Shanghai Airport : first drama of the year!

Hello! Selamat Tahun Baru!

Awal tahun ini saya pergi liburan. mendadak, baru beli tiket pertengahan November kemarin. Sungguh senep rasanya gara-gara plan saya gagal total. So I picked up a country, just because tempat saya cari nafkah kantor pusatnya di negara tersebut :)) actually, it never been in my travel wish list.

Namanya pergi mendadak dan black dates (high peak season) harga tiket sudah meroket! Mau ngga mau demi eksistensi offline maupun online cari yang paling murah. Dengan tujuan Osaka, transit di Shanghai.

Dramanya…

  • Maskapai penerbangan tsb, doesn’t have reprsentative office in Jakarta. Saya sampai minta tolong Aster, yang tinggal di KL untuk cek sesuatu.
  • Check in Manual. Aslikkkk. jadi ground staff cari tempat duduk dsb itu manual, pakai kertas macam nonton bioskop di Kabupaten!
  • No automatic Connecting flight! Jadi sampai Shanghai harus keluar imigrasi, ambil luggage, check in lagi, imigrasi lagi, security check in lagi! We are talking the same flag ship here!
  • As you probably know, kemampuan bahasa Inggris petugas imigrasi Pudong Airport juga tidak jago-jago amat. Sampai di Shanghai malah harus check up suhu tubuh. Ribet sendiri merekanya *tepokjidat*
  • Pas harus keluar imigrasi, saya kan panik! I don’t have China Visa! Termyata ada temporary permit 24 jam yang antriannyaaaa! #kzl! Akhirnya speak speak kampret bisa diduluin because my flight will be for another one hour. Sampai counter, tetap harus isi kartu imigrasi kedatangan dulu. *prettr*
  • Bolak balik tiket diperiksa sampai lecek tuh kertas tiket.
  • Kelar ambil luggage, mau check in luggage tidak ada ground staff untuk international flight. Saya lari ke information, dan dengan santainya engkoh-engkoh maskapai bilang “panggil aja salah satu dari (staff yang urus) domestic flight! Letaknya sebelahan. Jritttt! Ari manehhh!
  • Habis bisa check in harus melalui prosedur imigarasi lagi donk. Lalu ke lantai 3 yang tidak jelas petunjuknya harus kemana. Duh gusti! Saya lari sana lari ini lelahnya.
  • Sampai lantai 3, untuk internatiomal flight boardingnya di ujung Terminal 1 Pudong. GUBRAK! Lari-lari lagi donk!
  • Pas antri imigrasi, boarding pass jatuh ntah kemana. *dramaaaa* ternyata tertinggal di counter tempat mengisi kartu imigrasi keberangkatan.
  • Security check in lagi, panjangnyaaaa! Dengan speak speak preman Tangsel, saya ngoceh aja ke petugas imigrasi dia bilang “ke Line nomor 2 saja” Line no 2 untuk yang TOP URGENT lah. Yang mepet waktu boarding.
  • Finally! Sampai juga ke ruang tunggu!

PS : drama tersebut melibatkan ayah saya yang Alhamdulilah masih kuat lari sana sini di Pudong Airport plus dua ABG Tangsel yang baru tau mereka akan ke Jepun dua minggu sebelum berangkat! How do I get their visa photo? Akik bilang buat jaga jaga :))

Shanghai, 7 Januari 2018

Pudong Airport

No similar drama on the way back! Thank God! Flight Transfer is just the way it is!

Advertisements

11 thoughts on “Shanghai Airport : first drama of the year!

  1. Njirrrr, aku ikutan lari lari kringetan. Cina emang menyebalkan. Pudong itu bandara internasional di sebuah kota megapolitan kelas dunia, tapi wifi aja masih lemot, sistemnya juga ribet, kudu minta passcode yang dikirim ke nomer hape. Kalau hapenya gak bisa roaming internasional bijimane?? Itu terjadi pada diriku jek.

    Lantai bandara boleh mengkilat, tapi kelakuan petugasnya masih ndeso, meludah di lantai, njritt nggilani. Dimana mana ada tulisan dilarang merokok, tapi masuk ke toilet untuk kaum difabel, bau rokoknya menyengat sekali. Sekali lagi njritttt. Ini bandara atau terminal bis sih sebetulnya?

  2. Bacanya sampe ngos2an, Ki 😂😂 but definitely nice info.. apalagi dpt temporary visa 24 jam.. lumayan kalau misalnya mau keluar dulu.. eh tp kudu same airlines yaa.. well, thanks for sharing.. ditunggu cerita Jepunnya yaaa.. 😍

      • Jangan Ki!!
        Di Cina banyak socmed yang diban, seperti facebook, google, whatsapp. FB diban okelah, gak terlalu butuh.
        Tapi google? lha kalau mau nyari arah dan tujuan, pake google maps, bijimane? Mau komunikasi dengan sanak sodara nyari tahu sesuatu, pake SMS mahal, pake whatsapp lah. Lha trus diban bijimaneeee.

        Kecuali kalau udah persiapan dengan mateng sebelum nyampe.

      • Hahaha.. Mestinya gak papa deh.. Gua dulu ke Guangzhou juga yah parah bet, org2nya di jalan, macam kayak satpam gedung gitu, ditanyain malah melengos, usir2 pula.. haizzz.. tapi yah ternyata bisa juga naik bis kesana kesini.. haha

  3. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian mba Kiki hihihi. Untung udahannya hepi yahhh kalo ga keselnya bisa kepanjangan 😁
    Aku pernah ngibrit-ngibrit pas mau ke Brussels dari Dubai, gara-gara pake qatar airways dia harus terbang dulu ke Doha dan di sana ganti pesawat ke terminal yg berbeda (rapid transfer – 1 jam aja dan waktu itu bandaranya belom selesai renov), sampe disamperin mbak2nya karna udah last call. Walo pas di gate mas yg jaga sempet nanya “ini gpp ga ada visa? (aku pake paspor dinas waktu itu hahahaa) untung endingnya bahagia – diangkut juga walo tanpa visa😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s