film review : sang pemimpi

berawal dari iseng-iseng komentar di twiter dengan hanny , jadilah malam tadi saya berada di Blitz Megaplex Grand Indonesia. Sekalian reuni, sudah 2 tahun saya ngga ketemu temen SMP saya ini :p

Anyway, kami masuknya telat karena yang megang tiket belum datang, ngga tau seberapa telat, pokoknya pas masuk studio 2, Ikal dewasa (Lukman Sardi) baru memperkenalkan teman-temannya yaitu Arai dan Jimbron. Teman-teman ketika dia duduk di SMA 1 Mangar, yang berarti sudah merantau dari kampung halamannya di Gantong.

Plot mundur, menceritakan bagaimana dia bertemu dengan sepupu jauhnya (Arai) si simpai keramat itu. Menghabiskan masa remaja “tanggung” mereka.
Lalu maju lagi ketika mereka SMA, perjuangan anak melayu miskin yaitu bekerja sambil sekolah. More or less, miriplah dengan bukunya.
Anyway, masalah kalau sebuah buku di filmkan ya…beberapa “esensi” ngga dapat, ngga sedramatis di bukunya  :).

Termasuk di film ini, beberapa adegan/screen/topik  disesuaikan “biar ngga kelamaan kali yeee….”

buat saya, adegan yang bikin saya keluar air mata sama dengan di bukunya, ketika Ikal dimarihin Pak Mustar karena prestasinya yang melorot dan mengecewakan ayahnya…
bahkan dipanggil Bupati pun tak dipakai baju safarinya itu,kal”
ayah juara 1 sedunia

Advertisements

5 thoughts on “film review : sang pemimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s