Another Contemplanting

*mungkin*

Kami punya sahabat kecil yang sudah kami anggap sebagai saudara. W namanya, Alm Ayah W dan Ayah kami satu kantor dulu di Sumatra, dimana, di kantor ayah saya itu, the whole employees is like one big family! Waktu ayah saya dipindahkan ke Jakarta early 80’s, banyak sekali rekan ayah saya menjadikan rumah kami di Puri Indah sebagai persinggahan. Salah satunya keluarga W. So, we really considered W as one of our cousins. Waktu kecil dan liburan ke Sumatra, kami pasti menginap juga di rumah W.

W melanjutkan studi lanjutan di Jakarta, walaupun nge-kost untuk mempermudah mobilitas dia, on weekend sering banget bermalam di rumah. W and my sis born 3 months apart. exactly at  the same age. Waktu kerusahan Jakarta, May 1998 contohnya, she was in our house. Dijemput sama papa ke kost dia. To make sure, she was ok! Benar-benar kayak saudara lah.  Waktu blio melanjutkan studinya ke Negeri Kanguru misalnya, dia sampai memberikan topi Cowboy buat papa saya dari kulit sebagai oleh-oleh. She knows our dad spent weekend on Golf Course at that time. very thoughtful of her.  Padahal kami anaknya kalau jalan-jalan aja suka pura-pura lupa kasih hadiah. hahahah.

Waktu saya harus on the job training kembali ke hutan Sumatera :D, dan lagi pengen hidup “enak” saya bermalam di rumah orang tua W persis di kamar W. Di bunk house ngga ada AC, pas hutan lagi panas-panasnya suka manja bahahhhaha. atau pas lagi pengen makan enak. =)

W saat ini bekerja sebagai pramugari di sebuah maskapai asing. Ketika dia tandatangan kontrak dan harus ada wali, saya bertindak sebagai walinya, on behalf of her parents. During her job, she met someone. Laki-laki tentu saja. Mereka  saling jatuh cinta dan akhirnya memutuskan untuk menikah. He was a Dutch, lived in Netherland. Ketika kabar W akan menikah saya dan adik saya bukannya bantuin malah sibuk merayu W kalau mereka sudah menikah,  anak-anak kami akan kami kirim liburan di NL aja! hahahaha. Harusnya, mereka menikah awal bulan September namun ditunda.

Unfortunately, her fiancee passed away weeks ago. Innalililahi wa’ innalilahi rojiun.  I cried as I wrote this! I still remember those pre-wed picture that was posted on her socmed account! Manis sekali! Perfect couple 🙂 It’s just a true sentence of “Manusia berencana, Allah yang menentukan”

W berusaha untuk ikhlas, mau ngga mau. I, of course, have no gut to ask how she feels. Dia belum mampir lagi ke Jakarta. Seandainya ke Jakarta pun, hanya transit before leaving for PKU, to her mom. Her dad  had passed away 4 years ago. Jadi kebayang donk, kabar dia akan menikah membuat saya dan adik saya bahagia juga! Untuk ukuran orang Indonesia, she’s mature enough and  (somehow) will have  someone to rely on! 

Peristiwa seperti ini, kerap membuat saya berpikir. Kira-kira rencana apa yang diplot Tuhan untuk hidup seorang hamba-Nya.

Advertisements

8 thoughts on “Another Contemplanting

  1. Mbak Ky, sedih banget aku bacanya. Turut berduka cita untuk W. Terbayang bagaimana sedihnya saat kebahagiaan didepan mata terenggut oleh takdir Tuhan yang bernama ajal. Tuhan benar2 kuasa atas segalanya.
    Mbak itu ada typo dikit …during her job, he met… —> mustinya she kan mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s