that’s why I like being blogger

terkapar juga 😦
mencoba pola hidup yang benar, akhirnya saya sakit juga. Padahal 2 minggu lalu baru lomba “tahan-tahanan stamina” sama teman2x sekelas. heheheh, setengah dari teman2x saya at least udah “ketemu dokter”…if you know what I mean. 🙂
Anyway…
stuck in bed, I browse my other virtual home
. Tertangkaplah mata ini pada satu entry yang diposting teman virtual saya itu. Gaya dia menulis memang pendek-pendek, kadang ngga jelas mana titik dan koma. later, saya mengerti akses dia ke internet agak parah, jadi mungkin dia mosting via handphone juga.
Anyway, dari satu posting dia, berlanjutlah saya membaca entry-entry belio sebelumnya. Agak terkesima saya dibuatnya.
Kami pernah bertemu, di satu acara off line gitulah sekitar tiga tahun lalu, cuma tukar2xan URL and that’s it. sesekali “berkunjung” ke rumah virtualnya.
Yang membuat saya terkesima dia bertahan hidup menjadi manusia yang “dicampakan” masyarakat termasuk orangtuanya sendiri.
Agak “out of the box” kali ya…sangat “jujur” ngga jaim, termasuk pilihan dia bersedia untuk menjadi istri kedua, dengan pertimbangan dia sendiri. Jangan ditanya komentar yang masuk atas pilihannya ini.

Even, comment yang masuk juga “menasehati” dia agar jangan terlalu “open”, seperti itu. Sekali lagi, dia punya argumennya sendiri dan buat saya itu masuk akal. Tapi banyak juga yang ikut “menangis” dan mendoakan dia dan keluarga kecilnya.
Dua kali dia mencoba dua kali dia gagal, setiap kegagalan diikuti dengan masalah yang luar biasa peliknya.
Saya malah tidak sanggup membayangkan, apabila saya menjadi bilo saat ini.
Kebayang ngga siy, masalah demi masalah yang dia hadapi sudah silih berganti datang sejak saya membaca blognya.
Well, dia tidak melulu berkeluh kesah kok dan cara dia menulis masalahnya juga bukan “berkeluh kesah”, seperti bercerita saja hingga ada yang nanya “ini beneran ngga sih?”
Namun disetiap postingnya (bad or good news), dia selalu optimis, kalo pertolongan ALLah swt pasti ada.

Ah, saya jadi malu…
kecapekan saja sudah kesal…hehehhe
I learn many of my fellow blogger lebih jujur di tulisan daripada daily conversationnya. Saya sedikit belajar dari tulisan-tulisan teman saya si endut nan sexy panda daripada mengobrol dengannya. *yang hampir selalu terjadi di atas meja makan* 😀

Advertisements

7 thoughts on “that’s why I like being blogger

  1. Yaa Ky, lo pilih meja mana lagi yang lebih asik dari meja makan? timbang meja hijau? …. coba lo tanyak kunil, dia pasti milih meja bilyard …..

  2. setuju Tant, saya banyak kenal teman dari blog. Memang kami gak ernah comment2an di blog masing2. Tapi persahabatan yang terjalin lebih erat dari teman yang saya kenal di ‘darat’

  3. umm… sama nih aku jg lg tepar 😀 mbak kiky semoga lekas sembuh ya, supaya bs rajin kuliah lg and ga ketinggalan pelajaran *kayak berpesan ke anak sekolahan aja, hehehe*

    eh iya kmrn akhirnya sempet hamil, mbak, alhamdulillah… biarpun cuma 7 minggu tp tetep alhamdulillah… at least sempet ngerasain hamil dan bisa hamil…

    makasih doanya, semoga aku bs lekas hamil lg 🙂

    • @tyka, ya…so I read the rest of your blog. 😦 , may be this is “basi”, tapi kayaknya cuma kata “sabar” yang bisa gue sampaikan dan doa
      Semoga Allah segera menitipkan amanah-Nya kembali di rahimmu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s