Turnamen Foto Perjalanan Ke 33 – Rumah Ibadah

Hallo rekan-rekan semua! Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Om Nduut yang memilih foto Sungai Barito sebagai pemenang TFP ke 32 🙂

Sekaligus mohon maaf karena keterlambatan saya menjadi tuan rumah di turnamen ini. Agak ribet akhir tahun kemarin lalu berasumsi sendiri teman-teman mungkin juga lagi liburan menghabiskan cuti (seperti saya, walaupun ngga kemana-mana tapi banyak yang harus diselesaikan #alasan).

Seperti komen saya di postingan Om Ndut, saya berniat mengangkat tema Rumah Ibadah. Why? Karena saya suka kalimat ini

“When the world pushes you down to your knee, you’re in a perfect position to pray”

ImageSaya sendiri tidak megang laptop pribadi nih, masih di luar. Sehingga mengambil foto yang diambil pake hp seadanya di Ling Hok Bio, ketika berkunjung ke Semarang bulan September yang lalu.

Ok, langsung saja ya. Copy Paste ketentuannya :

TATA CARA MENGIKUTI TURNAMEN FOTO PERJALANAN

  1. Turnamen Foto Perjalanan ini berlangsung dari tanggal 5 January 2014 s.d 12january 2014 hingga pukul 23.59 WIB
  2. Foto HARUS merupakan hasil jepretan alias karya kamu sendiri
  3. Upload foto Anda di media apa saja. Boleh web, blog, Flickr, Picasa, Photobucket, dll.
  4. Submit foto pada kolom comment artikel ini dengan format berikut :
  • Nama/nama blog (akun Twitter bila ada)
  • Link blog
  • Judul/keterangan foto (maksimal 1 paragraf)
  • Link foto (ukuran foto maksimal 600 pixel pada sisi terpanjang)
  1. Ada kemungkinan foto yang kamu kirim akan di-rehost di web tuan rumah. Terutama kalau terlalu besar atau bermasalah.
  2. Submisi lebih cepat lebih baik, sehingga fotomu bisa tertampil seatas mungkin. :)
  3. Foto yang tidak patut, tidak akan di-upload disini, sesuai kebijaksanaan tuan rumah (misal : mengandung kebencian, menyinggung SARA, nyeleneh, menghina pihak lain)
  4. Foto tidak diperkenankan dalam bentuk kolase
  5. Pengumuman pemenang : 2-3 hari setelah batas masa submisi
  6. Foto akan dipampang di dalam post setiap harinya berdasarkan antrian submit di jurnal ini.

TURNAMEN FOTO PERJALANAN UNTUK TRAVELLER INDONESIA

Mengapa mengikuti Turnamen Foto Perjalanan?

  • Ajang sharing foto. Bersama, para travel blogger Indonesia membuat album-album perjalanan yang indah. Yang tersebar dalam ronde-ronde turnamen ini. Untuk dinikmati para pencinta perjalanan lainnya.
  • Kesempatan jadi pemenang. Pemenang tiap ronde menjadi tuan rumah ronde berikutnya. Plus, blog dan temamu (dengan link ybs) akan tercantum dalam daftar turnamen yang dimuat di setiap ronde yang mendatang. Not a bad publication.

Siapa yang bisa ikut?

  • (Travel) blogger – Tak terbatas pada travel blogger profesional, blogger random yang suka perjalanan juga boleh ikut.
  • Setiap blog hanya boleh mengirimkan 1 foto. Misal DuaRansel yang terdiri dari Ryan dan Dina (2 orang) hanya boleh mengirim 1 foto total.
  • Pemenang berkewajiban menyelenggarakan ronde berikutnya di (travel) blog pribadinya, dalam kurun 1 minggu. Dengan demikian, roda turnamen tetap berputar.
  • Panduan bagi tuan rumah baru akan diinformasikan pada pengumuman pemenang. Jika pemenang tidak sanggup menjadi tuan rumah baru, pemenang lain akan ditunjuk.

Nggak punya blog tapi ingin ikutan?

