cerita payung besar

“saya disuruh bapak jadi ojek payung” kata anak kelas 5 SD O1 Mampang itu
“kenapa?”

“ibu saya sakit2xan,tante…batuk2x terus, belum sembuh2x”

percakapan saya dengan seorang tukang ojek payung yang terpaksa saya pakai jasanya.
Payung lipat saya tak kuasa menahan hujan besar dan angin kuat yang berhembus,sementara saya harus segera tiba ditujuan pada kamis sore itu, dari gedung ratu plaza ke Plaza Senayan lewat pintu belakang.

” hmmm, mungkin anak ini hanya menjual iba” pikir saya sedikit sinis.
mendekati tujuan

“Saya ngga punya payung besar seperti ini” kata saya berbohong
“berapa harganya?”
“saya nyewa tante Rp 15.000/semalaman”
“hah? mahal juga donk. Berapa kamu dapat semalaman?”
“kalo hujan nanti sampai jam 10 saya bisa dapat Rp 20 ribu”

dan uang yang dia bawa pulang hanya Rp 5000
dan (kalau dia tidak berbohong) kaki kecil itu harus berjalan
dari Sudirman ke Mampang.
Iba saya pun datang juga….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s