a very yuppy wedding – Ika Natassa

Tertarik baca buku ini karena sms-nya fanny si betawi merantau, karena tokoh utamanya seorang bankir briliant dan ambisius bernama Andrea yang menangani kredit commercial/corporate….nanganin perkebunan kelapa sawit…oh…so me…(dan juga pabrik plastik yang mau bangkrut, pertambangan minyak lepas pantai & tengah hutan, pabrik onderdil sepeda motor, de el el *sigh*).

Well anyway, Andrea-in her late-20’s punya pacar ganteng abis bernama Ajie, brilliant dan ambisius kayak dia juga, keturunan baek2x, sudah mengajak dia menuju pelaminan juga yang sayangnya….satu divisi dengan dia. Sama seperti tempat saya jadi bankir kacung, di banknya Andrea ini suami istri ngga boleh satu kantor…(tapi untung tidak se-extrim “Bank Perdana” tempat Andrea kerja sih…).

Padahal, dia akan dipromosikan menjadi senior account manager di Medan, kota kelahirannya, yang merupakan impian dan ambisi Andrea — menjadi area manager sebelum dia berumur 30 tahun!

Dan tidak itu saja, tiba-tiba menjelang menikah makin banyak saja “gangguannya atau godaan”, Radit, mantan pacarnya dulu dan Ajeng, newbie di Bank Perdana yang terang-terangan menyatakan mengagumi Ajie. Manakah yang dipilih? Worth it -kah melepaskan ambisi demi seorang Ajie?

Ternyata kehidupan bankir menarik juga dijadikan novel, dan mungkin karena latar belakang Andrea di Credit Corporate/Commercial membuat saya senyum2x sendiri…oh…ternyata Pinjaman SIndikasi bisa dijadikan setting yang menarik dalam sebuah novel dan istilah Dekolektibilitas itu…hahahahahah! belum covernya dengan post it disertai kata2x “ujian level 1 BSMR” *ah,ya…oktober ya?*, “cek SBI rate”, dan “draft PK NOtaris….”

Favorit quote saya selain :

Pernikahan itu bukan cuma untuk menghalalkan hubungan seks,Dre, tapi untuk menyatukan pandangan dan pemikiran serta saling melengkapi”

Adalah….

Cewek ngga kerja sama saja dengan pabrik kelapa sawit ngga pake kebun”

PS: yang saya tekankan bukan cewek ngga kerjanya lho…tapi ” sama saja dengan pabrik kelapa sawit ngga pake kebun”…kata2x andalan saya kalo coaching brondong-brondong baru di kantor. Saya suka berasa “pintar” kalo udah mengucapkan kata2x sakti disertai anggukan2x sok ngerti brondong2x itu He3x.
a little note :
ada comen di SB saya :
kiky, there is difference being account manager and account reviewer, so, andrea is not so you lah, jauh…, hehehe… makanyacobain deh jadi AO…
maksud saya dari kalimat :” oh…so me…” karena latar belakang pekerjaan di commercial/corporate nya, bukan jabatan yang dipegang sama. Kita (sebagai tim supporter business unit — setidaknya di tempat saya) juga ikutan stand by ketika panita kredit senior meeting untuk memutuskan satu account yang dipresentasikan, terkadang malah kita yang back up data walaupun harusnya independen. belum ikutan call visit ke tengah laut/tengah hutannya…malah kadang2x kita becanda dengan tim BU
“giliran ke tengah hutan loe ajak2x analys, giliran di,entertain ke Finland, lupa ama kitaatau bolak balik ke tim legal untuk klarifikasi macem2x…maklum AO kan sibuk beratssss.
masih banyak lho pak oci masyarakat umum yang beranggapanperempuan kerja diperbankan dipukul rata jadi kasir atau service administration semua (tanpa mengecilkan peran mereka lho!)
Jadi AO? nah itu, saya bukan manusia super seperti pak OCi :)) ..tapi pernah lah ngerasain di BT-in tim support/dikomplain nasabah / ditagih “setoran” oleh Panitia Kredit 🙂
but, thanks untuk komen dan waktunya mampir secara gue tau loe AO andalan di *tut tut tut*…mohon maaf ya kalau tidak berkenan. =))
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s