Movie review : Shodo Girls! Watashitachi no koshien

When kiddos went to sleep and “the magic box”  is all mine, I prefer non – united states – kind of movie series. :D. Yet, with economic down turn in western countries, bail out in Greece and Spain, I prefer those movies from east asia (apa sih….. ?)  :p

Image

Minggu kemaren, gue nonton film ini  Shodo Girls. Anyway, di Red Channel.  gw baru nonton film ini ketika seorang pria tak dikenal masuk megendap ke ruangan eskul kaligrafi lalu disiram tinta sama Satoko-san dan Kana-san. Ternyata, yang disiram itu adalah Ichikawa guru pengganti yang (seharusnya) membimbing eksul kaligragi ini — kegiatan yang perlahan tapi pasti ditinggalkan anak2x SMA Shikokuchuo (kalo ngga salah, name of the SMA took after the city :p).  Shikokuchuo sendiri, city famous for its calligraphy paper. Kertas ini kualitasnya beda, karena tidak mudah sobek biarpun basah oleh tinta namun tipis.  Dari setiap sudut kota itu, akan terlihat tiga tanur tinggi  dari pabrik kertas yang mengebulkan asap.

Ichikawa sudah menduga, member eskul ini tinggal 7 orang kemudian (karena mononton) dan melakukan atraksi guna menarik siswa lain yang berminat, agak nyeleneh atraksinya. Satoko, sebagai kapten keberatan dan tetap dengan kaligrafi sebagaimana mestinya. lalu munculah pertikaian diantara anggota eskul maupun mantan anggota, Sakota dengan Ichikawa yang sibuk sendiri dengan game boy-nya, resesi ekonomi di kota tersebut yang menyebabkan toko2x bangkrut  termasuk toko ayahnya Kiyomo, anggota eskul bahkan seorang kakek membakar pabrik kertas kaligrafinya karena tidak laku, dll.

Satoko ternyata mengikuti eskul ini bukan karena hati, beda dengan Mio mantan anggota namun terpaksa harus berhenti. Satoko akhirnya “berdamai” dengan banyak pihak dan berkeinginan mengadakan turnamen kaligrafi. Aneh? emang… 😀 tapi seru aja…

Rada garing, adegan konyol kesiram tinta ngga sengaja kerap diulang, compare those american chick movies, but I love the setting (kota kecil dingin, bersih, dekat pantai:p ), kemana-mana naik sepeda, stasiun kecil, and all… beautiful!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s