  • Oke deh, ga apa-apa, kirim sini fotomu. Tapi partisipasimu hanya sebatas penyumbang foto saja. Kamu nggak bisa menang karena kamu nggak bisa jadi tuan rumah ronde berikutnya.
  • Eh tapi, kenapa nggak bikin travel blog baru aja sekalian? WordPress, Tumblr, dan Blogspot gampang kok, pakainya.

Hak dan kewajiban tuan rumah:

  • Menyelenggarakan ronde Turnamen Foto Perjalanan di blog-nya
  • Memilih tema
  • Melalui social media, mengajak para blogger lain untuk berpartisipasi
  • Meng-upload foto-foto yang masuk
  • Memilih pemenang (boleh dengan alasan apapun)
  • Menginformasikan pemenang baru apa yang perlu mereka lakukan

Ronde Turnamen Foto Perjalanan:

  1. Laut – DuaRansel
  2. Kuliner – A Border that breaks!
  3. Potret – Wira Nurmansyah
  4. Senja – Giri Prasetyo
  5. Pasar – Dwi Putri Ratnasari
  6. Kota – Mainmakan
  7. Hello, Human! (Manusia) – Windy Ariestanty
  8. Colour Up Your Life – Jalan2liburan
  9. Anak-Anak – Farli Sukanto
  10. Dia dan Binatang – Made Tozan Mimba
  11. Culture & Heritage – Noni Khairani
  12. Fotografer – Danan Wahyu Sumirat
  13. Malam – Noerazhka
  14. Transportasi – Titik
  15. Pasangan – Dansapar
  16. Pelarian/Escapism – Febry Fawzi
  17. Ocean Creatures – Danar Tri Atmojo
  18. Hutan – Regy Kurniawan
  19. Moment – Bem
  20. Festival/Tarian – Yoesrianto Tahir
  21. Jalanan – PergiDulu
  22. Matahari – Niken Andriani
  23. Burung – The Traveling Precils
  24. Sepeda – Mindoel
  25. Freedom – Pratiwi Hamdhana AM
  26. Skyfall – Muhammad Julindra
  27. Jembatan – Backpackology
  28. Tuhan – Efenerr
  29. Gunung – Elisabeth Murni
  30. Batas – Ayu Welirang
  31. Jejak- Daru Aji
  32. Sungai – Omnduut
  33. Rumah Ibadah – Sikiky
  34. Bisa jadi kamu…iya kamu 😉

ok, ditunggu partisipasi-nya ya…kalau saya agak lama mengupload foto rekan-rekan di postingan yang ini mohon dimaafkan (lagi) 😀

Daftar Peserta

1. афина (@FnFz)

20140108-170108.jpg

http://sashimidress.tk

“You can destroy a building, but you cannot destroy faith”
Храм Христа Спасителя atau Cathedral of Christ The Saviour merupakan sebuah katedral yang diinisiasi oleh Tsar Aleksander I setelah Napoleon kembali ke Prancis pertanda kekalahan mutlak dengan Kekaisaran Rusia. Katedral ini dibangun untuk menghormati Kristus Sang Juru Selamat yang menyelamatkan Rusia dari kehancuran, dan juga untuk menghormati seluruh pengorbanan rakyat Rusia masa itu. Bangunan cantik ini terletak di seberang jembatan Sungai Moskow. Sayang sekali, katedral yang saya abadikan ini bukanlah katedral yang sama yang diinisiasi oleh Aleksander I, karena Joseph Stalin membumihanguskan bangunan cantik ini dengan dinamit sehubungan dengan kampanye anti agama di Uni Soviet pada tahun 1931.
(Foto saya ambil pada 14 Juni 2013, 19:01 waktu Moskow; kota yang terberkati dengan lebih dari 300 gereja)

2. Inong / @inong79

Di bawah payung cantik :-)

Di Bawah Si Payung Cantik

3. Isna / @isna_saragih

https://i2.wp.com/farm3.staticflickr.com/2862/11795773916_44dc06a0fe.jpg

Warni Masjid Kerinci

4. Muhammad Akbar / @indonesianholic

20140108-132428.jpg

Al Hilal Katangka, Masjid Tertua di Sulawesi Selatan

Al Hilal Katangka 1603 merupakan masjid tertua Sulawesi Selatan dan sebagai simbol jejak islam di Kerajaan Gowa-Tallo, yang didalam sejarah islam sebagai kerajaan islam pertama di Pulau Sulawesi.

