alice and white rabbit

Salah satu rekan saya, minggu lalu berpulang. 

Kepergian rekan kantor lama yang usianya jauh di bawah saya itu, tentu saja menyentak banyak orang.

Saya sempat bertanya, kenapa tidak pernah ketemu beliau lagi di stasiun. Ternyata selama ini dia sakit, dan saya juga beberapa teman terlalu ignorant untuk menyimpak postingan alm di Path yang bolak balik check in di Rumah Sakit. Konon hasil lab yang merujuk penyakit yang diderita 4 bulan terakhir baru ketahuan setelah belio tiada.

Malam sebelum kepergian blio, saya sebenarnya pengen sekali besuk. Tapi RSCM cukup menantang jika dijambangin di malam minggu dari Serpong dan hujan. Karena sedang meyiapkan rumah baru, saya terlalu sibuk di pagi hari.

Apa daya, keesokan pagi ketika saya ingin menjenguk janjian dengan beberapa kawan lama dapat kabar belio sudah dipanggil “Big Boss” kembali. Meninggalkan hutang saya kepada blio untuk membelikan action figure yang merupakan kegemarannya jikalau saya travelling.

Saya tentunya menangis dan banyak kawan kami yang lebih dekat dengan alm melakukan hal yang sama.

Membaca Facebook beliau, banyak sekali pujian kepada rekan saya ini. Anaknya baik, tutur kata baik, pintar, korporatif ditambah wajah belio yang memang tampan. Semua masalah tampaknya dihadapin tetap dengan senyum khas-nya. 

Rekan saya yang lain lagi, Adit, memposting foto di atas di socmed beliau. Dengan caption

A dear reminder that life is short and being happy is just a smile away.

Advertisements

3 thoughts on “alice and white rabbit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s