#10daysforAsean Ke Salon yuk!

Salon memang indentik dengan peremuan.  Sayapun, walaupun bisa dihitung dengan jari di tangan frekuensi kedatangan ke salon dalam setahun, tetap saja meletakkan “biaya nyalon” dalam cashflow bulanan :D.

Walaupun pada akhirnya budget nyalon kepakai untuk kaus kaki dri-fit atau biaya lomba lari misalnya 😀

Teman saya kak Indah Juli pernah bilang, meskipun berhijab, perawatan diri tetap penting. Creambath misalnya ! Apalagi kalau tukang creambath jago mijit, sedap! Setelah lebaran kemarin , selain creambath saya menyempatkan diri juga untuk lulur dan pijat di salon. Relaksasi!Pernah juga ketika kelelahan berlibur di Lombok bulan Desember lalu, saya pun ke salon.

Mungkin jasa salon ini yang paling sering saya pakai diantara potong rambut, facial, menicure atau pedicure.

Image

Anyway, ketika topik hari ini #10daysforasean mengangkat tentang salon Thailand, yang terlintas dibenak saya adalah Thai Massage-nya atau Nuat phaen thai dalam bahasa lokal, yang kabarnya menggabungkan juga gerakan-gerakan yang lazim dilakukan ketika Yoga. Sayapun untuk kebutuhan stretching  memakai gerakan-gerakan dalam olahraga ini.

Dulu ketika saya kuliah, saya kerap menonton MTV.  Saat itu ada semacam reality show, yang merekam kehidupan kumpulan anak muda dari negara-negara kebanyakan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, Hongkong dan Thailand. Nah,  wakil dari Thailand ini berprofesi sebagai aktris, saya lupa namanya. Saat itu dia ingin melakukan perawatan tubuh. Setelah dipijat (bagian tangan saya) kemudian di lulur. Perawatan seluruh badan dia tentu saja tidak diliput :p

Tapi sepertinya menyenangkan ya, belum lagi suasana salon yang rapih, homy dan memakai aroma terapi.  Duh, pengen banget nyoba!

Seandainya ada salon yang menawarkan Thai Massage ada disekitar perumahan saya, pasti saya coba. Tapi, sesuai topik hari ini, bagaimana kalau salon license luar negeri itu menjamur di perumahan saya, apakah akan menggeser salon lokal lainnya?

Buat saya, rasanya tidak ya?

Di sepanjang jalan Elang misalnya, setiap 100 m sepertinya ada salon yang memakai franchise maupun bukan. Fantastisnya, parkiran selalu penuh! Pun hari biasa 😀

Banyak wanita yang merasa pentinganya perawatan tubuh, rambut dan wajah  agar tetap menarik. Pijat pun banyak khasiatnya untuk kebugaran, yang ujung-ujungnya penampilah akan lebih menarik.

Salah satu salon di Jalan Elang ini, bahkan men-charge biaya yang lebih besar ketika hari libur! Tetap saja parkiran salon itu ramai. Tempatnya memang enak, bersih, nyaman dengan pegawai yang ramah, walaupun harganya ngga murah-murah banget, di atas rata-rata malah.

Dengan adanya salon license dari luar negeri yang dengan servis yang baik, affordable price, tempat yang nyaman apalagi kalau disertai complementary drink misalnya bisa dijadikan  review bagi pemilik salon lokal, kan? Bagaimana mengelola bisnis dengan lebih baik agar tetap bersaing.  Mempunyai bisnis sama saja dengan menjadi orang tua, belajarnya seumur hidup! Toh pangsa pasar masih sangat besar.

hmmmm, saya sih kepikiran pom bensin Pertamina. Sejak datangnya Shell dan Total, service pom bensin ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya! Hahahhaha, malah ngelantur.

Anyway, ada yang pernah coba Thai Massage? cerita donk!

foto pinjam dari sini.

Advertisements

9 thoughts on “#10daysforAsean Ke Salon yuk!

  1. aku disini malah pengennya indonesian massage gamao yg laen xixixi..Thai Massage kaya nya enak sih ya. Tp aku suka bgt sama shiatsu :p :p Enak ya spa disana kayak jamur ada dimana2…ya nasip..

      • iya, aku kalo denger yang di LN itu kayaknya pas pulang ke Indonesia berasa surga banget, ya Ky. Kalo ke hotel di tpt wisata liat charge massage lulur dkk juga mihil banget, deh. My fave sampe anak ke 1 sih Martha Tilaar, tapi ya kerasa mihilnya sekrang dan yg paling kuperlu skrg kan pijetnya. Sejak dua tahun lalu akhirnya langganannya Bersih Sehat , Ky, Itu kan gak salon ye.

  2. aku setelah nikah malah jarang nyalon padahal dulu sebelum nikah tuh sebulan sekali ke sana. Abisnya sekarang kalo diitung-itung biaya salon itu mahal juga ya, mending nabung buat ngisi rumah aja deh 😀 Sama kayak mba Sondang, aku juga kalo pegel-pegel larinya ke bersih sehat, paling cocok cuma disitu pijetnya 😀

  3. Gw paling demen di pijat, sebulan pasti mijat 1-2x tapi tidak dengan tenaga yg keras, cukup di elus2 aja hahaha. Kalo aku datang ke nanda sehat atau keyko atau bersih sehat biasanya therapis nya langsung senyum, karena mijat gw tanpa tenaga dan bikin gw tertidur.

  4. Kalau aku dalam setahun ke salon masih bisa dihitung pake jari di satu tangan aja, Ky..Bahkan tahun ini belum ke salon sama sekali nih. Dan kalau pun ke salon, itu perawatan yang standar banget, kayak gunting, creambath, or luluran 🙂 gak pernah punya budget khusus untuk ke salon. Tetapi beberapa hari ini kepikiran untuk facial di salon karena ada temanku yang bilang mukaku kelihatan pucat banget 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s