rekam jejak dari masa lampau

Tulisan tahun lalu, 24 May 2015. That is why I love writing. Penting ngga penting, tulis aja. sering jadi reminder buat saya, and sometimes a therapy as well.

apalagi kalo ada komen, hahahahhhaha

banyak komen dari yang baca blog gw, gw simpan. gw inget inget. buat jadi nasehat, motivasi, en des bre. Termasuk komen dari postingan yang ini: 

—/—-/—-/—/—/—/—

gw lagi buka timeline FB gw. Ada status Pak Philip, suaminya Sinta.

ada foto kartu ucapan lalu caption awalnya “pernah sedih karena anak sedih?” Yaaa kira kita gitulah.

Gw screen cap  (tahun lalu gw screen cap, sekarang gw copas ya)  statusnya:

(statusnya Pak Pilips pakai tanda kutip)

” Pernah nggak ngerasa sedih karena ngeliat anak sedih? gw pernah, ini salah satunya. 

Waktu itu hari terakhir di Amerika setelah tinggal 6 tahun lebih karena studi, anak yang paling tua ngotot tetep mau sekolah walau cuma beberapa jam ( dia middle school atau kelas 2 SMP waktu itu). Merasakan dia sedih banget mau pisah for good dengan teman-temannya. Akhirnya kita ngalah, walau ribet harus jemput dia dulu sebelum jalan ke bandara. Dia bawa cookies untuk perpisahan buat teman sekelas.

Tempo hari saya bongkar tas berisi dokumen-dokumen, nemu kartu ini diantara tumpukan kertas. Jadi ingat hari yang sedih itu. Saya lihat lagi kartu perpisahan yang digambar sendiri dan ditandatangani teman-teman kelas orkestra nya. Di sekolahnya itu dia ikut orkestra main viola dulu (yang ndak tahu, viola itu alat musik gesek yang nada nya nada-nada rendah dari biola/violin, contohnya string section yang di band Velvet Underground itu viola, bukan violin).
Saya lihat pesan-pesan tandatangan teman-teman sekolahnya di kartu itu, jadi membayangkan sedihnya dia di hari terakhir.
Yang jemput dia di sekolah adalah istri saya, salman cuma tiga jam-an di sekolah hari terakhir. Ada sebuah foto yang diambil istri saya mengabadikan si salman lagi membersihkan untuk terakhir kali locker nya di lorong sekolah yang sepi (karena teman-temannya tentu di dalam kelas). Hening. 
Semoga hari itu justru memperkuat dia, walau sedih sekali, pelajaran pertama dia bahwa nothing lasts forever. Setiap ada awal, selalu ada akhir…”

Bagian anak mereka bersih-bersih locker di hari terakhir bikin mata gw berkaca-kaca.

Ingatan gw terlempar di bulan May 1991. Gw yang waktu itu seumur Salman juga termangu setengah jam di depan loker gw. Yellow Hall, Travis JHS.
Jadii, sekolah gw dulu ada 4 hall (yellow, orange, green and blue). Orange dan Yellow hall adanya di lantai satu.

Hari pertama sekolah, gw dan beberapa teman ESL ( english as second language) dapatnya yellow Hall. Deket-deket ujung langsung pintu keluar menuju ruangan musik.
Karena kelas gw banyakan di daerah orange hall, teman-teman ESL pada pindah ke orange.
gw stayed di yellow hall, karena teman dari Indonesia kebanyakan di Yellow Hall juga walaupun mereka di ujung hall yang lain.
Gw saat itu, awam banget sama locker.
Selalu gagal buka loker walaupun caranya udah bener. Dan gw masih inget caranya:
Putar knob sampe dua kali angka 0, putar angka pertama ke kanan, putar angka kedua ke kiri dan angka ketiga kanan lagi.
Kalo udah panik, loker ngga bisa kebuka, pasti minta tolong murid lain bukain yang kebetulan lewat. And yes, they were very helpful eventhough i’m a foreigner.
Anyway…at that time of courseeeeee
Gw ngerasa anak SMP paling cool seduniaaaaa!
Gilak gw punya Loker macam Kris Witherspoon yang suka pesawat-pesawat film series Our House atau si DJ di Film Series Full House man!!! =)) *contoh kasus penyingkap umur*

Buat kalian yang seumuran adek-adek gw kayaknya ngga tau deh mereka siapa ya dan film seriesnya tentang apa! Ha!
And everything must come to and end, datanglah hari itu penghujung bulan May, hampir seperempat abad yang lalu #tsahhh
Sehari sebelumnya gw sudah bebersih loker Gym, balikin baju gym (baju olahraga dipinjemin)
Hari terakhir sekolah sebelum summer break, libur panjang di sana 3 bulan baru masuk lagi awal September biasanya.  Almh mama dan papa jemput ke sekolah sekalian pamitan sama guru-guru.

Another 1 month and half, we would be back to Jakarta. 

Biasanya gw buka loker banting sana banting sini, naro buku juga gitu :))

Kali itu pelannn banget.
Tinggal kertas-kertas PR, buku buku sudah dibalikin. Buku-buku (pelajaran) dulu dipinjamkan dari sekolah.
Gw selusuri lagi loker gw, kayak pengen tau rasanya megang loker ini untuk terakhir kalinya.
Dingin.
Dan karena teman-teman ESL pindah loker ke Orange Hall, ya kiri kanan gw ngga ada orang.
I made a pray, semoga saya bisa lihat sekolah ini lagi…liat loker ini lagi, dua deretan dari ujung dekat pintu keluar menuju Kelas Musik.
Namun Saya lupa keinginan itu, lupa bahwa saya pernah menatap loker saya untuk terakhir kali.
sampai saya baca status Pak Philips.
Sinta, ibunya Salman mengirim via whatsapp foto waktu Salman membersihkan lokernya, sesaat gw cerita gw nangis baca status suaminya. :))
Tapi rasanya ngga etis posting foto Salman di sini yaa belum ijin mamanya and he’s not my child either walaupun fotonya tampak dari belakang.
Anyway, sampai 24 tahun kemudian…keinginan itu belum kesampaian.
Ngga ada tanda akan kesampaian juga.
I feel bad for my self, i realize i never really work on my dream. Always afraid to do something different. May be karena lingkungan saat itu memaksa begitu. Semua diurusin.
While for Salman, if he wants to see his locker back…he still has a lot of chance to do so:)

For the first time in my life I envy to someone who is half of  my age ….

////—/—-/—/—-/—-/—-////

august 16, 2016

Tulisan gw 1,5 tahun yang lalu. Time flies, sekarang gw masih penakut, tapi sepertinya pengen banget deh melakukan hal yang berbeda. Giant leap, because small steps seems too mainstream :)) I really want too  see Travis JHS… again.

Advertisements

5 thoughts on “rekam jejak dari masa lampau

  1. Cuma bisa bilang trust your heart and instict, Ky…If you think the giant leap will bring you the best, just do it 🙂 *From Inong who wants to take a giant leap but still don`t have the courage to do it :(*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s