5. Evia

20140108-132611.jpg

Robohnya Surau Kami

Beberapa tahun yang lalu saya melawat ke Sumatra Barat. Di Batusangkar saya melihat bangunan unik, lalu berhentilah saya sejenak. Melihat sekelilingnya. Ada kolam ikan. Bangunannya berpagar tapi tak terkunci. Sayang pintu suraunya terkunci sehingga saya tak bisa masuk, padahal pengen sholat di sana. Papan namanya kusam dan berlumut. Tertulis di papan nama itu “Situs Cagar Budaya. Surau Nagari Lubuk Bauk. Balai Pelestarian Peningalan Purbakala Batusangkar. Wilayah kerja Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.” Mengingatkan saya akan cerpen “Robohnya surau kami” karya A.A. Navis.

6. Ladeva/@ladevagumanti

Megahnya Masjid Omar 'Ali Saifuddien - Brunei Darussalam

Megahnya Masjid Omar ‘Ali Saifuddien, Brunei Darussalam:

7. Chrismanabee / @chrismanabee

http://beemukaromah.files.wordpress.com/2014/01/img_20130313_230610.jpg

Keterangan : Bersiapan untuk upacara adat

blog : http://beemukaromah.wordpress.com/2014/01/08/pulau-dewata/

8. Danan Wahyu / @dananwahyu

http://dananwahyu.files.wordpress.com/2013/05/66.jpg

Sebentuk Toleransi

Blog : http://dananwahyu.com/2013/05/23/nepal-2013-monkey-temple/
Keterangan : Kuil Swayambhunanth merupakan bentuk toleransi beragama di Nepal. Kuil Budha juga dihormati pemeluk agama Hindu. Banyak raja pemeluk Hindu memberikan persembahan ke kuil, salah satunya Pratap Malla, raja Kathmandu.

9. Nurul Noe / @NurullNoe

https://i2.wp.com/nurulnoe.com/wp-content/uploads/2014/01/Masjid-Babul-Jannah.jpg

Pulang

Siang itu 3 September 2013, di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, kulihat pintu Masjid Babul Jannah terbuka lebar. Memanggil jiwa-jiwa yang rindu dekapan. Kudengar juga angin membisikkan sesuatu. “Pulanglah! Sejauh apapun kaki telah melangkah. Karena pintu rumah-Nya akan selalu terbuka lebar untuk menyambutmu.” Lalu kuturunkan ransel dari punggungku, bersuci, berlutut, dan berdoa. Tuhan, aku pulang…

10. Monda /@monda6

Masjid Tuo Kayu Jao

Terpesona Masjid Tuo Kayu Jao

Yang membuatnya mengesankan adalah karena secara kebetulan menemukan plang cagar budaya dalam perjalanan ke Gunung Talang hendak mengunjungi danau kembar, Danau di Atas dan Danau di Bawah. Masjid kayu tua yang berwarna hitam kelam ini adalah masjid tertua di Sumatera Barat. Letaknya tak jauh dari jalan raya di sebuah lembah kecil, masih terawat baik dan masih dipergunakan untuk ibadah sehari-hari.

11. Ino / @Lailatul_Qadr

Masjid Beijing
Masjid Beijing

Kalau di Surabaya ada Masjid Cheng-Ho yang bernuansa China, di Rantau Panjang-Kelantan-Malaysia ada Masjid Beijing. Sebuah bangunan Masjid yang berada di sekitar 2 km dari perbatasan Malaysia-Thailand yang juga bernuansa China. Masjid ini adalah masjid satu-satunya yang menggabungkan konsep China-Islam di negara tersebut. Mulai dari pintu masuk, bagian depan masjid, hingga ke bagian dalam. Tak main-main, konon katanya Masjid ini mampu menampung 1000 jama’ah.

