film review : Meraih Mimpi

film21361Selasa malam, I took my kiddos to (movie) theatre dengan agenda (tentu saja) nonton Meraih Mimpi, film animasi karya anak bangsa.
Bercerita tentang Dana (di’suarakan’ oleh Gita Gutawa) seorang anak desa yang bercita-cita tinggi.
Satu-satunya harapan Dana untuk keluar dari desa dengan memperoleh beasiswa (yang tidak dijelaskan dari mana) and she made it.
Tapi karena hutang sang ayah yang cukup besar kepada Pairot, si ayah merencanakan Dana menikah dengan Ben (Indra bekti) dan beasiswa menjadi milik Rai, adik laki-laki Dana.
Hutang sang ayah (yang digambarkan juga sebagai penemu mesin-mesin baru) kepada Pairot karena terdapat surat wasiat dari Raja (?lupa) jaman dahulu kala bahwa leluhur Pairot berhak mendapat tanah dan penduduk yang menumpang disitu harus membayar pajak yang cukup besar.
Kemudian, Dana mengetahui bahwa wasiat itu palsu belaka dan bertualang untuk mencari tahu, di sisi lain…penduduk desa bekerja sama dengan kumpulan hewan (yang tidak mau habitatnya dirusak) bekerja sama melawan Pairot. *jadi ceritanya Pairot mau bikin kasino, hotel dan mall di kampung mereka*

My comment : cerita bagus, animasi keren…tapi…
Duh, adegan kumpulan hewan2x ketika ‘nongkrong bareng’ agak ganggu ya…
Animasinya biasa saja, mereka bicara dengan ‘bahasa gaul’ (bow…ini film bukannya untuk anak-anak ya?), dengan semua logat di negeri ini dijadikan satu screen agak maksa buat gw, plus setuju dengan basz kenapa Rai ditampilkan mimpi jadi pendekar kungfu instead of silat yang lebih Indonesia.

upin1

Well, frankly speaking here, you can call me ‘ngga cinta produk negri sendiri’ :p , kok gw lebih nyaman nonton serial Ipin dan Upin ya? :))
Ceritanya lebih ‘down to earth’ dan ‘kanak-kanak’…
Kiky’s rating on the movie: ♥ ♥ ♥ out of ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

8 thoughts on “film review : Meraih Mimpi

  1. ..eh,macam mana bila kita orang menonton ‘Upin & Ipin’ sekarang?
    ..Seronok ‘lah….betul?
    ..Betul..betul..betul!

    *pake gaya ngomong si Ipin hahaha*

    ==> wah,tengoklah mak cik Dini niy…

  2. hahahaa…. aduh itu kekurangannya film Indonesia. Suka maksain. Mo buat film anak-2 tp dipaksain krn film animasi barat yang penuh bahasa gaul, pdhl film animasi barat yg jd influence adalah film dewasa.
    ya nasiblah ky, gw sendiri jg bisa dibilang ga cinta produk sendiri kok hehee..
    Ipin Upin better…. 😀

  3. lapor!!!

    gw udah nonton Geng Petualangan Bermula, ipin-upin versi layar lebar.

    much better than MP

    tapi gw masih gak terima, diceritakan kakek Badrol juara WAYANG KULIT!!!

    udah lah batik, rendang, ketupat, reog, tari pendet … skrg wayang kulit???? dooohhh

  4. mungkin MP tidak sebagus Ipin Upin, tapi bagaimanapun, ini adalah suatu langkah besar dalam dunia perfilman Indonesia.
    Semoga ke depannya, kuantitas dan kualitas film animasi Indonesia akan lebih meningkat. Amin.

    Hidup Film Indonesia!
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s