ASI terbaik untuk bayi (dan keluarga si bayi)

Tulisan ini untuk memperingati Pekan ASI International August 1st – August 7th.

I just like to share my experience. Waktu hamil Kezia dulu I got lots of references about Breast Feeding for the first 6 month. Beberapa buku How To udah dibaca.
Unfortunantely, Kezia lahir lewat operasi setelah 36 jam kesakitan. So, dia ngga langsung ditaro’ on my lap untuk breastfeeding karena efek obat bius. Setelah cukup kuat duduk, ASI ku belum keluar. And the next 10 days was very horrible for me, gue panggil tukang pijit khusus untuk massange payudara,akhirnya keluar juga walaupun masih dikit. But I still keep the faith bahwa ASI ini eventually akan keluar juga. And it did.

Tapi sayangnya lagi, as a first grandchildren, ibu gue ngga tau dan ngga mau tau gunanya ASI eksklusif, jadi pas gue lagi mandi, Kezia merengek dikit langsung dibuatin formula. Pas udah ngga dirumah mama lagi, balik ke bintaro, ngga ada “suara tenyom” heheheh, whatever happen, Kezia harus nyusu dari payudara gue. Biar aja dia jerit2x, pintu kamar gue kunci. Gue emang “egois” dan bilang ke anak gue “harus minum ASI ato tidak sama sekali” . Extrim memang. But it works, setelah dirumah sendiri, Kezia ngga nyentuh tuh yang namanya susu formula lagi.

Pas Balik kerja, manajemen laktasi gue buruk, akhirnya baru 1 minggu masuk kerja, Kezia dah minum formula lagi, umur 4.5 bulan dan dikasiy buah.

Pas tau hamil lagi, gue bener-bener bertekad yang kedua ini HARUS dapat ASI Eksklusif.

And it work!
Even pas mau masuk kayaknya ASI pas diperes keluarnya cuma dikit.
Even gue kerja jam setengah 7 harus berangkat baru balik 12 jam kemudian, Kevin tetep dapat ASI Eksklusif.

My point is segala hal seperti Molloco B 12, makan daun katuk, bayam, buah2xan hanya meningkatkan kualitas ASI.
Intinya cuma satu, Percaya Diri (dan keterampilan si ibu dalam manajemen laktasi juga siy). Karena produksi ASI tergantung pikiran si Ibu sendiri, kalo PD dan relax, stimulus ke otak akan bekerja dengan baik, sehinnga Air Susu pun lancar.Jadi semoga base on my experience ngga ada alasan kenapa ngga nyusuin karena “ngga keluar”, “asinya dikit” apalagi “karena saya bekerja”!

It work for me and I’m sure it work for other momies”

*soktaudotcomtapimudah2xanbermanfaat* heheheh

picture from gettyimages.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s