12. Jampang/ @rifki_jampang

http://jampang.files.wordpress.com/2012/06/masjid-amirul-mukminin-makassar.jpg

Masjid di Atas Air

Masjid Amirul Mukminin, Makassar ini adalah masjid terunik yang pernah saya lihat.. Pasalnya, masjid tersebut dibangun bukan di atas tanah atau daratan seperti masjid kebanyakan, melainkan di atas air dengan menggunakan tiang-tiang penyangga.Sebagai penghubung masjid dengan tepi pantai, sebuah jembatan pun dibangun. Jembatan yang juga disangga oleh tiang-tiang yang koko

13. Hanny / @tentanghanny

Singapore adalah negara multi etnis. Bukan hal yang aneh ada mesjid di negara ini. Apalagi mesjid ini memang berada di daerah Kampung Arab. Lalu apa yang menjadikannya istimewa, terutama untukku? Karena aku mengunjunginya bersama teman yang berbeda agamanya denganku. Meski temanku tidak berkesempatan untuk masuk dan melihat dalamnya karena jam berkunjung sudah habis, tapi temanku rela menungguku ketika sholat di sini. Cukup lama ia menunggu karena aku menunggu waktu Ashar masuk sehingga bisa sholat berjama’ah.

14. Shella / @shellahudaya

http://medischfun.files.wordpress.com/2013/08/green2.jpg?w=490&h=653

Green Mosque in the middle of Rantepao, Land of Thousand Churches, Tanah Toraja.

Toraja often called Land of the Dead and Land of Thousand Churches. The last is called so because of the massive numbers of churches built in Tana Toraja, since most of the people are Christians. But in the middle of my random-walking through Rantepao, the capital of Tana Toraja, I found this mosque, covered with beautiful green-coloured-dome, can’t be more serene and free as it seem. The beauty of diversity.

15. Eneng Nunuz Rohmatullayaly / @qwunuz

https://i0.wp.com/25.media.tumblr.com/6a5357fb5156ce464010970c98b9f923/tumblr_mlby17Q0g01qeiij4o1_1280.jpg

Saksi Bisu Tsunami Aceh

Saya terpesona ketika pertama kali melihat mesjid yang tersohor di tanah rencong ini. Sebuah tempat ibadah umat islam yang menjadi saksi bisu ganasnya tsunami Aceh yang memporak porandakan bangunan sekitarnya. Mesjid ini berdiri kokoh, menyelamatkan ratusan bahkan ribuan nyawa di dalamnya. Melihatnya dari dekat, memasuki gedungnya, shalat di dalamnya, melihat aktivitas keagamaan di sana membuat hati saya berdesir.

 
 

16. omnduut / @omnduut

 
http://omnduut.files.wordpress.com/2013/05/2-r.jpg
 

Surau di Agam

Melihat gambar ini, aku teringat masa kecil yang setiap sore pergi mengaji ke surau/mushola dekat rumah. Bersama teman kami pergi bersama menuju mushola kecil yang berada di tepi rawa. Ah, jadi teringat lagu Suasana di Kota Santri ya :) “Tiap pagi dan sore hari, muda mudi berbusana rapi, menyandang kitab suci, hilir mudik silih berganti, pulang pergi mengaji…” Anak-anak di kota Agam tentulah lebih bersemangat mengaji ketimbang aku dulu. Lha pemandangannya elok seperti ini, sih!
 

17. Rinta Adita /@rintadita

http://simalesmandi.files.wordpress.com/2014/01/picsart_1389341904585.jpg

Sentuhan Seni di Musholla

Setiap tempat ibadah pasti memberikan kesan damai pada siapa saja yang menginjakkan kaki di dalamnya. Berbeda dengan musholla yang satu ini, selain merasakan damai, kita juga dapat merasakan sentuhan seni yang unik dan kesederhanaan di dalamnya.

18. Ragil / @ragilduta

Masjid Raya Baitul Izzah

Masjid Raya Baitul Izzah

Ini salah satu masjid besar di Kota Bengkulu, tapi cuma masjid ini yang bikin gue pingin berkunjung lagi ke Bengkulu.
 
 

19. Ainun Isnaeni / @kimnoen

Interior Gereja Tua Sikka photo SAM_0202_zpsa38928b3.jpg

Gereja Tua Sikka

Nggak nyangka di daerah yang cukup terpelosok, berdiri sebuah bangunan gereja tua di daerah Sikka NTT. Meskipun akses masuknya jauh dan tidak ada kendaraan umum, semua perjuangan itu terbayar dengan suasana di sekitar gereja yang tenang dan arsitektur bangunan kuno yang masih dipertahankan. Bangku panjang di dalam gereja boleh kuno dan jadul, tapi ketika berdoa bikin adem ayem di hati.

