hanya sekejap

Ya, saya akan ikut bicara tentang ancaman krisis moneter global ini.
Baca kompas 2 hari lalu, membuat saya sedikit miris. Harga Tanaman Buah Segar saat ini drop sangat signifikan dari Rp 1000-an/kg menjadi RP 350/kg, bahkan beberapa petani di Rokan Ilir,Riau menjual sebesar Rp 250-an kg. Untuk petani yang menjadi plasma masih dapat menjual seharga  Rp 500-an/kg,sebagian petani terpakasa mendodos TBSnya agar pohon tidak rusak dan mati,mereka kalang kabut dengan harga pupuk.
Saya ingat seseorang yang saya kenal dekat (dulu) pernah membanggakan, dalam 2-3 tahun lagi akan menjadi orang kaya, karena blio memiliki kebun sawit sebesar 12 ha. Sudah sesumbar kemana mana, berapa perkiraan pendapatannya pada tahun 2009 nanti. Bukan main..
Entah apa yang berkecamuk dipikirannya sekarang,uang sudah banyak keluar, alih-alih memetik hasil malah akan terkuras lebih banyak lagi.

Itu harga kelapa sawit, primadona komoditas agrobisnis, sewaktu saya ikut training di Medan November tahun lalu, harga CPO (Crude Palm OilY saat itu mencapai USD 900/ton melesat jauh dari posisi bulan Juni tahun yang sama yaitu sekitar USD 600-an per ton, dan pajak ekspor mencapai 14%!!!!
Wow! Sekarang…? Harga jual CPO USD 512/ton. Semua sibuk dan pasti panik, petani, pemilik kebun, pemilik pabrik, bahkan bankir seperti saya yang sebagian portfolio asset ada disini.
I wonder, bagaimana perasaan pemain komoditi saat ini…?

ps: gambar diatas adalah terifena, bijih kelapa sawit, koleksi pribadi waktu training lalu.
Per 13 Oktober kemaren harga crude oil menembus level USD 82/barrel, padahal per 22 september 2008 masih anteng di level USD 102/barrel. Awal tahun ini,salah satu nasabah perusahaan kami sangat yakin atas prediksi harga Crude Oil mencapai USD 200/barrel, sehingga beliau memilih tidak menjual ladang minyak miliknya. Salah satu marketing cabang lain, sempat misuh-misuh ketika berdiskusi  dengan saya. Pasalnya saya memilih untuk tidak merekomendasi usulan kredit prospek nasabahnya, yang jelas-jelas memanfaatkan tingginya harga minyak bumi saat itu (spekulan bukan pelaku bisnis)
Dan tidak itu saja, hampir semua komoditas, batu bara, alumunium, timah, kopi terjun bebas……!!!! Saham perusahaan (tempat) saya (bekerja) meluncur bagai orang bunuh diri meloncat dari lantai 22 gedung ISX.
Masih dari harian yang sama, seorang warga jakarta kemarin juga terpekur tak berdaya, pasalnya investasinya sebesar setengah milyar blio entah bagaimana kabarnya pasca bangkrutnya Leman Brothers, dimana produk investasi yang blio punya itu ditawarkan melalui Citibank, investor mana yang tidak yakin dengan kredibilitas instansi keuangan ini.

Adalagi cerita teman. Dia sebuah contoh bagaimana kehidupan ibarat roda, besar di suatu kota kecil di Jawa Tengah dengan hidup prihatin, bersekolah di PTN negri di bogor dan saat ini mendudukui jabatan penting di salah satu perusahaan besar di Jakarta.
Hidupnya sekarang wow, untuk mengecat rambutnya setidaknya Rp 600 ribu harus dia rogoh termasuk krim rambut yang pernah dia titip ke saya ketika saya melawat ke negeri jiran, yang harganya bila dikurskan…duh, lebih dari 1 bulan gaji asisten saya, bahkan  untuk “mengurus” Dobberman kesayangannya, dia harus mengeluarkan Rp 1.500.000/bulan..ini termasuk pasta hati, susu (percaya ngga, susu untuk anjingnya lebih mahal dari susu untuk anak saya.), biaya training otot si anjing (suerrr, saya tidak bohong) dan dokter hewan! Ugh, belum untuk baju-bajunya, semua merk yang hanya bisa didapat either di luar negeri atau butik2x di Senayan City, bahkan kopi instantnya sachet  import yang harganya bukan main, bisa sama dengan harga makan siang saya seminggu.

Sayangnya, beberapa orang mengatakan dia bagai kacang lupa kulit, omongannya sering menyelekit dan menggap remeh orang membanggakan kekayaanya (kalo tidak,tau dari mana saya anggaran untuk Dobberman-nya itu) Hanya beberapa orang yang kebal dengan perkataan dia, salah satunya saya.
Beberapa bulan terakhir ini blio memegang suatu proyek penting dikantornya, sehingga semua orang meramalkan (atau setidaknya sesumbar blio) akan memegang salah satu jabatan penting setelah proyek itu selesai bahkan menggeser posisi atasannya sekarang.
Issue panas santer, diseluruh gedung.
Kemarin hasil project itu keluar, namun output dari proyek yang blio kerjakan membuat kami tersentak, tidak ada nama belio disalah satu jabatan strategis. Terpukulkan blio…? tentu…teramat sangat.
Namun bagusnya, blio cepat bangkit dan ini yang bagus…kembali mengingat Tuhan, kembali bertafakur kepada Allah swt. Kami mulai sering melihat blio berlama-lama di mesjid entah untuk mendengar kajian rutin mingguan atau sekedar sholat berjamaah.

Pernah seorang teman yang saya kenal baik juga membanggakan adik iparnya…
”loe tau,ky…istri si Paijo itu orang ketiga terkaya di Tanjung Pinang”
entah maksudnya apa, saya sendiri mendengarnya malu. Do I care? Not a shit!

Karena saya sadar betul betapa Allah dapat membolak balikan keadaan ini dengan sangat mudah.
Di suatu masa, pasti kita pernah seperti teman saya itu, beda bangga dengan riya hanya tipis. Mudah-mudahan  saya dan keluarga selalu ingat ini.
Hanya sekejap Allah dapat membuat kita kehilangan segalanya.

Advertisements

6 thoughts on “hanya sekejap

  1. Ky, tanyain donk itu pelatih otot doberman nya dia bayar berapa per bulan? gw lagi mikir mau ganti trainer gym gw….. =)) *kira2 kalo gw berotot, masih bagus ga ya pake baju2 berpayet?* *_^

  2. Ugh, belum untuk baju-bajunya, semua merk yang hanya bisa didapat either di luar negeri atau butik2x di Senayan City, bahkan kopi instantnya sachet import yang harganya bukan main, bisa sama dengan harga makan siang saya seminggu.

    do we still talk about the dog here? :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s