banget, kalian masih TK kali…17 tahun lalu lah…”

“Oooo soo sweet” sahut mereka serempak.

Tiba tiba Andrina nyeletuk “tuh Ren, kalau ada cowok ke kantor naik Kopaja jangan loe remehkan! 17 tahun lagi bisa jadi dia naik BMW”

Reni dan saya ketawa-tawa.

PS : Mobil Andi itu memang BMW. 17 tahun lalu dia naik angkot ke kantor :))

3 thoughts on “Jangan remehkan, pria yang naik angkot itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s