20. Indah Nuria Savitri / @indahnuria

Mezquita–catedral de Córdoba

And I can hear the voices of the past…
Lingering in its stone cold arches and lavish corners…
Whispering the words of the wisdoms…
And shedding tears from God’s forgiven creatures…

Masjid – Katedral Cordoba, Spanyol, yang menjadi saksi sejarah peradaban besar dua agama, Islam dan Katolik, di Bumi Andalusia, Spanyol

21. Vica

Di penghujung Syaban,
kuingin mengabadikan saat-saat terakhir
Sebelum tembok tinggi itu belum utuh melingkarimu

Masalaama, ya Baitullaah
Semoga disampaikan lagi umurku untuk mengunjungi rumah suci Mu

22. dee anndee an / @dieend18f

20140113-121031.jpg

Tiada Kata Terlambat Untuk Bertobat

23. daniwirayanti / @dhann_nie

Masjid Agung Kota Magelang

Masjid Agung Kota Magelang

“Masjid Agung Kota Magelang” menjadi saksi bisu betapa besar keagungan Tuhan.

Advertisements

85 thoughts on “Turnamen Foto Perjalanan Ke 33 – Rumah Ibadah

  1. Mba, ikutan yaaa..
    Afina/ Открываешь Глаза/ @FnFz
    http://sashimidress.tk
    “You can destroy a building, but you cannot destroy faith”
    Храм Христа Спасителя atau Cathedral of Christ The Saviour merupakan sebuah katedral yang diinisiasi oleh Tsar Aleksander I setelah Napoleon kembali ke Prancis pertanda kekalahan mutlak dengan Kekaisaran Rusia. Katedral ini dibangun untuk menghormati Kristus Sang Juru Selamat yang menyelamatkan Rusia dari kehancuran, dan juga untuk menghormati seluruh pengorbanan rakyat Rusia masa itu. Bangunan cantik ini terletak di seberang jembatan Sungai Moskow. Sayang sekali, katedral yang saya abadikan ini bukanlah katedral yang sama yang diinisiasi oleh Aleksander I, karena Joseph Stalin membumihanguskan bangunan cantik ini dengan dinamit sehubungan dengan kampanye anti agama di Uni Soviet pada tahun 1931.
    (Foto saya ambil pada 14 Juni 2013, 23:01 waktu Moskow; kota yang terberkati dengan lebih dari 300 gereja)

    http://sashimidress.tk/image/72395695525

    Terimakasih 🙂 Saya mohon bila ada syarat yang belum saya penuhi, monggo beritahu saya^^

  2. Mbak Kiky ^_^
    List pemenang turnamen sebelumnya ditampilin juga ya. Copy paste aja dari blogku, nanti alamat linknya otomatis akan keikut juga 🙂

    *masih bingung pilih-pilih foto huhu*

  3. Halo mbak kiky, salam kenal yah 🙂
    iya….daftar pemenang turnamen sebelumnya kok kagak ada yah….

    Nama : Isna / @isna_saragih
    Blog : http://djangki.wordpress.com/2012/12/28/masjid-cagar-budaya-di-kerinci-1/
    Judul : Warna Warni Masjid Kerinci
    Keterangan : Di Kerinci, daerah berhawa dingin di Jambi, masjid tak hanya sekadar rumah ibadah. Namun juga media bagi masyarakat melukiskan hasrat seni dalam berbagai warna dan petuah-petuah kehidupan dalam setiap lekuk ukirannya.
    Foto : http://farm3.staticflickr.com/2862/11795773916_44dc06a0fe.jpg

  4. Nama : Muhammad Akbar
    Twitter : @indonesianholic
    Blog : http://www.indonesianholic.com/
    Judul : Al Hilal Katangka, Masjid Tertua di Sulawesi Selatan

    Link Blog:
    http://www.indonesianholic.com/2014/01/al-hilal-katangka-masjid-tertua-di.html
    Link Foto:

    Caption:
    Al Hilal Katangka 1603 merupakan masjid tertua Sulawesi Selatan dan sebagai simbol jejak islam di Kerajaan Gowa-Tallo, yang didalam sejarah islam sebagai kerajaan islam pertama di Pulau Sulawesi.

