Musikal Laskar Pelangi : Keren!

Libur tiga hari ini pas banget dengan selesainya kuliah saya tahun ini. Yay, 2 semester lagi! Semangaattt *teriak kepada diri sendiri* 😀

Anyway, setelah hari Jumat kami ke Ragunan (lagi), Sabtu berenang di Ocean Park-BSD akhirnya liburan 3 hari ini (liburnya gue, maksudnya) kami menonton Musikal Laskar Pelangi.

Awalnya ketika mengantri, sempat argumen  dengan panitia. Melihat kiddo#2 yang asik bercoloteh dengan sepupunya, si panitia sempat melarang anak saya masuk dengan alasan acara ini untuk minimal 5 tahun. Setelah dijelaskan umur kiddo#2, dia mengingatkan agar mereka tidak berisik dan duduknya di pisah.Hmm…Oke deh…tadi saya dan adik saya sempat ragu apakah acara ini boleh ditonton anak-anak.   Yang beli tiket ngga nanya-nanya lagi ! *maaf,Bal. Udah titip beli masih diomelin :p*

Teater sendiri di mulai ketika Ikal besar menjelaskan kampung halamannya. Lalu adegan anak-anak masuk sekolah, penggambaran sekolah mereka yang buruk dan anak-anak PN TImah dengan sekolah megahnya, dan seterusnya. Cerita Musikal Laskar Pelangi lebih mendekati cerita di filmnya (yang baca buku dan juga nonton filmnya pasti tau bedanya) 😀

Dekorasi panggungnya keren banget! Saya paling suka dengan visualisasi Lintang yang harus bertemu dengan buaya sebelum berangkat sekolah yang digambarkan dengan bayangan dan ketika Lintang menerangkan soal matematika yang dibuatnya pas lomba cerdas cermat. Pakai laser gitu. Keren aja!

Jay Subiakto dan tim benar-benar memperkirakan semuanya deh, termasuk ketika menggambarkan Lintang yang tinggal di tepi pantai. Adegan Lintang yang terpaksa putus sekolah juga membuat saya menitikkan air mata.

Tapi beberapa plotnya juga terasa lambat agak membosankan.    Pada sesi kami kemarin, tokoh yang menjadi Kucai mendapat perhatian karena tingkahnya yang menggemaskan, terutama ketika menolak dipilih lagi menjadi ketua kelas. Terus yang saja Ibu Muslimah adalah Lea Simanjutak (saya dan Iqbal sampe pengen nonton lagi yang perannya dimainkan Dira Sugandi :p ) *loe cariin tiketnya lagi ya bowww*

Acara sendiri berlangsung selama tiga jam dan terdapat break selama 20 menit buat makan dan minum (ngga boleh bawa makanan/minuman ke ruang teater dan kamera). Pas break kami dengar announcement kalau tim merah putih ditekuk tim negeri jiran. Sad…

In short, pokoknya ngga nyesal deh nonton Musikal Laskar Pelangi!

Advertisements

7 thoughts on “Musikal Laskar Pelangi : Keren!

  1. Their eyes glued to the show, cuma memang beberapa adegan yang mereka bingung dan bertanya…nah pas nanya ini, mungkin bisa ganggu penonton lain :p
    Misalnya niy pas adegan PN Timah tutup, gw harus menerangkan kenapa PN timah bisa tutup *PR banget kan bow*, pas gw bilang ‘musibah’, kiddo#2 nanya, musibah apa sih bun?
    😀

  2. Belum sempet nonton musikal bagus ini, uhm…sepertinya Najla (5 thn) belum pas diajak nonton ini ya *ngebayangin aneka pertanyaan yg akan diajukan pas acara* :p

  3. Iya mbak, misalnya waktu ayah Lintang meninggal, kan ayahnya sendiri fisiknya ngga ada, cuma Lintang menangis di tepi pantai.
    Anak gw nanya, kenapa ayahnya meninggal? Gw ngasal, perahunya terbalik, nanya lagi kenapa bisa terbalik?bweuh panjang…
    Ato pas Pak Harfan meninggal, kenapa Pak Cik Meninggal? Gw jawab : sakit, nanya lagi Sakit apa,bun? Sakit Jiwa ya?
    *tepok jidat*

    Tapi seru 2x aja sih…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s