#10daysforASEAN Impossible is Nothing

2 more to go,
Gee, saya baru baca baik baik aturan main, baru sadar boleh bolong 3x! Hahahaha
But similar with running, i’m in the track competing with no one, I’m trying to beat myself!
Bisa tidak posting 10 hari berturut? :))

So, bear with me for the last two days! 😀

Langsung saja, sesuai tema, April lalu dilangsungkan KTT Asean ke 22 di Brunei Darusalam yang kembali menegaskan tiga pilar persatuan untuk politik dan keamanan, ekonomi terakhir sosial dan kebudayaan.
Bisakah?

Saya berpendapat progress ini akan makan waktu karena ( no surprise!) beberapa masalah politik di negara anggotanya.
Mungkin ada yang sempat baca berita Partai Demokarat Thailand bertengkar memaksa PM Yingluck turun dari jabatannya.
Geser sedikit ke Kamboja, pemimpin partai oposisi meminta bantuan PBB untuk menyelesaikan konflik pada pemilu akhir Juli lalu.
Masalah yang ada mirip dengan negara kita yaitu data pemilih dan tinta.
Atau Laos dengan mayoritas penduduknya disinyalir masih kekurangan gizi dan issue HAM etnis Rohingya di Myanmar.

Pendek kata tingkat kesejahteraan antar warga negara juga jompang jauh jika dilihat dari GDP per kapita negara anggota.
Tertinggi adalah Singapura dengan USD 50,714 dan terendah Myanmar sebesar USD 804.
Ya, saya tahu, hampir di tiap belahan dunia manapun sepertinya begini ya, tapi coba tengok negara di Latin America, yang kebanyakan sama sama negara berkembang. Urutan tertinggi adalah Uruguay dengan GDP per capita sebesar USD 14,672 dan terendah Nicaragua USD 1,202.
Gap lebih sempit sedikit dibanding singapur-myanmar. Data dikutip dari http://www.globalproperty.com

Di pilar pertama, politik dan keamanan menurut hemat saya masih PR buat pemimpin negara Asean. Masih ribut tentang perairan dan perikanan di Laut China selatan antara Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina dan China.
Belanja persenjataan negara yang saling claim ini meningkat tiap tahun.
Negara mana yang diuntugkan dari situasi ini?

Kalau politik masih tegang, bagaimana dengan legowo meramaikan Asean Free Trade Area yang sudah digagas dari tahun 1992 agar perdagangan antar negara makin dinamis?

Terakhir, masalah sosial dan budaya impak belum stabil nya politik dan ekonomi di setiap negara anggota Asean.

Mungkin , ibarat karyawan yang harus bertemu performance appraisal demi mengevaluasi kineja tahun itu, untuk mecapai ketiga target pilar ini sepertinya perlu Key performance index bagi pemerintah negara anggota Asean.
Susah?
Pastilah, jadi pemimpin negara memang tidak mudah kan? Pasti makan waktu.
Yet, taken from Adidas marketing slogan, impossible is nothing.

Advertisements

6 thoughts on “#10daysforASEAN Impossible is Nothing

  1. Huahaha Kiky,selamat ya, aku ngikutin kau sama Jihan dan aku ikutan deg-degan setiap ngeliat themanya. Buset kalian rocks deh. Konsistensi itu beneran jadi penilaian di sini. Dan yuppp, I agree with you tuh i’m in the track competing with no one, I’m trying to beat myself!

    • Halah…haahhah trima kasih mak, semoga berkenan.
      Gw ngga berani liat tulisan peserta lain, kemaren isrng random 3 blogger aja ciut gw!!!
      Tulisan gw kayaknya sama dengan tulisan si cantik

      Gaoqi di kelas aja kalik hahahah culun habis ;p ngga pake riset hanya ingatan eakakakakak

  2. ga pake riset aja tulisannya oke kok mba … :). Aku malah seringan nulis ga nyambung sama topik, yang penting tiap hari posting…*maksa
    Salam kenal ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s