  5. Nama : Ladeva
    http://www.letspackandgo.wordpress.com
    @ladevagumanti
    Turnamen Foto Perjalanan Ke 33 – Rumah Ibadah; Megahnya Masjid Omar ‘Ali Saifuddien, Brunei Darussalam:
    http://http://letspackandgo.wordpress.com/2014/01/08/turnamen-foto-perjalanan-ke-33-rumah-ibadah/
    Keterangan foto : Foto diambil bulan September 2012 ketika saya dan teman-teman berkesempatan melakukan riset sejenak di negeri Brunei Darussalam. Banyak sekali rupa masjid di negeri ini tapi Masjid Omar ‘Ali Saifuddien bisa dikatakan sebagai icon Brunei.

    Kubah emasnya, suasanan damainya, serta kemegahan isi dalamnya masjid ini belum pernah saya lihat di masjid manapun. Dari website Kementerian Keagamaan Brunei Darussalam, dijelaskan bahwa masjid ini didirikan pada bulan September 1958 dan mampu menampung 3000 jamaah.

    🙂

  6. Daftaarr… 😉

    Nama: Nurul Noe (twitter: @NurullNoe)
    Blog: http://nurulnoe.com/pulang/

    Judul: Pulang

    Keterangan: Siang itu 3 September 2013, di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, kulihat pintu Masjid Babul Jannah terbuka lebar. Memanggil jiwa-jiwa yang rindu dekapan. Kudengar juga angin membisikkan sesuatu. “Pulanglah! Sejauh apapun kaki telah melangkah. Karena pintu rumah-Nya akan selalu terbuka lebar untuk menyambutmu.” Lalu kuturunkan ransel dari punggungku, bersuci, berlutut, dan berdoa. Tuhan, aku pulang…

    Link Foto: http://nurulnoe.com/wp-content/uploads/2014/01/Masjid-Babul-Jannah.jpg

  7. mbak, salam kenal ya dan langsung ikutan turnamen
    nama : Monda (twitter ; @monda6)
    blog : http://mondasiregar.com
    Judul : Terpesona asjid Tuo Kayu Jao

    Link Foto : http://mondasiregar.com/2014/01/09/terpesona-masjid-tuo-kayu-jao/

    Yang membuatnya mengesankan adalah karena secara kebetulan menemukan plang cagar budaya dalam perjalanan ke Gunung Talang hendak mengunjungi danau kembar, Danau di Atas dan Danau di Bawah. Masjid kayu tua yang berwarna hitam kelam ini adalah masjid tertua di Sumatera Barat. Letaknya tak jauh dari jalan raya di sebuah lembah kecil, masih terawat baik dan masih dipergunakan untuk ibadah sehari-hari.

    • Keterangan : Kalau di Surabaya ada Masjid Cheng-Ho yang bernuansa China, di Rantau Panjang-Kelantan-Malaysia ada Masjid Beijing. Sebuah bangunan Masjid yang berada di sekitar 2 km dari perbatasan Malaysia-Thailand yang juga bernuansa China. Masjid ini adalah masjid satu-satunya yang menggabungkan konsep China-Islam di negara tersebut. Mulai dari pintu masuk, bagian depan masjid, hingga ke bagian dalam. Tak main-main, konon katanya Masjid ini mampu menampung 1000 jama’ah.

  8. jampang
    http://jampang.wordpress.com/
    @rifki_jampang

    Link blog : http://jampang.wordpress.com/2014/01/09/masjid-di-atas-air/

    Masjid di Atas Air
    Menurut saya, Masjid Amirul Mukminin, Makassar ini adalah masjid terunik yang pernah saya lihat.. Pasalnya, masjid tersebut dibangun bukan di atas tanah atau daratan seperti masjid kebanyakan, melainkan di atas air dengan menggunakan tiang-tiang penyangga.Sebagai penghubung masjid dengan tepi pantai, sebuah jembatan pun dibangun. Jembatan yang juga disangga oleh tiang-tiang yang kokoh.

