salah ibu? atau salah rumah sakit?

one of my mate give birth to her second daughter.
her baby girl so adorable. Ngelahirinnya di Rumah Sakit belakang Plaza Semanggi situ.
kita melihat kecantikan baby ini dibalik kaca.
Kemudian balik lagi kamar tempat temen gue berisitirahat, yang sedang menceritakan pengalaman kelahiran baby #2,nya, yang juga normal. Agak ngga lazim dari beberapa artikel yang gue baca (dan kebetulan salah satu temen gue yang melahirkan normal di RS Pondok Indah juga begini), anak yang lahir normal biasanya langsung diletakkan dibadan si ibu, as soon as possible, untuk langsung mendapat ASI, or at least ‘melatih’
refleknya. Di rumah sakit ini, ternyata enggak.
Kemudian saya kembali ke kaca, untuk melihat bayinya, and she wasn’t on her crib, she was gone.
dipangku oleh sang suster…untuk DISUSUI DENGAN BOTOL! Yang mana gue yakin itu formula.
Yikes, gue dan Endang, salah satu rekan yang ikut menjenguk ‘mendidih’ donk, komplain ke temen gue
“Anak loe dikasih formula tuh!!!!” Endang teriak2x heboh

and she answered

“biarin deh, gue juga masih capek, pengen istirahat”

yahhhh…Hak Asasi Si Baby untuk mendapat yang terbaik dalam 6 bulan kehidupannya telah dilanggar, tapi dalam kasus ini, salah sapa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s