rumah nan tentram

Baca tulisan disini, gue jadi pengen berceloteh,
Walopun emang rumah ngga ditengah sawah (pause mode on : pondasinya harus kuat kali ya, biar ngga melorot). Entah ada relevansinya tulisan itu ama tulisan ini. Terserah lah ya, blog2x gue…
(lagi-lagi) pasca banjir, hal yang saya urus pertama adalah telkom dan jaringan speedy-nya. . Penting buat komunikasi sama ayahnya anak-anak yang kerja off shore.
Lagian rugi, kuota speedy yang tidak terpakai, padahal gw tetap wajib bayar.

TV masih burem, tapi biarlah.
Otomatis seminggu kemaren, niy SONY 21 inchi ‘tidur’ – tak tersentuh- dicuekin.

Dan kami (at least gue) merasakan ‘sensasi’ tersendiri.
Kicauan burung yang lebih indah dari lirik lagu Jablai *wink*,
Manggil assisten ngga perlu teriak-teriak ampe kedengeran ke rumah (beneran) ibu ini ,

Anak-anak, entah kenapa, bisa lebih cepat tidur siang, ngga pake main-main dulu kayak biasanya, (apa karena ngga ada suara sumbang dari TV yang mengganggu fungsi entah otak kanan entah otak kiri ????).
Tentram.

Dan rasanya gw lebih punya banyak waktu untuk semua aktivitas, beresin lemari, beresin kamar, nyobain resep (*winkwink*), nyapuin gudang atas, sore hari ngajak anak-anak jalan-jalan…taelah,

tetep aja, 24 jam kayaknya kurang…
PS: apalagi rumah di tengah sawah ya,,,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s