    Link foto :

  9. Nama: Hanny
    Twitter: @tentanghanny
    Blog: tentanghanny.tumblr.com
    Link #TFP : http://tentanghanny.tumblr.com/post/72757143683/apa-yang-istimewa-dari-mesjid-sultan-singapore
    Link Foto: http://tentanghanny.tumblr.com/image/72757143683

    Kisah dibalik foto:

    Apa yang istimewa dari mesjid Sultan Singapore ini?

    Singapore adalah negara multi etnis. Bukan hal yang aneh ada mesjid di negara ini. Apalagi mesjid ini memang berada di daerah Kampung Arab.

    Lalu apa yang menjadikannya istimewa, terutama untukku?

    Karena aku mengunjunginya bersama teman yang berbeda agamanya denganku. Meski temanku tidak berkesempatan untuk masuk dan melihat dalamnya karena jam berkunjung sudah habis, tapi temanku rela menungguku ketika sholat di sini. Cukup lama ia menunggu karena aku menunggu waktu Ashar masuk sehingga bisa sholat berjama’ah.

    Subhanallah ya… 🙂

    PS: Lunas ye utang gue 🙂

  10. Nama: Shella
    Twitter: @shellahudaya
    Blog: http://medischfun.wordpress.com/
    Link #TFP : http://medischfun.wordpress.com/2013/08/27/indonesia-in-five-colours/
    Link Foto: http://medischfun.files.wordpress.com/2013/08/green2.jpg?w=490&h=653

    Judul Foto : Green Mosque in the middle of Rantepao, Land of Thousand Churches, Tanah Toraja.
    Keterangan Foto :
    Toraja often called Land of the Dead and Land of Thousand Churches. The last is called so because of the massive numbers of churches built in Tana Toraja, since most of the people are Christians. But in the middle of my random-walking through Rantepao, the capital of Tana Toraja, I found this mosque, covered with beautiful green-coloured-dome, can’t be more serene and free as it seem. The beauty of diversity.

  11. nama:qwunuz
    twitter: @qwunuz
    blog: http://qwunuz.tumblr.com
    link Foto: http://25.media.tumblr.com/6a5357fb5156ce464010970c98b9f923/tumblr_mlby17Q0g01qeiij4o1_1280.jpg
    Judul: Saksi Bisu Tsunami Aceh
    Keterangan: Saya terpesona ketika pertama kali melihat mesjid yang tersohor di tanah rencong ini. Sebuah tempat ibadah umat islam yang menjadi saksi bisu ganasnya tsunami Aceh yang memporak porandakan bangunan sekitarnya. Mesjid ini berdiri kokoh, menyelamatkan ratusan bahkan ribuan nyawa di dalamnya. Melihatnya dari dekat, memasuki gedungnya, shalat di dalamnya, melihat aktivitas keagamaan di sana membuat hati saya berdesir.

  12. Hai hai mbak Kiky 🙂 wah yang ikutan udah rame aja ya 🙂

    – Nama : Omnduut
    – Twitter : @omnduut
    – Alamat blog : http://omnduut.blogspot.com
    – Link Foto: http://omnduut.files.wordpress.com/2013/05/2-r.jpg
    – Link Blog : http://omnduut.wordpress.com/2014/01/10/surau-di-agam/

    – Judul: Surau di Agam
    – Keterangan: Melihat gambar ini, aku teringat masa kecil yang setiap sore pergi mengaji ke surau/mushola dekat rumah. Bersama teman kami pergi bersama menuju mushola kecil yang berada di tepi rawa. Ah, jadi teringat lagu Suasana di Kota Santri ya 🙂 “Tiap pagi dan sore hari, muda mudi berbusana rapi, menyandang kitab suci, hilir mudik silih berganti, pulang pergi mengaji…” Anak-anak di kota Agam tentulah lebih bersemangat mengaji ketimbang aku dulu. Lha pemandangannya elok seperti ini, sih!

  13. mba ky, ini akuh ikutan yaaa

    nama : Rinta Adita
    Twitter: @rintadita
    alamat blog: http://simalesmandi.wordpress.com
    link foto: http://simalesmandi.files.wordpress.com/2014/01/picsart_1389341904585.jpg
    link blog: http://simalesmandi.wordpress.com/2014/01/11/sentuhan-seni-di-musholla/
    Judul: Sentuhan Seni di Musholla
    keterangan:
    Setiap tempat ibadah pasti memberikan kesan damai pada siapa saja yang menginjakkan kaki di dalamnya. Berbeda dengan musholla yang satu ini, selain merasakan damai, kita juga dapat merasakan sentuhan seni yang unik dan kesederhanaan di dalamnya.

  14. Ikutan ya mb kiky 🙂
    Nama : Ainun Isnaeni
    Twitter : @kimnoen
    Blog : http://www.ainunisnaeni.com/2013/10/eksotisme-sikka.html
    Link foto : http://i1285.photobucket.com/albums/a591/ainunisnaeni/SAM_0202_zpsa38928b3.jpg
    Judul Foto : Gereja Tua Sikka
    Keterangan : Nggak nyangka di daerah yang cukup terpelosok, berdiri sebuah bangunan gereja tua di daerah Sikka NTT. Meskipun akses masuknya jauh dan tidak ada kendaraan umum, semua perjuangan itu terbayar dengan suasana di sekitar gereja yang tenang dan arsitektur bangunan kuno yang masih dipertahankan. Bangku panjang di dalam gereja boleh kuno dan jadul, tapi ketika berdoa bikin adem ayem di hati.

  15. Mba Kiky, salam kenal yaaa…sekalian daftar jugaaa..:

    Nama : Indah Nuria Savitri (@indahnuria)
    Link blog: http://indahnnuria.blogspot.com/

    Judul/Keterangan foto:

    Mezquita–catedral de Córdoba

    And I can hear the voices of the past…
    Lingering in its stone cold arches and lavish corners…
    Whispering the words of the wisdoms…
    And shedding tears from God’s forgiven creatures…

    Masjid – Katedral Cordoba, Spanyol, yang menjadi saksi sejarah peradaban besar dua agama, Islam dan Katolik, di Bumi Andalusia, Spanyol

    Link foto: http://indahnnuria.blogspot.com/2014/01/the-voices.html

    Thank mbaaa….

  16. halo salam kenal. Saya ikutan yaa… mepet2 soalnya baruuu aja liat dari tempatnya mak Nurul Noe
    Nama: Vica Item (@vica_item)
    blog: http://bundavanrafizya.blogspot.nl/
    keterang foto
    Ka’bah di Masjidil Haram, sebelum Mataf (tempat tawaf) baru selesai, Syaban 1434H

    Di penghujung Syaban,
    kuingin mengabadikan saat-saat terakhir
    Sebelum tembok tinggi itu belum utuh melingkarimu
    Masalaama, ya Baitullaah
    Semoga disampaikan lagi umurku untuk mengunjungi rumah suci Mu

  17. Salam kenal mbak… aku ikutan ya… sepertinya udah telat sih, gpp deh, yang penting ngeramein 🙂

    Nama : Dee An / @dieend18
    Link blog : http://www.adventurose.com
    Judul Foto : Tiada Kata Terlambat Untuk Bertobat
    Link foto : http://1.bp.blogspot.com/-XlIDwcugpIo/UtNP2s79ZTI/AAAAAAAADuA/wsQ7mzyJvXo/s1600/1_P1060453.jpg
    Keterangan Foto :
    “Tiada Kata Terlambat Untuk Bertobat” Sebuah kalimat yang menjadi pengingat, bahwa selama hayat masih dikandung badan, tidak ada kata terlambat untuk bertobat.

  18. […] Tana Toraja is a region in the highland of South Sulawesi, also called “Land of The Dead” and “Land of Thousand Churches”. The first name is given because of the famous ritual of Torajan Funeral Ceremony, “Rambu Solok”, where they held a big feast to celebrate the death, include sacrifice dozens of buffalos and hundreds of pigs, also the tradition to “keep” the dead one mummified from days to years inside the house called “tongkonan” before the feast is held. The last is called because of the massive numbers of churches built in Tana Toraja, since most of the people are Christians. But in the middle of my random-walking through Rantepao, the capital city of Tana Toraja, I found this mosque, covered with beautiful green-coloured-dome, can’t be more serene and free as it seem. The beauty of diversity. (Also seen at Turnamen Foto Perjalanan) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s